MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 396


__ADS_3

Jasmine masih mengejar mobil yang membawa Bintang pergi hingga akhir nya di tekungan cukup curam dan juga lumayan sepi Jasmine melajukan motor tersebut hingga ia dapat mengejar mobil itu,Jasmine menghentikan motor nya tepat di depan mobil yang menculik Bintang.


"Keluar"ucap Jasmine dingin mengetuk pintu mobil tersebut setelah ia turun dari atas motor.


Sementara di dalam mobil Bintang sudah menangis ketakutan di tambah orang yang menculik nya mengeluarkan sentaja tajam saat Jasmine mendekati mobil membuat nya khawatir terhapadap Jasmine.


"Keluar saja bos dia hanya seorang wanita lagian bukan kah wanita itu menyuruh kita untuk menculik nya juga jadi sekalian saja"ucap anak buah yang di panggil bos tersebut.


"Benar bos ia hanya sendiri dan kelihatan nya masih cantik jadi kita bisa bermain sebentar dengan nya sebelum kita menyerahkan nya"ucap anak buah satu hya lagi.


"Kalian benar ayo keluar dan kita bawa dia ke sini untuk bersenang-senang"ucap bosa tersebut segera keluar dari dalam mobil.


Jasmine yang melihat hal tersebut tersenyum tipis,ia melihat ke arah Bintang agar segera keluar dari dalam mobil saat ketiga penculik tersebut turun dari dalam mobil dan di angguki Bintang yang diam-diam keluar juga dari dalam mobil.


"Kenapa kau menghalangi jalan kami cantik"ucap sang bos menatap mesum ke arah Jasmine.


"Tentu saja mengajak kalian untuk bersenang-senang sudah lama aku tidak melakukan nya,jadi apakah kalian ingin bersenang-senang dengan ku"ucap Jasmine memasang senyum manis nya yang langsung di sambut anggukan bahagia dari ketiga nya mendengar kata bersenang-senang dari Jasmine.


"Hahaha tawaran mu sangat menggiurkan cantik tentu saja dengan senang hati kami menerima tawaran mu itu"ucap nya menatap Jasmine dengan tatapan lapar.


"Kalau begitu ayo mendekat tetapi satu-satu orang lebih dulu bukan kah itu lebih menyenangkan"ucap Jasmine lagi.


"Baiklah cantik"ucap sang bos mendekat ke arah Jasmine.


Jasmine yang tadi nya tersenyum manis kini berubah menyeringai kejam menatap bos dari kedua nya mendekati nya,saat dia satu langkah lagi menggapai Jasmine kaki Jasmine lebih dulu mendarat di selangkang sang bos tersebut.


Brukk


Teriakan kesakitan terdengar jelas dari sang bos karna Jasmine menendang nya tidak lah main-main,ia sekuat tenaga menendang nya hingga teriakan menggema di jalan yang sepi tersebut,tak lama pria yang di panggil bos tersebut pingsan.


"Sekarang giliran kalian berdua"ucap Jasmine dingin.


"Berani nya kau melukai bos kami"ucap anak buah satu nya mengambil pisau dari balik jaket nya dan berlari menyerang Jasmine.

__ADS_1


Sedangkan Jasmine yang tidak membawa apa pun hanya menggunakan kaki dan tangan nya untuk menyerang balik,ia menendang tangan pria tersebut yang memegang pisau di tangan nya hingga pisau tersebut terlempar jauh.


Bruk


Bruk


Krakk


Jasmine memukul dan menendang kedua nya membabi buta saat penculik yang kedua mendekat ke arah nya.


"Kalian berani nya menculik anak ku"ucap Jasmine dingin mematahkan tangan pria tersebut.


Krakk


"Katakan siapa yang menyuruh kalian"ucap Jasmine menginjak kaki penculik kedua karna yang pertama sudah pingsan juga saat ia menendang kuat alat vital nya.


"Seorang wanita"ucap nya kesakitan karna Jasmine menginjak kaki nya dengan kuat.


