
Lima tahun kemudian
Seorang gadis kecil bermata biru menatap kakak nya yang berada di samping sang mommy duduk berdua membuat nya sedih entah harus sedih melihat kakak kembaran nya yang penyakitan dan selalu menjadi perhatian kedua orang tua nya di banding kan diri nya atau sedih dengan diri nya sendiri merasa selalu di abaikan dan kurang perhatian.
"Kris kenapa dek"tanya Bintang pada adik kecil nya.
"Tidak apa-apa kak"ucap Kris tersenyum manis pada kakak yang selalu ada untuk nya,ia begitu menyayangi Bintang karna hanya Bintang lah yang selalu perhatian pada nya di rumah di banding kan Angkasa san Galaksi yang sering bermain di luar bersama teman nya sedang kan Bintang yang selalu menemani nya.
"Ingin bermain sama kakak"ucap Bintang mengelus kepala adik kecil yang selalu ia gendong dulu.
"Ayo kak"ajak Kris menggandeng tangan Bintang menuju taman belakang di mana di sana Erland sediakan tempat bermain untuk nya dan Aurora.
Kedua nya asyik bermain bermain sambil tertawa bahagia hingga mereka berlarian ke sana kemari bahkan tawa Kristal menggema di taman tersebut membuat Aurora dan Jasmine yang sedang duduk menoleh.
"Kris bahagia sekali mom"ucap Aurora pada Jasmine.
"Iya sampai tawa nya terdengar ke sini"ucap Jasmine tersenyum tipis menatap kedua nya.
"Rora juga ingin ikut bermain mom"ucap Aurora pada Jasmine.
"Jangan sekarang yah nanti Rora akan ikut bermain bersama Kris"ucap Jasmine mengelus kepala Aurora dengan sayang,Aurora memang tidak boleh lelah karna tubuh nya yang lemah di sebab kan penyakit gagal ginjal yang ia alami namun Jasmine dan Erland selalu mengusahakan agar putri mereka tersebut sembuh, Aurora memang harus menjalani perawan maka dari itu perhatian Jasmine dan Erland terfokus pada Aurora tanpa mereka sadari putri mereka yang bungsu juga membutuh kan perhatian tersebut.
"Rora ingin seperti Kris mom bisa bermain bersama kakak juga seperti itu"ucap Rora pada Jasmine.
"Iya sayang tapi tidak sekarang yah"ucap Jasmine membujuk Aurora.
"Bagaimana kalau Rora keluar bersama mommy kita akan jalan-jalan saja"ucap Jasmine.
"Iya mom Rora juga bosan di rumah terus"ucap Aurora tersenyum bahagia.
"Kalau begitu ayo"ajak Jasmine menggenggam tangan Aurora.
Kedua nya pun meninggal kan rumah tersebut tanpa mereka sadari sepasang mata biru menatap sedih kepergian mereka.
__ADS_1
"Dekk"ucap Bintang lembut.
"Kris ingin ke kamar kak Kris capek ingin tidur"ucap Kris melangkah meninggal kan Bintang sendirian membuat Bintang menghela nafas nya kasar.
Sementara Kris di dalam kamar nya menangis sendirian hingga akhir nya tertidur pulas.
Malam hari nya saat semua nya berkumpul di meja makan karna akan makan malam bersama,Kris hanya diam saja lagi-lagi ia melihat perhatian kedua orang tua nya pada kakak nya di depan nya.
"Rora baik-baik saja sayang"tanya Erland karna ia berada di perusahaan seharian dan akan kembali sore.
"Iya dad"ucap Aurora tersenyum manis.
"Jangan sampai lelah yah"ucap Erland lagi di angguki Aurora.
"Makan dulu nanti lagi bicara nya"ucap Jasmine mengambil makanan untuk mereka semua.
