MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 389


__ADS_3

Hari ini Jasmine dan Erland pindah ke rumah baru mereka yang begitu luas,Erland sengaja tidak membeli rumah yang berlantai dua dan memilih memiliki rumah berlantai satu namun luas besar karna takut anak-anak nya akan jatuh jika naik turun tangga,jika menggunakan lift ia takut suatu saat terjadi masalah dan anak-anak terjebak di dalam sana maka dari itu ia tidak membeli rumah berlantai dua ataupun tiga.


"Aku tidak mau memikili banyak pelayan"ucap Jasmine pada Erland.


"Mereka hanya membantu membersihkan rumah sayang"ucap Erland agar semua pekerjaan rumah tidak di kerjakan oleh Jasmine.


"Hanya tiga tidak boleh lebih"ucap Jasmine di angguki Erland dari pada tidak masa sekali pikir nya.


"Dad kapan kami kembali sekolah"tanya Bintang.


"Besok daddy akan mengurus nya"ucap Erland di angguki Bintang.


"Mereka masuk ke sekolah milik ku saja"ucap Jasmine karna ia mempunyai sekolah yang di berikan Aksa untuk nya di mana sekolah tersebut sekolah termewah dan mahal di kota itu.


Sekolah itu ada tingkatan playground hingga SMA,bahkan Jasmine memiliki sebuah universitas yang juga termasuk universitas terbaik di kota itu.


"Baiklah tapi hanya orang kepercayaan mu saja yang mengetahui jika mereka putra kita"ucap Erland di angguki Jasmine karna ia mengerti apa maksut yang di katakan oleh Erland.


"Kau tidak ke kantor"tanya Jasmine melihat Erland masih santai di dekat nya.


"Besok saja, hari ini aku akan menemani kalian membeli perlengkapan sekolah"ucap Erland.


"Alasan"cibir Jasmine membuat Erland terkekeh.


"Mom ponsel mommy berdering"teriak Angkasa.


"Tolong bawa kemari sayang"teriak Jasmine juga membuat Erland menutu telinga nya.


Angkasa datang membawa ponsel Jasmine dengan berlari dan memberikan nya pada Jasmine.


"Terimakasih sayang"ucap Jasmine pada Angkasa.


"Hallo mom"ucap Jasmine karna yang menelpon nya Jessica.


"Kalian sudah sampai"tanya Jessica di seberang sana.


"Sudah mom"ucap Jasmine.


"Mommy dan Dea akan datang,bukan kah cucu mommy akan masuk sekolah jadi mommy dan Dea akan menjemput mereka untuk membeli perlengkapan sekolah mereka"ucap Jessica membuat Jasmine menatap Erland dan di angguki Erland.


"Iya mom aku akan menunggu kalian datang"ucap Jasmine dan mematikan telpon nya.


"Jika mereka bertiga pergi kita berdua juga akan pergi berkencan"ucap Erland dengan wajah bahagia.

__ADS_1


"Berkencan itu apa dad"tanya Angkasa yang masih ada di tengah kedua nya.


"Anak kecil tidak akan mengerti,,itu urusan orang tua"ucap Erland membuat Angkasa kesal.


"Bintang,,Galaksi"panggil Jasmine.


"Iya mom"teriak Galaksi dari arah ruang keluarga.


"Sini dulu momy mau bicara sesuatu"ucap Jasmine.


Tak berapa lama Galaksi dan Bintang sudah ada di depan Jasmine.


"Ada apa mom"tanya Bintang.


"Nenek akan datang ke sini menjemput kalian kata nya ingin mengajak kalian membeli perlengkapan sekolah,kalian tidak masalah pergi dengan nenek"tanya Jasmine.


"Mommy mau kemana"tanya Bintang.


"Mommy dan daddy pergi berkencan"ucap Angkasa membuat kening Galaksi dan Bintang mengerut bingung karna tidak mengerti.


"Jangan di pikirkan jika kalian besar nanti kalian akan tahu"ucap Erland.


"Ayo ke kamar mommy bantu ganti baju"ucap Jasmine di angguki ketiga nya.


"Sayang"panggil Arka dengan manja.


"Ada apa"tanya Dara menatap lembut mantan kekasih nya yang sekarang berubah menjadi suami nya.


