
Kini Dara dan Arka sudah sah menjadi pasangan suami istri,wajah bahagia tergambar jelas di wajah mereka begitu pun dengan keluarga mereka masing-masing,tak jauh dari sana ada Sasa dan Manda yang belum juga mampu menemui Dara, tak ingin mengacaukan pesta tersebut Sasa menarik tangan Manda untuk keluar dari hotel tersebut.
"Mama harap kau mengiklaskan Arka sayang biarkan kakak mu bahagia,kau juga pasti akan bahagia dengan orang yang mencintai dan menerima mu dengan tulus"ucap Sasa pada Manda saat kedua nya sudah ada di dalam mobil dengan Sasa yang mengemudikann nya.
"Apa akan ada lelaki yang mau menikah dan menerima wanita hamil diluar nikah seperti,wanita yang tidak bisa menjaga diri nya sendiri"ucap Manda dengan menahan isak tangis nya.
Vino telah memperingati kedua nya agar jangan menggangu Dara dan membiarkan Dara bahagia bersama Arka,ia mengingat kan Manda jika Arka tidak mencintai nya dan tidak akan bisa memaksa kan Arka untuk menikahi dan mencintai nya,begitu pun dengan Sasa yang juga ia ingatkan jika bukan hanya Manda putri mereka tetapi juga Dara,ia begitu kecewa terhadap kedua wanita tersebut yang tidak juga berubah membuat Vino mengawasi mereka agar tidak mengacaukan pesta pernikahan Dara.
Setelah Vino menasehati kedua nya dengan keras dan juga sedikit mengancam kedua nya barulah mereka sadar akan perbuatan mereka,Vino yang khawatir jika kedua nya akan membuat masalah di pesta pernikahan Dara tidak mengizinkan mereka ikut bersama nya,biar lah ia sendiri yang mengantarkan putri nya tersebut dan memastikan jika Dara menikah tanpa ada hambatan apapun.
"Kau harus semangat menjalani hidup mu nak,kau tidak sendirian ada mama dan bayi yang ada di kandungan mu yang akan selalu ada untuk mu,jadi mama mohon jangan berbuat hal yang nekad lagi"ucap Sasa karna setelah kepergian Dara ia mencoba bunuh diri karna tidak sanggup harus hidup dengan keadaan seperti itu,hamil di luar nikah bagaimana nanti ia merawat anak tersebut di usia nya yang masih muda.
Manda hanya diam saja mendengar ucapan Sasa hingga mereka tiba di rumah dimana Vino sudah sampai lebih dulu.
"Kalian dari mana"tanya Vino datar.
"Dari acara pernikahan kak Dara"ucap Manda membuat wajah Vino semakin datar.
Ia meninggalkan kedua wanita tersebut dan memilih masuk ke ruang kerja nya,bukan nya ia tidak menyanyai kedua nya hanya saja ia ingin mereka berdua berubah maka dari itu ia bersikap datar kepada kedua nya,Sedangkan Sasa dan Manda yang melihat perubahan Vino menunduk sedih apalagi Sasa ia merasa tidak becus menjadi seorang istri dan ibu yang adil untuk kedua anak nya sehingga salah satu putri nya merasakan kecewa yang besar di tambah Vino yang bersikap datar pada nya.
"Ma"ucap Manda pelan melihat Sasa menangis.
"Semua nya salah mama andai saja mama bisa bersikap adil pada kalian pasti semua ini tidak akan terjadi"ucap Sasa menangis menyesali perbuatan nya.
"Kita bisa meminta maaf pada kak Dara ma"ucap Manda yang ikut merasa bersalah juga karna keegoisan nya.
"Mama belum sanggup melihat mata nya yang terlihat kecewa pada mama"ucap Sasa membuat Manda terdiam.
__ADS_1
"Mama sebaik nya istirahat jangan banyak pikiran nanti mama malah sakit"ucap Manda.
"Iya nak,,kau juga jangan lelah kasihan bayi mu"ucap Sasa di angguki Manda.