Semua pun makan dengan diam tanpa ada yang bicara,Kristal lebih dulu menghabis kan makanan nya ia pun turun dari kursi nya dan berjalan meninggal kan meja makan tanpa sepatah kata pun membuat mereka heran kecuali Bintang.
"Kris ke taman belakang dulu"ucap Kris mengambil buku gambar dan yang lain,ia membawa nya menuju taman belakang akan menggambar di sana karna ia suka sekali menggambar.
"Ingin mengambar apa lagi dek"tanya Angkasa.
"Belum tahu kak"ucap Kris di angguki Angkasa.
Mereka membiarkan nya saja karna sudah biasa seperti itu jika Kris ingin menggambar maka ia akan fokus tanpa peduli apa pun itu.
Setengah jam Kris berada di taman belakang menggambar taman bunga milik Jasmine,setelah selesai ia mengambil pensi warna dan mulai mewarnai nya.
"Wah cantik sekali Kris"ucap Aurora merebut buku gambar Kris yang belum selesai.
"Kakak mengganggu saja"ucap Kris kesal.
"Kembali kan kak itu belum selesai"ucap Kristal namun tak di hiraukan oleh Aurora.
__ADS_1
"Kak kembali kan iss"ucap Kristal lagi.
"Ambil saja kalau bisa"ucap Aurora berlari membawa buku gambar milik Kristal hingga akhir nya Kris pun mengejar nya.
Terjadi lah kejar-kejaran antara kedua nya hingga Aurora jatuh pingsan karna kelelahan membuat Kristal panik dan berteriak memanggil mereka di damam rumah.
"Mommyyy,,daddyy"teriak Kristal membuat mereka semua berlari ke arah teriakan Kristal.
"Auroraaa"teriak mereka beraamaan melihat Aurora pingsan.
"Apa yang terjadi Kris"tanya Jasmine panik.
"Kak Rora mengambil buku Kris mom dan membawa nya berlari Kris mengejar nya tak lama kak Rora pingsan"ucap Kris dengan takut.
"Hanya karna buku kau mengejar nya kau sudah tau kakak mu sakit dan tidak boleh lelah kenapa kau masih mengerjar nya"bentak Jasmine tanpa sadar suara nya meninggi dan hampir ingin menampar Kristal jika saja ia tidak mendengar teriakan dari arah belakang.
"Jasmineee"teriak Aksa menatap marah ke arah Jasmine yang sudah membentak Kristal bahkan ingin menampar nya.
"Apa daddy pernah mengajar kan mu seperti itu haa"bentak Aksa keras.
"Bawa Rora ke rumah sakit,,Queen akan aku bawa dan satu lagi aku kecawa pada kalian"ucap Aksa mengangkat tubuh Kristal yang menangis dan membawa nya pergi tanpa peduli wajah mereka yang pucat apalagi Jasmine yang tidak sadar akan apa yang ia lakukan hingga tubuh nya jatuh terduduk menatap tangan nya yang ingin menampar putri kandung nya sendiri.
"Kalian temani mommy di sini daddy ke rumah sakit"ucap Erland mengangkat tubuh Aurora dan membawa nya berlari keluar dari rumah menuju rumah sakit.
"Mommy sudah keterlaluan"ucap Bintang meninggalkan taman belakang juga.
"Mom"panggil Angkasa melihat Jasmine yang menangis.
"Mommy membentak nya dan ingin menampar nya"ucap Jasmine.
"Harus nya mommy jangan seperti itu Kris masih kecil mom,,sekarang lebih baik kita ke rumah sakit dulu melihat Rora beru kita ke rumah kakek melihat Kris"ucap Angkasa di angguki Jasmine.
Mereka pun berangkat ke rumah sakit milik Jasmine karna sudah pasti Erland membawa nya ke sana,Sementara Aksa membawa Kris ke rumah nya dengan perasaan marah karna perbuatan putri nya namun ia tahan karna ada Kris di pangkuan nya masih menangis.
__ADS_1