
Sesuai perkataan Jasmine yang ingin makan mangga yang di ambil langsung oleh ketiga nya dari pohon nya,saat ini mereka semua berada di taman belakang setelah makan siang bersama,wajah Jasmine sangat antusias tak sabar untuk memakan hasil dari tangan mereka lain hal nya dengan ketiga orang tersebut yang menatap Jasmine tersenyum paksa.
"Jas bagaimana kalau mengambil nya pakai itu saja"tanya Rey menunjuk kayu yang lumayan panjang bisa untuk mengambil mangga tersebut dari pada harus memanjat nya.
"No no no"ucap Jasmine menggelengkan kepala nya tak setuju membuat yang lain terkekeh melihat penderitaan ketiga nya.
"Jas aku kan tidak bisa memanjat bagaimana kalau Arka saja yang memanjat nya lagian dia kan saudara kandung mu pasti dia akan semangat untuk menuruti ke inginan keponakan nya"ucap Jerry membuat mata Arka melotot sempurna.
"Eh kampret aku kan tidak bisa memanjat juga bagaimana bisa kau menyuruh ku"kesal Arka.
"Berkorban demi calon keponakan tidak masalah kali"ucap Jerry.
"Jika kalian terus berdebat begitu kapan aku akan mendapat kan yang aku mau"ucap Jasmine kesal.
"Sayang"rengek Jasmine pada Erland yang berdiri di samping nya.
"Cepat lah kalian ambil apa kalian tidak kasihan pada istri ku"ucap Erland dingin.
"Ck jika hanya menyuruh saja mudah mengerjakan nya yang susah"celetuk Rey di angguki kedua nya.
"Kalian ambil atau.."ucap Erland menggantung ucapan nya menatap mereka bertiga tajam.
"Kami ambil sekarang"ucap Ketiga nya kompak segera mendekati pohon mangga tersebut.
"Kau lebih dulu memanjat nya"ucap Arka pada Rey.
"Kau saja aku yang paling terakhir"ucap Rey.
"Enak saja kau bicara kau lebih dulu"ucap Arka.
"Cepat lah"ucap Erland pusing melihat mereka kembali berdebat.
Sedangkan yang lain menjadi penonton mereka seakan di depan mereka ada pertunjukan yang bagus dengan menikmati teh dan cemilan yang di antar kan pelayan untuk mereka semua.
"Kau yang memanjat lebih dulu kami berdua yang akan membantu mu"ucap Rey pada Jerry.
__ADS_1
"Ok"ucap Jerry ingin cepat mendapat kan mangga tersebut agar bebas dari ibu hamil tersebut.
Jerry pun mulai memanjat pohon tersebut di bantu Rey dan Arka,setelah Jerry menggapai dahan pohon tersebut ia pun segera duduk di atas nya.
"Jas mangga yang ini saja yah"ucap Jerry menunjuk mangga yang dekat dengan tangan nya.
"Itu kecil sekali mana ada isi nya ambil yang besar"ucap Jasmine ketus.
"Tapi semua nya sangat tinggi Jas"ucap Jerry.
"Aku mau nya yang besar"ucap Jasmine membuat Jerry mengacak rambut nya sendiri.
Ia pun berdiri di dahan yang tadi ia duduki dan mulai memanjat lebih tinggi mengambil mangga sesuai dengan keinginan Jasmine,setelah agak tinggi Jerry menggapai mangga yang lumayan besar menjatuh kan nya ke bawah.
"Sudah kan"ucap Jerry di angguki Jasmine.
"Huhh akhir nya"gumam Jerry bernafas lega tiba-tiba ia melihat ke bawah membuat kaki nya gemetar.
"Huaaa ini tinggi sekali tolong aku woyy"ucap Jerry berteriak kencang sambil memeluk pohon mangga tersebut dengan erat di tambah angin yang berhembus lumayan kencang menjadi kan pohon tersebut bergoyang-goyang.
"Kau pikir mudah sampai di sini terlalu tinggi seperti ini kaki ku gemetar woyy"teriak Jerry lagi membuat yang lain tertawa.
