
Setelah tujuan nya selesai Erland menyibuk kan diri nya untuk mengerjakan pekerjaan nya agar besok ia meninggalkan perusahaan nya dengan tenang di tangan orang kepercayaan nya.
Sementara Jasmine duduk sendirian di taman belakang karna Kania juga harus menyelesaikan kuliah nya sedangkan diri nya sudah mengambil cuti karna akan melahirkan,ia mendongak kan kepala nya menatap langit yang terlihat cerah.
"Semoga hanya perasaan ku saja itu pasti tidak akan terjadi Erland tidak akan meninggalkan kami di sini"gumam Jasmine yang masih diliputi perasaan tidak enak semenjak semalam Erland pergi meninggalkan mereka kembali.
Meninggalkan taman Jasmine masuk ke dalam kamar anak-anak nya untuk menenangkan pikiran nya,ia duduk bersandar di sofa ruangan tersebut dan tersenyum menatap dinding kamar anak-anak nya,tak lama Jasmine tidur di atas sofa tersebut.
Malam hari di negara xxx Erland bersiap akan pulang ke markas nya karna sudah tidak sabar ingin pulang,pekerjaan nya sudah selesai dan perusahaan nya kembali normal,ia masuk ke dalam mobil milik nya segera melajukan nya dengan kecepatan sedang.
Saat melewati tikungan yang lumayan tajam di tepi jurang menuju ke markas mereka di tengah hutan sebuah mobil yang melaju kencang menghantam mobil milik Erland hingga berguling ke jurang bersamaan mobil yang menghantam mobil nya tersebut hingga menimbulkan suara ledakan.
Jalanan yang sepi tidak ada yang tahu tentang kejadian tersebut karna memang jalan yang jarang di lewati,sedangkan markas milik Erland yang berada di tengah hutan harus melewati jalan tersebut keluar masuk ke dalam hutan.
Lain hal nya dengan Jasmine yang langsung terbangun dari tidur nya menghapus keringat yang membanjiri dahi nya,perasaan nya semakin tidak enak membuat nya gelisah dan segera berdiri dari duduk nya mengambil ponsel untuk menghubungi Erland.
Berkali-kali ia menghubungi Erland namun tak kunjung masuk membuat nya semakin takut.
__ADS_1
"Tenang Jas mungkin ia sedang di jalan atau mengerjakan pekerjaan nya maka nya ponsel nya tidak bisa di hubungi"gumam Jasmine berpikir positif.
Perut besar nya merasakan mulas membuat ia mencengkram erat sandaran sofa yang tadi ia duduki.
"Sakit"rintih Jasmine merasakan sakit luar biasa dari perut nya.
"Tolong"teriak Jasmine agak keras sehingga membuat mereka yang berada di dalam rumah segera berlari ke arah sumber suara.
"Nona"ucap mereka berlari menghampiri Jasmine.
"Sakit"ucap Jasmine yang semakin merasakan sakit di perut nya.
"Cepat lakukan"ucap kepala pelayan ikut panik juga.
Mereka segera membawa Jasmine ke dalam mobil untuk di larikan ke rumah sakit tidak lupa membawa tas keperluan bayi nya yang sudah di siapkan jauh-jauh hari.
"Bertahan lah nona sebentar lagi kita akan sampai"ucap pelayan paru baya tersebut ikut menemani Jasmine sedangkan kepala pelayan yang duduk di depan bersama sopir menghubungi Erland dan keluar besar kedua nya namun hanya Erland yang tidak bisa di hubungi sama sekali membuat nya gelisah melirik Jasmine yang kesakitan di belakang.
__ADS_1
Sampai di rumah sakit Jasmine segera di bawa ke ruang bersalin sesuai keinginan nya yang ingin melahirkan normal.
"Dimana suami nona Jasmine"tanya dokter menatap kepala pelayan tersebut.
"Tuan sedang ada di negara xxx dok saya sudah menghubungi nya namun tidak bisa"ucap kepala pelayan.
"Keluarga yang lain nya"tanya dokter lagi.
"Sedang dalam perjalanan dok"ucap kepala pelayan.
Dokter tersebut mengangguk segera masuk kembali ke ruangan dimana Jasmine berbaring.
"Sudah siap nona ikuti instruksi saya"ucap dokter tersebut karna pembukaan nya sudah lengkap.
Jasmine mengangguk kan kepala mengerti berjuang melahirkan buah hati nya sendirian tanpa ada Erland dan keluarga nya di sisi nya.
Tangisan bayi bersahutan di ruangan tersebut membuat Jasmine tersenyum lega telah berhasil melahirkan ketiga buah hati nya dengan selamat.
__ADS_1
"Nona hebat sekali mereka pasti bangga mempunyai ibu seperti nona berjuang sendirian melahirkan mereka dan selamat mereka semua nya adalah laki-laki nona"ucap dokter tersebut tersenyum pada Jasmine membuat Jasmine ikut tersenyum namun di hati nya merasakan sakit karna Erland tidak ada di samping nya di saat ia harus berjuang hidup dan mati melahirkan buah hati mereka.