
Anak buah Erland segera melajukan mobil mereka berpencar untuk mengejar mobil yang membawa Jasmine dan Kania pergi salah satu dari mereka segera menghubungi Erland.
tut tut tut
"Katakan"ucap Erland datar walaupun pelan karna ia masih ada di dalam kelas dan kebetulan kursi nya ada di belakang pojok.
"Bos gawat mereka berhasil menculik nona Jasmine dan Kani"ucap anak buah tersebut dengan takut.
Brukk
Erland langsung memukul kuat meja yang ada di depan nya,tanpa sepatah kata apa pun ia mengambil tas milik nya dan berlari keluar dari kelas nya menuju parkiran di mana motor nya.
Ia segera melajukan nya dengan kecepatan tinggi untuk mencari Jasmine.
"Jika kau berani menyentuh Jasmine ku maka nyawa mu sendiri taruhan nya"gumam Erland dengan mata memerah.
Dengan cepat ia mengambil ponsel nya dan melihat di mana lokasi Jasmine saat ini dari cincin yang ia berikan sekaligus untuk melihat kondisi Jasmine karna ia meletak kan kamare pantul kecil di dalam nya yang bisa ia lihat sekeliling.
"Kau berani membius wanita ku sampai pingsan begitu"gumam Erland.
Ia segera menyimpan kembali ponsel nya dan kembali melajukan motor nya dengan cepat karna ia sudah mengetahui keberadaan Jasmine.
Tak lama mobil yang membawa Jasmine berhenti di sebuah rumah sederhana yang jauh dari kota tepat di pinggir hutan pebatasan dengan kota lain,mereka membawa Jasmine ke dalam rumah tersebut di mana Airen menunggu.
"Kerja bagus letak kan dia di kamar"ucap Airen menatap Jasmine dengan senyum puas.
"Baik tuan"ucap mereka segera membawa Jasmine ke kamar.
__ADS_1
"Bagaimana dengan teman nya"tanya Airen.
"Mereka membawa nya ke tempat yang lain"ucap anak buah Airen membuat Airen tertawa senang.
"Sekarang kalian boleh pergi dari sini"ucap Airen.
"Baik tuan"ucap mereka segera keluar dari rumah tersebut berjaga di depan gerbang rumah.
"Akhir nya kau akan menjadi milik ku Jasmine tunggu aku"ucap Airen dengan senyum manis nya.
Ia masuk ke dalam kamar di mana Jasmine berada masih dalam keadaan pingsan,Airen mendekati ranjang dan melihat wajah Jasmine lekat.
"Kau sungguh cantik"gumam Airen mengelus pipi Jasmine.
Saat ia akan berbuat lebih untuk memilik Jasmine telpon nya berbunyi membuat ia harus menunda dan keluar dari kamar tersebut untuk mengangkat telpon penting.
Dari kejauhan Erland yang sudah sampai di dekat rumah tersebut mata nya menggelap melihat apa yang ingin Airen terhadap Jasmine tanpa membuang waktu ia segera berlari membawa pistol yang selalu ia bawa ke mana pun menembaki anak buah Airen yang berjaga.
Suara tembakan terdengar nyaring dan cepat membuat anak buah Airen yang belum siap mati tertembak,Erland tak membuang waktu nya karna ia merupakan sniper handal jadi mudah untuk nya membidik mereka dari jarak jauh.
Setelah semua nya mati tak tersisa Erland masuk ke dalam rumah tersebut untuk mencari di mana keberadaan Jasmine.
"Wah wah wah ternyata ada tamu tak di undang"ucap Airen.
"Cih menjijik kan"ucap Erland dengan nada dingin serta mata menajam.
Mendengar ucapan Erland yang menghina nya Airen segera berlari cepat ke arah Erland karna ia yakin mudah untuk mengalah kan Erland,sedang kan Erland menyeringai menyeram kan.
__ADS_1
Bruk
Erland dengan cepat menendang perut Airen sebelum sampai ke arah nya membuat Airen terjungkal ke belakang.
"Cuma segitu"ucap Erland dengan senyum remeh membuat Airen murka.
"Mati kau"teriak Airen kembali berdiri ia segera memukul Erland bertubi-tubi namun tak ada satu pun yang mengenai Erland.
"Sekarang giliran ku"gumam Erland.
"Kau berani menyentuh Jasmine ku dengan tangan ini bukan"ucap Erland dingin mematah kan tangan Airen.
Krekkk
"Kau berani menculik nya dari ku"ucap Erland mendang kuat perut Airen hingga terhempas ke dinding.
Brukk
Erland menendang dan meninju Airen membabi buta saat ia teringat bagaimana Airen ingin meleceh kan Jasmine nya walupun tidak jadi.
"Mati lah kau di tangan ku"ucap Erland ingin menendang kuat perut Airen kembali yang sudah tergeletak tak berdaya namun di hentikan oleh Jasmine yang mendengar dan melihat semua nya.
"Erlanddd"ucap Jasmine setengah berteriak membuat Erland menoleh ke arah Jasmine.
Dengan cepat Jasmine berlari ke arah Erland dan memeluk nya.
"Jangan membunuh nya aku tidak mau tangan mu kotor jika membunuh nya"ucap Jasmine namun Erland hanya diam saja menatap tajam tubuh Airen yang sudah tak berdaya jika saja Jasmine tak ada mungkin ia sudah membunuh Airen namun ia urung kan karna tidak mau Jasmine takut terhadap nya.
__ADS_1