Saat masih mengupat kesal semut merah yang berada di batang mangga tersebut menggigit tangan Jerry membuat Jerry melihat ke arah pohon tersebut,mata nya membulat sempurna saat ia melihat begitu banyak semut yang mulai mendekat ke arah nya dengan cepat Jerry turun kembali ke bawah saat akan menginjak dahan ketiga kaki nya terpeleset hingga.
Brukk
Arrkkhhhh
Teriak mereke bertiga bersamaan membuat yang lain tertawa terbahak-bahak,bagaimana tidak Jerry tepat jatuh di atas Rey dan Arka yang masih setia menunggu Jerry turun dari atas.
"Kenapa tidak sakit"gumam Jerry pelan.
"Hehh bodoh bagaimana mungkin sakit kau jatuh di atas kami cepat menyingkir"ucap Rey kesal.
Dengan cepat Jerry berdiri dan menatap kedua nya yang tergeletak di tanah membuat nya meringis.
__ADS_1
"Kenapa kau jatuh segala sih"kesal Arka berdiri di ikuti Rey.
"Ck siapa juga mau jatuh bodoh kau tau pohon itu banyak semut nya membuat ku kaget saat ingin cepat turun kaki ku terpeleset dan jatuh dan mana aku tahu jika aku jatuh tetap di atas kalian"ucap Jerry dengan sewot.
"Sini kalian duduk dari tadi berdebat mulu apa kalian tidak lelah"ucap Aksa pada ketiga nya.
"Jas sekarang suruh mereka mengambil mangga itu untuk mu lagi aku kan sudah sekarang giliran mereka"ucap Jerry pada Jasmine.
"Satu saja lagian ini juga lumayan besar apa lagi tadi kau bilang pohon nya banyak semut nya nanti mereka jatuh juga bagaimana"ucap Jasmine membuat mata Jerry terbelalak kaget.
"Ya ampun Jasmine aku sudah setengah mati di atas sana sendirian dan mereka berdua ke enakan tidak jadi melakukan apa pun"protes Jerry namun Jasmine hanya menanggapi nya dengan mengangkat bahu nya acuh.
"Sayang kau istirahat saja dulu yah"ucap Erland mengelus kepala Jasmine.
"Nanti saja aku mau makan ini dulu"ucap Jasmine di angguki Erland.
"Sini mama kupas"ucap Dea mengambil mangga tersebut dari tangan Jasmine dan mengupas nya.
"Sayang kau ada merasakan mual atau pusing"tanya Jessica.
"Tidak ada mom,,tapi kemaren sih ada saat aku melihat wajah nya Erland aku tiba-tiba mual cuma itu saja"ucap Jasmine.
"Jika ada keluhan atau kau merasa kan yang tidak enak segera ke dokter kandungan jangan meminum sembarang obat"ucap Jessica di angguki Jasmine.
"Jika saja mereka mau cepat menikah seperti kami mungkin mereka juga sudah hamil seperti ku"ucap Jasmine menatap ketiga sahabat nya.
"Mereke bertiga berbeda dari Erland yang masih muda sudah memiliki usaha sendiri jadi bisa memenuhi kebutuhan mu lah kalau kami menikah dengan mereka kami akan makan apa di buat mereka"ucap Friska ketus.
"Ya suruh mereka cari kerja lah"ucap Jasmine.
"Eh sayang jika aku melamar mu sekarang memang nya kau sudah mau menikah dengan ku tenang saja aku kan bisa bekerja di perusahaan papa setelah kita menikah"ucap Jerry pada Friska.
"Benar tuh aku juga jika Dara mau aku sudah siap menikah dengan nya"ucap Arka.
"Nah kan ayolah kalian juga menikah agar anak-anak ku nanti ada teman nya juga"celetuk Jasmine membuat yang lain geleng kepala, Jasmine sekarang jauh lebih banyak bicara dari pada yang dulu terkesan dingin sekarang ia sangat bawel namun mereka semua senang melihat perubahan Jasmine yang sudah berubah berbeda dengan Erland yang tetap dingin seperti es.
__ADS_1