MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
#12


__ADS_3

Bella dan kedua sahabatnya memutuskan untuk menonton drama kesukaan mereka.


Karna cuacanya sangat panas, Bella ingin ice cream tapi Bella malas keluar.


Dan akhirnya Bella memutuskan untuk menelfon Al.


Tuttt..Tutt..Tutt..


"Hallo sayang."ucap Al di sebrang telfon.


"Sayang aku mau ice cream." rengek Bella pada Al.


"Ya sudah kamu tunggu saja di rumah pesanan kamu bakalan sampai sayang."ujar Al.


"Kamu serius sayang." ucap Bella.


"Aku serius sayang."ujar Al.


"Ya udah aku tunggu ya." ujar Bella dengan girang.


"Ya udah aku tutup dulu ya sayang." ujar Al dan langsung mematikan sambungan telefon.


"Sam kau pesankan ice cream satu freezer dan antar kan ke mansion." ujar Al pada Samuel.


"Satu freezer Al, kau mau jualan ice cream atau apa. Kenapa beli sebanyak itu." ujar Samuel yang heran.


"Pesankan saja jangan banyak omong. 10 menit ice cream itu harus sampai di mansion." ujar Al yang langsung meninggalkan Samuel dan Angga di ruangan itu.


"Si Al kesambet apaan, beli ice cream sebanyak itu." tanya Angga yang heran dengan Al.


"Palingan buat Bella." ujar Samuel yang baru teringat jika Bella berada di mansion Al.


"Ooo iya kok gue sampe lupa ya kalau Bella ada mansion Al." ujar Angga.


"Ya udah gue pesenin dulu, Lo tunggu di sini jangan kemana-mana."ujar Samuel yang langsung menghubungi toko ice cream.


"Hallo." ujar Samuel.


"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu." ujar seseorang di sebrang telfon.


"Kirimkan satu freezer ice cream di mansion Al,kau ku beri waktu 10 menit. Kalau sampai terlambat kau akan tau akibatnya."ujar Samuel pada pemilik toko ice cream itu.


"Ba..baik Tuan."ujar pemilik toko itu ketakutan karna ancaman Samuel.


Samuel langsung mematikan sambungan telfonnya secara sepihak.


10 menit kemudian.


Di mension Al...


tokk..tokk.tokk.


Suara ketukan pintu di mansion Al, Bella yang mendengar suara ketukan itu memutuskan untuk keluar untuk melihat siapa yang bertamu ke mansion Al.


"Mbak, apa ini benar mansion Tuan Al."tanya kurir yang di tugaskan untuk mengantarkan ice cream pesanan Al.


"Iya pak ini mansion Al, ada perlu apa ya Pak biar nanti saya sampaikan, soalnya Al lagi nggak ada di rumah pak."ucap Bella sopan.


"Saya hanya mengantar ini Mbak, tadi Tuan Al memesan ice cream dan di minta untuk di antarkan ke mansion Mbak."ucap kurir itu.


"Kenapa banyak sekali Pak."tanya Bella yang heran melihat ice cream sebanyak itu.


"Saya tidak Mbak saya hanya menjalankan perintah saja Mbak. Ini di letakkan dimana Mbak."tanya kurir itu.


"Di letakkan di sana saja Pak."ujar Bella menunjuk ruang tamu.


"Baik Mbak."ujar kurir itu dan langsung membawanya masuk menuju ruang tamu.


"Terima kasih ya pak." ucap Bella.


"Iya Mbak, kalau begitu saya permisi dulu Mbak." ujar kurir itu dan langsung berjalan keluar dari mansion Al.


Bella masih heran kenapa Al memesankan ice cream nya sebanyak ini.


"Bella ini ice cream siapa kok banyak banget."tanya Mika yang heran dengan ice cream yang sangat banyak ini.


"Al yang mengirimkannya tadi Mik."ujar Bella.


"Kenapa banyak sekali Bell." ujar Mila.


