
Erland segera memeluk Jasmine dengan erat jika saja terlambat sedikit ia pasti tidak akan bisa memaaf kan diri nya sendiri.
"Kita pulang sekarang"ucap Erland dengan lembut membuat Jasmine mengangguk.
Erland segera membawa Jasmine pergi rumah tersebut sebelum benar-benar pergi Erland menatap anak buah nya yang tak jauh dari nya,ia mengangguk kan kepala ny sedikit membuat anak buah nya mengerti.
"Kania di mana Kania"tanya Jasmine saat mereka sudah ada di dekat motor Jasmine.
"Tenang lah dia sudah aman bersama anak buah ku"ucap Erland menggenggam tangan Jasmine.
"Kita pulang sekarang aku ingin melihat nya dan memastikan nya"ucap Jasmine.
Erland mengangguk dan segera naik ke atas motor milik nya begitu pun dengan Jasmine,Sementara Kania yang juga sudah aman karna anak buah Erland tidak sebanding dengan anak buah Airen jadi mudah bagi mereka menghabisi anak buah Airen.
Sepanjang jalan Jasmine hanya diam saja tidak berbicara sepatah kata pun membuat Erland menghentikan motor nya di tepi jalan.
"Kenapa diam saja"tanya Erland.
"Apa dia benar-benar melecehkan ku"tanya Jasmine karna ia sempat mendengar kan ucapan Erland kepada Airen.
"Tentu saja tidak"ucap Erland cepat.
__ADS_1
"Syukurlah aku sangat takut"ucap Jasmine bernafas lega membuat Erland tersenyum tipis.
Erland segera melajukan motor nya hingga ke rumah di mana Kania sudah menunggu Jasmine,sampai di rumah Jasminen segera turun dari motor dan masuk ke dalam.
"Kaniaa"ucap Jasmine memeluk Kania erat.
"Kau tidak papa kan"ucap Kania membalas pelukan Jasmine.
"Aku tidak papa"ucap Jasmine.
"Bagaimana dengan mu"tanya Jasmine melepas pelukan nya.
Sedangkan Erland yang masih di luar menerima telpon dari anak buah nya membuat ia menyeringai.
"Kembali ke markas obati yang terluka"ucap Erland datar lalu mematikan telpon nya.
"Kalian ingin mencoba bermain dengan ku rupa nya"gumam Erland.
Ia baru saja mendapat telpon dari anak buah nya jika ada seseorang yang datang membantu Airen ke sana dengan membawa cukup banyak anak buah setelah kepergian Erland dan Jasmine,mereka membawa Airen pergi sebelum anak buah Erland membunuh Airen.
Erland pun masuk ke dalam membiar kan Jasmine dan Kania di ruang tamu,ia menuju kamar nya untuk berganti pakai an dengan baju santai karna ia tidak pergi ke sekolah lagi,setelah itu ia keluar dari kamar nya.
__ADS_1
"Kau mau kemana"tanya Jasmine melihat Erland ingin keluar.
"Ada urusan sebentar"ucap Erland.
"Untuk sementara waktu jangan keluar jika tidak bersama ku"ucap Erland memperingati kedua nya karna ia tidak mau kejadian barusan terulang lagi.
"Baik lah"ucap Jasmine patuh.
Erland pun segera pergi meninggal kan rumah menuju gedung perusahaan yang baru saja di dapat anak buah nya untuk ia memulai membuka perusahaan baru.
Tak butuh waktu lama Erland sampai di tempat yang di tuju di mana anak buah nya ada.
"Bagaimana tuan"tanya anak buah Erland.
"Cukup bagus"ucap Erland melihat gedung bertingkat di depan nya.
"Renovasi untuk ruangan ku seperti biasa"ucap Erland.
"Baik tuan"ucap anak buah Erland mengerti.
"Dalam waktu dekat ini harus selesai"ucap Erland segera pergi meninggal kan tempat tersebut menuju markas untuk melihat siapa yang telah membantu Airen yang berani ikut campur dalam urusan nya.
__ADS_1