"Mommy"panggil Bintang yang bersembunyi di belakang mobil tersebut dan melihat Jasmine.


"Sini sayang Bintang naik ke atas motor itu"ucap Jasmine menatap Bintang hingga ia tidak sadar jika pria tersebut diam-diam mengeluarkan pisau kecil dari balik jaket nya juga.


"Awas mom"teriak Bintang saat pria tersebut bangkit dari duduk nya hingga Jasmine tidak sempat menghindar.


Jlebb


Pisau tersebut menancap di perut rata Jasmine membuat mata Jasmine melotor,ia menatap pria tersebut dan dengan sekuat tenaga Jasmine menendang kepala pria tersebut dengan kuat.


Setelah pria tersebut pingsan Jasmine juga ambruk di tanah,Bintang berlari ke arah Jasmine dan memeluk Jasmine dengan erat.


"Mommy"ucap Bintang menatap Jasmine dengan air mata yang terus mengalir melihat darah sudah banyak keluar dari perut Jasmine.


"Jagoan mommy tidak boleh menangis yah"ucap Jasmine tersenyum tipis dan menghapus air mata Bintang.

__ADS_1


Sementara di butik Jessica sudah panik melihat hal tersebut,ia segera menelpon Erland dan menceritakan semua nya,Erland sendiri yang mendengar hal tersebut segera berlari keluar dari ruangan nya menuju lift,ia sangat khawatir kepada Jasmine dan Bintang.


"Aku harap kalian baik-baik saja"ucap Erland pelan.


Ia segera mengeluarkan ponsel nya dan melacak di mana keberadaan Jasmine lewat kalung yang ada di leher Jasmine setelah lift terbuka Erland kembali berlari keluar dari perusahaan masuk ke dalam mobil milik nya,ia melajukan nya dengan kecepatan tinggi ke lokasi di mana Jasmine saat ini berada.


"Cari siapa dalang yang telah berani menculik anak ku jika terjadi sesuatu pada anak atau istri ku aku akan membunuh nya"ucap Erland dingin pada orang kepercayaan nya.


Ia segera mematikan sambungan telpon tersebut tanpa mendengar jawaban dari orang kepercayaan nya,mobil Erland sudah sampai di tempat tujuan.


"Bintang"teriak Erland melihat anak nya sedang menangis ia segera berlari mengahampiri Bintang.


Tubuh nya melemas seketika melihat wanita yang ia cintai di penuhi darah di perut nya dalam keadaan sudah pingsan.


"Daddy cepat tolong mommy dad"ucap Bintang menangis sesegukan karna sedari tadi ia berteriak minta tolong namun tidak ada yang mendengar atau pun lewat karna jalan tersebut sangat sepi.


"Bintang masuk ke mobil"ucap Erland mengangkat tubuh Jasmine masuk ke dalam mobil di ikuti Bintang dari belakang.


Erland melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit,ia sangat takut,panik dan khawatir melihat Jasmine.


"Bintang jangan menangis ya nak mommy pasti baik-baik saja"ucap Erland pada Bintang walaupun diri nya sendiri panik.


Bintang tidak menjawab sama sekali hanya mengangguk sesekali melihat Jasmine kebelakang berharap Jasmine sadar.


Mobil Erland sampai di rumah sakit,ia segera menggendong Jasmine masuk ke dalam di belakang nya ada Bintang.


"Selamat kan istri ku jika terjadi sesuatu pada nya rumah sakit ini akan aku ratakan"ucap Erland dingin pada dokter yang akan menangani Jasmine.


"Kami akan melakukan semampu kami tuan"ucap para dokter tersebut.


Mereka memasuk kan Jasmine ke ruang UGD untuk segera di tangani,sementara Erland menggendong Bintang yang masih saja menangis sedari tadi.


Kau harus selamat sayang,jangan tinggalkan aku dan ketiga putra kita,batin Erland menatap pintu ruangan Jasmine yang tertutup rapat.

__ADS_1


__ADS_2