"Aku tidak tau Mil, sudah lah tidak usah di pikirin. Mending kita makan saja mumpung gratis." ucap Bella yang langsung mengambil ice cream rasa coklat dan vanila kesukaannya.


"Iya juga ya." ucap Mila yang juga mengambil ice cream kesukaannya begitu juga dengan Mika.


Di markas Al...


"Bagaimana apa ice cream nya sudah sampai." ujar Al.


"Sudah."jawab cuek Samuel.


"Baguslah."ucap Al.


"Kita pulang sekarang." ujar Al lagi.

__ADS_1


"Tapi urusan kita belum selesai Al." ujar Angga.


"Kita selesaikan besok saja, aku harus pulang cepat hari ini." ujar Al yang langsung berdiri dan berjalan keluar dari markas.


"Bilang aja kalau Lo nggak bisa jauh lama-lama dari Bella." ujar Samuel.


"Kalau iya emang kenapa, iri bilang Boss" ujar Al pada Samuel.


"Yaa ela lu mah mentang-mentang udah mau nikah, elu lupa sama kita berdua. Emang nggak punya hati ya Lo Nyet." ujar Angga.


"Makanya cari pacar dong biar lu pada nggak ngiri kalau liat gue mesra-mesraan sama Bella." ujar Al.


"Iri sama Lo, idih amit-amit gue ngiri sama daun muda kayak Lo. Emang lu pikir kita nggak bisa nyari yang lebih dari Bella apa. Lo liat ya seminggu lagi gua bakalan bawa pacar gue ke hadapan lu." ujar Angga pada Al yang sedikit takut-takut jika setelah seminggu dirinya belum juga menemukan pacar.


"Oke gue bakalan tunggu sampai Minggu depan dan Lo harus bawa cewek Lo ke hadapan gue. Kalau Lo kapan Sam bawa cewek Lo ke hadapan gue." ujar Al.


"Emang Lo pikir cari cewek itu gampang apa."ucap Samuel.


"Masa Lo kalah sama Angga sih." ujar Al.


"Ya udah Minggu depan gue juga bakalan bawa cewek gue ke hadapan lu." ujar Samuel.


"Oke gue tunggu, kalau kalian berdua sampai nggak bawa cewek kalian berdua ke hadapan gue, kalian berdua tanggung sendiri akibatnya karna udah berani bohongin gue." ujar Al yang langsung meninggalkan Angga dan Samuel.


Setelah Al keluar dari markasnya, Al melihat ada orang yang memantau markasnya. Tanpa pikir panjang Al langsung menghampiri orang itu.


"Mau apa kau kenapa kau memantau markas ku." ujar Al langsung pada orang itu.


"Tuan ini saya Raga, apa saya boleh masuk. Saya takut nanti ada anak buah Marsel yang mengikuti saya." ucap orang itu yang tak lain Raga.


"Masuk." ujar Al dingin.


Setelah Raga masuk, Al langsung menanyakan tujuan Raga datang ke markas nya.


"Apa tujuan kau datang ke sini." tanya Al.


"Saya ingin menyampaikan ini langsung sama Tuan Al."ujar Raga.


"Katakan." ucap Al.


"Tuan harus segera ke mansion, Nona muda sedang dalam bahaya Tuan." ujar Raga.


"Maksud kau apa Raga dalam bahaya bagaimana." ujar Al yang sudah mulai khawatir dengan Bella.


"Tadi saya dengar kalau Tuan memesan kan ice cream untuk Nona Muda. Marsel menambah racun di beberapa ice cream itu Tuan. Maaf Tuan saya terlambat memberi tau Tuan." ujar Raga dan tanpa pikir panjang Al langsung berlari keluar dari markas menuju mobilnya untuk langsung pergi ke mansion.


Pikiran Al saat ini sangat kacau, Al takut terjadi apa-apa dengan Bella.


Sedangkan Samuel dan Angga yang baru keluar dari ruangan melihat Raga di markas menjadi heran kenapa Raga bisa ada di sini.


"Kenapa kau ada di sini Raga." tanya Samuel.


