
"Sudah malam sebaik nya kamu istirahat" ucap Aksa.
"Iyaa" ucap Jessica.
"Selamat malam" ucap Aksa dan keluar dari kamar Jessica.
"Malam juga" ucap Jessica.
Ia pun segera membaringkan tubuh nya di tempat tidur.
Lain hal nya di sebuah ruangan yang mewah Lucas ternyum tipis saat sudah tau kelemahan dari musuh nya.
"Aku akan menghancur kan mu Aksa lihat saja sekarang aku sudah tau siapa kelemahan mu" gumam Lucas.
"Suruh seseorang untuk mematai-matai rumah Aksa, jika situasi sepi culik wanita itu dan bawa ke sini" ucap Lucas.
"Baik tuan" ucap bawahan nya dan segera pergi untuk melaksanakan tugas dari Lucas.
Pagi hari di kediaman tuan Wilson setelah tuan Wilson pergi tinggal lah Karin bersama Nana dan juga Afni.
"Kau bersih kan kamar ku jangan sampai ada debu yang menempel di sana" ucap Nana.
"Iyaa" ucap Karin dan segera pergi ke kamar Nana.
Setelah karin pergi Nana dan Afni tertawa karna penyiksaan mereka akan lebih kejam lagi setelah tuan Lucas pergi.
__ADS_1
"Ayo kita keluar aku sudah tidak tahan ingin melihat barang keluaran terbaru" ucap Afni.
"Ayo aku juga" ucap Nana.
Mereka berdua pun segera pergi meninggalkan rumah tuan Wilson untuk bersenang-senang sedangkan Karin mereka buat menderita.
"Aku ke perusahaan dulu" ucap Aksa pada Jessica.
"Aku ingin ikut dengan mu apa boleh" ucap Jessica.
"Boleh tapi kau harus menggunakan masker saat sudah sampai" ucap Aksa.
"Aku tau jika aku jelek kalau kau malu membawa ku tidak usah sana pergi" ucap Jessica dengan Kesal.
"Aku bukan mengatakan mu jelek hanya saja jika ayah mau tau kau bersama ku ia akan memanfaat mu lagi" ucap Aksa.
Aksa hanya tersenyum tipis melihat wanita yang di cintai nya tersebut. Tak lama Jessica pun menghampiri Aksa dengan pakaian yang sudah rapi.
"Ayo pergi" ucap Jessica memegang tangan Aksa keluar.
"Aku bisa jalan sendiri kenapa kau menyeret ku" ucap Aksa.
"Tidak ada agar lebih cepat saja" ucap Jessica.
"Bilang saja kau ingin memegang tangan ku" ucap Aksa dengan senyum jail nya.
__ADS_1
"Kenapa pikiran mu itu selalu aneh" ucap Jessica memukul lengan Aksa.
"Bukan aneh tapi fakta" ucap Aksa.
"Jangan membuat ku kesal sepagi ini" ucap Jessica.
"Tapi aku suka membuat mu kesal karna kau semakin cantik jika sedang kesal" ucap Aksa.
"Diam kau" ucap Jessica memukul kepala Aksa dan segera berjalan lebih dulu meninggalkan Aksa.
"Baru dia yang berani memukul kepala ku" ucap Aksa.
Sedangkan para bawahan nya sekali lagi terkejut melihat Jessica berani memukul kepala Aksa, jika bukan Jessica mungkin orang tersebut sudah tidak bernyawa di buat Aksa.
"Mobil mana yang kau pakai" ucap Jessica saat sudah berada di depan rumah melihat mobil mewah Aksa berjejer.
"Yang mana yang kau suka" ucap Aksa.
"Tidak tau" ucap Jessica.
"Jika tidak ada yang kau suka di sini di ruang bawah tanah masih banyak mobil yang berjejer jadi pilih saja" ucap Aksa santai.
"Itu saja" ucap Jessica asal karna tidak mau Aksa selalu menuruti nya.
đđđđđ
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen nya kkđ