
Jasmine pun membuka mata nya pelan,dengan malas ia memakan roti bakar yang sudah di siap kan Erland karna memang masih mengantuk ia makan sambil memejam kan mata yang masih terasa berat sedangkan Erland menggeleng kan kepala nya melihat Jasmine.
"Sayang apa kau tidak ingin jalan-jalan lagi"tanya Erland.
"Nanti siang saja biar kan aku tidur dulu kau membuat ku tidur ku lama belum lagi tadi siang kita berkeliling"gerutu Jasmine.
"Hehehe maaf kan aku yah"ucap Erland mengelus kepala Jasmine.
"Aku sudah selesai"ucap Jasmine berjalan pelan menuju kamar mandi sambil membawa selimut membuat Erland tertawa.
"Jangan tertawa ini juga ulah mu"ucap Jasmine ketus.
"Sini aku bantu"ucap Erland segera menggendong Jasmine ke kamar mandi,ia menduduk kan Jasmine di atas closet lalu mengisi air hangat di dalam batup tidak lupa ia memberikan aromatrapi di dalam nya.
"Kau tunggu di luar saja aku akan mandi sendiri"ucap Jasmine.
"Baik lah"ucap Erland segera keluar dari kamar mandi menunggu Jasmine di luar.
__ADS_1
Sedangkan Jasmine membuka selimut yang menutupi tubuh polos nya,ia bisa melihat hampir seluruh tubuh nya penuh dengan tanda merah membuat pipi nya memerah malu dengan cepat ia masuk ke dalam batup untuk berendam.
Beda hal nya dengan Erland yang membuka sprei yang masih menyisakan noda darah,senyum lebar tercetak di bibir nya ia mengganti sprei tersebut dengan yang baru.
Tak lama Jasmine keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono,bibir nya mengerucut kesal melihat Erland membuat Erland terkekeh geli karna ia tahu apa yang membuat Jasmine kesal pada nya.
"Kenapa dengan bibir mu sayang minta di cium"goda Erland membuat Jasmine melempar handuk yang di tangan nya.
"Di cium dengkul mu"ketus Jasmine.
"Lalu"ucap Erland pura-pura polos.
Selesai ia berjalan menuju meja rias sambil merilik sinis ke arah Erland yang senyum-senyum tak jelas menatap nya.
"Astaga apa yang kau perbuat pada ku"ucap Jasmine terkejut menatap diri nya di cermin terlihat jelas tanda memerah di leher nya.
"Aku tidak tau"ucap Erland berjalan ke balkon kamar menghindari Jasmine yang mungkin semakin kesal pada nya,jika terus begitu nanti malam aku tidak akan dapat jatah dari nya,pikir Erland.
__ADS_1
"Kauu.."ucap Jasmine terhenti tidak tau mengatakan apa lagi ia kira hanya di tubuh nya saja agar tidak terlihat ternyata ia salah.
Jasmine kembali membuka baju nya dan mengganti nya dengan baju yang leher nya panjang agar tanda merah yang di buat Erland tak terlihat,mau taruh di mana muka ku jika orang lain lihat,pikir nya.
Setelah mengganti nya masih ada juga yang terlihat membuat Jasmine mengendus kesal,ia pun mengambil Foundation untuk menutupi nya setelah selesai Jasmine tersenyum tipis.
"Sudah selesai"ucap Erland menghampiri Jasmine.
"Seperti yang kau lihat"ucap Jasmine ketus.
"Ayo keluar"ucap Erland menggandeng tangan Jasmine keluar apartemen.
"Bisa tidak jalan nya pelan saja"ucap Jasmine karna merasa bagian bawah nya ngilu jika berjalan cepat.
Erland yang mengerti segera menggendong Jasmine membuat Jasmine terkejut.
"Turun kan aku"ucap Jasmine.
__ADS_1
"Diam lah aku hanya tidak mau kau tambah kesakitan jika berjalan,maaf kan aku membuat mu begini"ucap Erland merasa bersalah karna menyakiti Jasmine.
"Tidak papa nanti sakit nya juga akan hilang sendiri"ucap Jasmine dengan tersenyum,ahh betapa beruntung nya ia memiliki suami seperi Erland meski umur mereka terpaut beberapa tahun tapi Erland sangat dewasa dan selalu mengutamakan diri nya.