"Maaf Tuan saya lalai menjalankan perintah Tuan." ujar Raga.


"Maksud kamu."ujar Angga.


"Marsel diam-diam menambah racun di beberapa ice cream yang di pesan sama Tuan Al untuk Nona muda Tuan." ucap Raga.


"Apaa." ujar Samuel dan Angga bersamaan.


"Terus Al di mana sekarang." tanya Samuel.


"Tuan Al sudah pulang duluan ke mansion Tuan." ucap Raga.


"Marsel di mana." tanya Angga.


"Dia ada di penginapan kami Tuan." jawab Raga.


"Angga kau ke mansion biar Marsel aku yang urus." ujar Samuel.


"Tuan sebaiknya jangan sekarang, lebih baik masalah ini biar Tuan Al yang selesaikan. Biar Tuan Al yang membalas semua kejahatan Marsel Tuan. Sebaik Tuan pergi ke mansion Tuan Al secepat mungkin, karna racun itu tidak tau berada di ice cream mana. Bisa saja sahabat Nona muda yang terkena racun itu atau bisa ketiganya Tuan." ujar Raga.


"Mika." ucap Samuel.


"Mila." ujar Angga.


Samuel dan Angga entah mengapa langsung khawatir dengan kedua sahabat Bella.


"Kita ke mansion sekarang dan kamu Raga pantau terus pergerakan Marsel, jangan sampai masalah seperti ini terulang lagi." ujar Samuel.


"Baik Tuan, maafkan saya untuk hari ini karena telah lalai dalam menjalankan tugas Tuan." ujar Raga yang merasa menyesal telah gagal menjalankan perintah.


"Baiklah tapi ingat jangan di ulangi lagi."ujar Angga.


"Baik Tuan." jawab Raga tegas.


Samuel dan Angga langsung berlari ke area parkir mobil untuk mengambil mobil yang akan mereka bawa ke mansion Al.


Di penginapan Marsel.


"Bagaiman apa kalian sudah menjalankan apa yang sudah aku perintahkan." tanya Marsel pada anak buahnya yang di tugaskan untuk memberi racun pada ice cream untuk wanitanya Al.


"Sudah Tuan, kita tinggal tunggu racunnya bereaksi saja Tuan."ujar mereka.

__ADS_1


"Bagus, kalian berdua melihat Raga." tanya Marsel yang tak melihat Raga seharian ini.


"Apa Tuan mencari saya." ujar Raga dengan tatapan membunuhnya pada Marsel.


"Kemana saja kau seharian ini." tanya Marsel.


"Saya sedang memantau markas Al Tuan." jawab Raga.


"Apa yang kau lihat di sana." ujar Marsel.


"Markasnya sepi Tuan, seperti sudah lama tidak di tempati." jawab Raga ngasal.


"Apa kau melihat Samuel di sana." tanya Marsel lagi.


"Tidak Tuan." jawab Raga.


"Baiklah, terus pantau markas itu dan segera laporkan padaku apapun yang terjadi." ujar Marsel.


"Baik Tuan." jawab Raga.


Di mansion Al.


"Bell kok kepalaku jadi pusing gini ya." ujar Mila.


"Iya aku juga." ucap Mika ikut menimpali ucapan Mila.


"Apa kalian sakit." tanya Bella yang khawatir dengan kondisi sahabatnya.


"Tidak hanya sedikit pusing saja." ujar Mika dan setelah itu langsung pingsan begitu juga dengan Mila.


"Mika, Mila bangun kalian kenapa. Jangan becanda kayak gini dong nggak lucu tau." ujar Bella sambil berjongkok di hadapan Mika dan Mila.


Akhirnya Bella memutuskan untuk mencari bantuan dan Bella langsung berdiri dari jongkoknya.


"Kok nafas aku sesak begini ya." ujar Bella yang merasa sesak nafasnya.


"Aku harus cari bantuan buat bawa mereka ke rumah sakit." ujar Bella yang berusaha keluar untuk mencari bantuan.


