
Jasmine berjalan santai menuju lantai bawah di mana mereka masih menyerang satu sama lain tampa menyadari kehadiran Jasmine,sedangkan kedua anak buah Erland yang mengikuti Jasmine dari belakang menatap khawatir pada Key jika terjadi sesuatu pada Key habis lah sudah nyawa mereka di tangan Erland.
"Mari kita bermain"ucap Key dengan mata berbinar.
Ia pun ikut serta menyerang anak buah Erland yang menatap nya tak berkedip membuat Jasmine dengan senang hati mengayunkan kaki nya ke arah mereka satu persatu,ia mengambil belati di tangan nya menyerang mereka membuat goresan cukup dalam di tubuh mereka,darah segar terciprat ke tubuh Jasmine namun ia tidak peduli sama sekali.
Sementara anak buah Erland yang melihat Jasmine terkagum sekaligus takut jika sampai Erland mengetahui nya maka habis lah mereka membiar kan Jasmine ikut melawan,Jasmine sendiri merasa semangat menghajar mereka satu persatu seakan menjadi hiburan tersendiri untuk nya.
Di dalam rumah kepala pelayan menghubungi Erland mengatakan apa yang sedang terjadi di rumah.
Tut tut tut
"Hallo tuan"ucap kepala pelayan dengan takut-takut.
"Hmm"ucap Erland di seberang sana.
__ADS_1
"Katakan"ucap Erland langsung karna merasa ada sesuatu yang sedang terjadi.
"Rumah tuan tiba-tiba ada yang menyerang dan sekarang.."ucap kepala pelayan terpotong oleh Erland.
"Di mana Jasmine "tanya Erland dengan khawatir.
"Nona sedang ikut melawan mereka tuan"ucap kepala palayan.
Erland yang mendengar nya segera mematikan telpon nya.
"Baik tuan"ucap nya mengerti situasi segera pindah membiarkan Erland menyetir mobil mewah tersebut.
Erland pun segera melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh tanpa peduli dengan keadaan yang mungkin bisa membahayakan diri nya,namun bagi nya Jasmine lebih dari apa pun membuat nya melajukan mobil tersebut seperti orang kesetanan.
Di kediaman Erland sendiri Stev melihat Jasmine dari jauh membuat nya tersenyum tipis,ia segera berlari ke arah Jasmine yang masih melawan anak buah nya.
__ADS_1
Sementara orang kepercayaan Erland melihat ke hadiran Stev segera mendekati Jasmine untuk melindungi Jasmine karna ia tahu siapa Stev sebenar nya.
"Bawa nona masuk"ucap nya pada kepala pelayan yang mendekati mereka.
"Baik tuan"ucap nya patuh.
Jasmine yang sudah kelelahan pun segera masuk ke dalam bersama kepala pelayan tersebut,sedangkan anak buah Erland mencegah Stev yang ingin mengejar Jasmine kadua nya pun melawan satu sama lain membuat anak buah Erland tersenyum miring karna anak buah Erland hanya tinggal sedikit.
"Cih hanya orang lemah seperti mu berani mengganggu ketenangan tuan ku"ucap orang kepercayaan Erland pada Stev membuat emosi Stev meledak ia mengeluar kan pistol nya begitu pun dengan anak buah Erland.
"Turun kan senjata mu atau peluru dari pistol ku menembus kepala mu,kau terlalu bodoh membawa anak buah mu yang tak berguna mengusik ketenangan tuan kami"ucap nya pada Stev membuat Stev menatap sekeliling nya,benar anak buah nya hanya tingal tak lebih sepuluh orang sedangkan yang ia bawa lebih dari seratus orang.
Sialan ternyata mereka cukup kuat walaupun mereka tak sebanding dengan jumlah anak buah ku tapi kekuatan mereka tidak bisa di anggap remeh,batin Stev.
Ia mengeluarkan serbuk dari saku nya dan melemparkan nya ke arah anak buah Erland membuat mereka menutup mata,tak ingin tertangkap dan mati konyol ia melarikan diri bersama anak buah nya yang masih hidup meninggal kan kediaman Erland.
__ADS_1
Beda hal nya dengan Jasmine yang berada di dapur setelah minum kepala nya pusing membuat nya jatuh tak sadar kan diri,semua penjaga dan pelayan di rumah tersebut di buat panik melihat Jasmine yang tergeletak di lantai.