"Tidak ada"ucap Arka memeluk Dara dari samping dan menyenderkan kepala nya di bahu istri nya.


"Manja"ucap Dara mengelus kepala Arka.


"Aku manja hanya dengan istri ku saja"ucap Arka membuat Dara terkekeh.


"Seperti nya kita akan pulang cepat dari waktu yang kita buat"ucap Dara membuat Arka menoleh.


"Kenapa"tanya Arka.


"Mama sedang sakit aku khawatir dengan keadaan nya"ucap Dara karna baru saja mendapat telpon dari Vino.


"Kita pulang sekarang"ucap Arka tidak ingin membuat istri nya sedih dan khawatir.


"Kau tidak papa kan"tanya Dara merasa bersalah karna mereka baru saja seminggu di negera tersebut.

__ADS_1


"Tentu saja tidak keadaan mama Sasa lebih penting,,jika ada waktu kita akan berlibur lagi"ucap Arka mengusap pelan kepala Dara.


"Terimakasih"ucap Dara memeluk Arka.


Kedua nya pun bersiap akan pulang dari bulan madu mereka yang masih tertinggal satu minggu lagi.


Di rumah Vino keadaan Sasa sedang tidak baik-baik saja setelah ia menatap mata Dara yang terpancar kan kekecewaan mendalam membuat nya terus di hantui rasa bersalah karna tidak adil untuk kedua putri nya membuat ia jatuh sakit.


"Pa"panggil Manda yang masih takut pada Vino karna Vino masih bersikap datar pada nya dan mama nya.


"Ada apa"tanya Vino tanpa menatap ke arah Manda.


"Maafkan Manda pa"ucap Manda pelan dengan menunduk.


"Jangan meminta maaf pada papa meminta maaf lah pada kakak mu karna kalian yang telah terlalu membuat nya kecewa,setelah apa yang kalian katakan pada nya"ucap Vino meninggalkan kamar nya dan Sasa.


Sasa terisak kecil mendengar ucapan Vino,gara-gara keegoisan nya hubungan dam Vino merenggang bahkan setelah kejadian dimana ia meminta Arka agar menikahi Manda,Vino tidak lagi satu kamar dengan nya dan memilih tidur di kamar tamu atau di ruang kerja nya,sikap nya pun berubah datar tidak seperti dulu yang selalu lembut.


"Maafkan Manda ma,semua ini salah Manda"ucap Manda memeluk Sasa dan menangis.


"Semua sudah terjadi,,jika saja mama bisa mengulang waktu mama ingin merubah semua ini"ucap Sasa.


Vino yang mendengar nya hanya terdiam,hati nya sedih melihat tangisan istri nya namun ia juga masih kecewa terhadap Sasa yang tidak juga berubah setelah beberapa kali ia menasehati nya hingga kekecewaan itu bertambah.


Maafkan aku telah membuat mu menangis namun rasa kecewa ini masih belum bisa aku hilangkan,Dara juga putri kita bagaimana bisa kau mengecewakan putri mu sendiri,batin Vino.


Tak ingin mendengarkan tangisan itu lagi Vino memilih pergi ke ruang kerja nya menyibuk kan diri nya dengan bekerja.


Pada saat malam tiba Arka dan Dara sudah sampai di rumah Vino dari bandara kedua nya langsung menuju rumah Vino.Dara membuka pintu dan masuk ke dalam di ikuti Arka dari belakang nya.


"Non Dara"ucap pelayan melihat kehadiran Dara.


"Papa dimana bi"tanya Dara.


"Tuan ada di ruang kerja nya non"ucap pelayan tersebut.


Dara mengangguk segera berjalan menuju ruang kerja Vino,ia membuka pintu tersebut membuat Vino memoleh.


"Daraa"ucap Vino berdiri dan melangkah memeluk putri sulung nya.


"Papa"ucap Dara pelan membalas pelukan pria yang selalu ada untuk nya sedari lahir.


"Bagaimana keadaan mama pa"tanya Dara.

__ADS_1


"Sudah lebih baik tadi dokter memeriksa nya hanya butuh istirahat saja"ucap Vino membuat Dara bernafas lega,bagaimana pun Sasa adalah ibu yang paling ia sayangi walaupun selalu membuat nya kecewa namun di lubuk hati nya paling dalam ia sangat menyayangi wanita tersebut.


__ADS_2