Belum beberapa langkah akhir Bella juga jatuh pingsan tapi tidak menyentuh lantai karna Al sudah menangkap tubuh Bella agar tidak terbentur ke lantai.


"Sayang kamu kenapa, mana yang sakit." tanya Al khawatir.


"Al na..fas a..ku se..sak Al." ujar Bella dan langsung pingsan di pelukan Al.


"Bella ya Allah sayang buka mata kamu sayang."ujar Al panik dan langsung mengendong Bella keluar untuk ke rumah sakit.


Samuel dan Angga juga sudah sampai di mansion Al.


"Al Mika sama Mila mana."tanya Samuel khawatir.


"Mereka pingsan di dalam, kalian cepat bawa mereka ke rumah sakit sebelum terlambat." ujar Al dan langsung meninggalkan Angga dan Samuel.


Angga dan Samuel tanpa pikir panjang langsung berlari ke dalam untuk melihat Mila dan Mika.


"Mika." ujar Samuel dan langsung berjongkok di hadapan Mika begitu juga dengan Angga.


Tanpa pikir panjang mereka berdua langsung mengendong kedua gadis cantik itu menuju rumah sakit.


20 menit kemudian..


"Dokter cepat tangani mereka semua." teriak Al saat sudah masuk ke dalam rumah sakit miliknya.


"Baik Tuan, kalian bawa ketiga gadis ini ke ruangan cepat." ujar Dokter itu pada suster.


"Baik Dok." jawab Suster itu dan langsung mendorong brankar Bella dan kedua sahabatnya.


"Kau harus buat dia membuka matanya lagi, kalau sampai kau gagal kau akan tau akibatnya. Dan letakkan mereka di satu ruangan yang sama." ujar Al tegas lada Dokter itu.


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu Tuan." ujar Dokter itu dan langsung pergi dari hadapan Al untuk menangani ketiga gadis cantik tadi.


"Ini semua gara-gara kau Marsel tunggu saja pembalasanku."ujar Al yang sudah di ambang batas kesabaran pada Marsel.


"Sam kau perintahkan anak buah kepercayaan ku untuk menghancurkan Marsel." ujar Al lagi pada Samuel.


"Baik Tuan."ujar Samuel.


"Dan suruh Raga untuk memantau kemana saja Marsel pergi dan cari bukti kejahatannya."ucap Al.


"Baik Tuan, ada lagi Tuan." tanya Marsel.


"Itu saja dan untuk Marsel biar aku sendiri yang kasih dia pelajaran karna sudah berani meracuni wanitaku." ucap Al dengan tatapan membunuhnya.


"Baik Tuan."ujar Samuel.


"Sekarang kau pergi dan bawa Angga bersamamu. Mika dan Mila aman disini kalian tidak usah khawatir." ujar Al yang dapat melihat kekhawatiran di wajah kedua sahabatnya itu.


"Si..siapa yang khawatir sih." ujar Angga gugup.


"Alah lu nggak usah bohong gue dapet liat dari raut wajah kalian masing-masing kalau kalian itu lagi khawatir sama Mika dan Mila kan. Jujur aja deh." ujar Al.


"Terserah lu deh gue males debat ama lu mending gue ke markas sekarang Lo ikut sama gue apa nggak nih." tanya Samuel pada Angga.


"Gue ikut Lo aja deh gue juga males di sini." ujar Angga yang memilih ikut bersama Samuel ketimbang tetap sama Al di rumah sakit.

__ADS_1


"Ya udah ayo berangkat." ujar Samuel yang langsung berjalan meninggalkan Al karna malu Al mengetahui kalau dirinya sedang menghawatirkan Mika dan begitu juga dengan Angga yang langsung menyusul Samuel.


*Gue punya rencana buat kalian berdua agar mau mengungkap kan isi hati kalian sama mereka berdua. Permainan menarik di mulai.*batin Al yang ingin merencanakan sesuatu agar Angga dan Samuel mau mengungkapkan isi hati mereka pada Mika dan Mila.


__ADS_2