Kedua nya pun masuk ke dalam kamar masing-masing untuk istirahat,sementara di hotel pesta masih berlangsung para tamu undangan datang silih berganti seperti tak ada habis nya.
"Kau lelah sayang"tanya Arka melihat Dara sedari tadi diam.
"Iya aku juga haus"ucap Dara pelan.
"Tunggu di sini aku akan mengambil minum untuk mu"ucap Arka meninggalkan Dara sebentar.
Sementara Dara menatap ke seluruh penjuru untuk mencari seseorang yang sedari tadi ia harapkan kedatangan nya,namun lagi-lagi ia harus kecewa tidak menemukan Sasa datang hanya Vino saja yang datang menemani nya di hari pernikahan nya.
Mungkin mama masih marah karna Arka dan Manda tidak menikah maka nya dia tidak hadir di sini,mengapa nasib ku harus seperti ini,batin Dara menghapus air mata nya yang tiba-tiba keluar.
"Aku hanya kelilipan saja"ucap Dara tidak ingin orang lain mengetahui suasana hati nya.
"Kau tidak berbohong kan"tanya Arka menatap lekat Dara.
"Iya"ucap Dara tersenyum tipis untuk meyakinkan Arka meski hati nya meminta maaf karna sudah berbohong,bukan nya tidak ingin jujur ia tidak mau di hari bahagia nya ada air mata kesedihan.
"Akhir nya kalian menikah juga,selamat untuk kalian semoga bahagia selama nya"ucap Kania baru saja datang bersama Rey membuat Dara tersenyum lebar.
"Aku kira kau tidak akan datang,terimakasih sudah hadir"ucap Dara memeluk Kania.
"Tentu saja aku akan hadir di acara bahagia sahabat ku"ucap Kania membalas pelukan Dara.
__ADS_1
"Ck kau melupakan ku nona"ucap Jasmine mengendus kesal pada Kania karna bukan ia yang pertama di temui Kania.
"Jasmine aku sangat merindukan mu"ucap Kania heboh dan memeluk Jasmine.
"Merindukan apanya kau malah tidak menemuiku lebih dulu"ucap Jasmine kesal membuat yang lain terkrkeh.
"Uluh uluh si mommy muda sedang kesal"goda Kania mencolek dagu Jasmine.
"Tau ah"ucap Jasmine semakin kesal karna Kania malah menggodanya.
"Keponakan tampan ku itu pada kemana"tanya Kania tak melihat sikembar.
"Di sana bersama mommy dan mama"tunjuk Jasmine dengan dagu nya dimana Jessica dan Dea memamerkan ketiga cucu tampan mereka pada teman sosialita mereka.
"Astaga kasihan sekali ketiga keponakan ku itu"ucap Kania meringis melihat ibu-ibu tersebut mencubit dan menciumi pipi dari ketiga nya.
"Kenapa kau baru datang sekarang bukan nya kemaren"tanya Jasmine pada Kania setelah kedua nya turun dari pelaminan tersebut karna masih ada tamu yang ingin mengucapkan selamat pada pengantin tersebut,maklum saja Arka adalah seorang CEO muda yang terkenal maka dari itu tidak heran jika para kolega perusahaan berdatangan.
"Aku masih ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan maka nya baru sampai sekarang"ucap Kania pada Jasmine.
"Friska kemana"tanya Kania tidak melihat Friska.
"Sebentar lagi dia akan datang tadi ada urusan dengan Jerry sebentar"ucap Jasmine di angguki Kania.
"Kalian kapan akan menyusul mereka berdua"tanya Jasmine pada Kania.
"Sebentar lagi"ucap Rey tiba-tiba datang.
__ADS_1
"Jangan lama-lama Rey kasihan sahabat ku ini jika kau terus mengucapkan janji palsu"ucap Jasmine pada Rey membuat Rey terkekeh karna sudah berapa kali Jasmine menanyakan hal itu pada mereka semua dan jawaban nya sama yaitu sebentar lagi.