
Setelah menempuh perjalanan hampir lima belas menit mereka akhir nya sampai di hotel tersebut,ketiga nya masuk ke dalam hotel di mana resepsi pernikahan tersebut sedang berlangsung,Erland memeluk pinggang Jasmine dengan posesif seakan mengatakan jika Jasmine adalah milik nya sedangkan Jasmine menggelengkan kepala nya pelan melihat tingkah Erland.
"Kenapa"tanya Erland melihat Jasmine menggeleng kan kepala nya.
"Hanya heran nya"ucap Jasmine membuat Erland mengangkat sebelah alis nya.
"Kau terlalu posesif tuan"ucap Jasmine menyindir Erland membuat Erland terkekeh dan mengerat kan pelukan nya.
"Tentu saja tuan putri kau tau aku tidak ingin para lelaki yang ada di sana menatap milik ku"ucap Erland santai.
"Terserah anda saja tuan"ucap Jasmine.
Ketiga nya pun sampai di dalam dan menjadi pusat perhatian terutama Jasmine dan Erland yang datang dengan mesra nya.
"Kalian ingin ikut memberikan selamat atau menunggu ku di sini"tanya Kania.
"Kami menunggu di sini saja"ucap Jasmine melihat keluarga besar Kania ada di sana berkumpul.
"Baik lah kalian nikmati saja pesta nya aku ke sana dulu nanti balik ke sini lagi"ucap Kania membuat Jasmine mengangguk kan kepala nya,setelah Kania pergi kedua nya duduk di bangku yang sudah di sediakan.
Jasmine menatap sekeliling nya melihat dekorasi pernikahan tersebut terlihat mewah dan elegan dengan perpaduan warna putih dan gold.
__ADS_1
"Kenapa"tanya Erland mrlihat Jasmine.
"Dekorasi nya sangat indah bukan"ucap Jasmine.
"Hmm"ucap Erland yang kurang tahu masalah seperti itu.
"Jika aku menikah nanti akan aku buat tema seperti ini"gumam Jasmine namun masih terdengar oleh Erland.
Erland pun menatap dekorasi tersebut dan tersenyum tipis,aku akan mewujudkan keinginan mu itu saat kita menikah bahkan aku akan membuat lebih mewah dan indah dari pada ini hanya untuk mu,pikir Erland.
"Aku ke toilet sebentar"ucap Jasmine karna ingin membuang air kecil.
Jasmine mengangguk kan kepala nya berjalan mencari toilet,setelah menanyakan pada petugas hotel Jasmine masuk ke dalam toilet,selesai Jasmine keluar dari dalam toilet namun saat akan berjalan keluar seorang pria menghambat jalan nya karna sedari tadi memperhatikan Jasmine dan melihat Jasmine pergi ia mengikuti kemana Jasmine.
"Hayy nona cantik"ucap pria tersebut pada Jasmine.
"Minggir"ucap Jasmine dingin namun tak di hiraukan pria tersebut.
"Siapa nama mu cantik"ucap pria tersebut dengan tatapan menggoda.
"Minggir atau..."ucap Jasmine menggantung kata-kata nya.
__ADS_1
"Atau apa"tantang pria tersebut pada Jasmine membuat Jasmine tersenyum jahat.
Tanpa berkata apa pun Jasmine meninju wajah pria tersebut dengan kuat hingga darah segar keluar dari sudut bibir pria tersebut.
"Aku sudah katakan minggir namun kau tidak mendengar kan ku"ucap Jasmine datar dan ingin melangkah pergi namun tangan nya malah di cekal pria tersebut.
"Kau tidak bisa lepas dari ku"ucap pria tersebut dan mendorong tubuh Jasmine hingga terbentur ke dinding.
Jasmine segera menendang aset pria tersebut hingga membuat pria tersebut menjerit kesakitan,sebelum pergi Jasmine menampar kuat pipi orang tersebut.
"Menjijik kan"ucap Jasmine melangkah pergi dari tempat tersebut kembali ke dalam di mana Erland menunggu nya.
"Kenapa lama"tanya Erland.
"Ada pengganggu di sana"ucap Jasmine.
"Kau tidak papa kan"ucap Erland.
"Aku tidak papa kau tau aku bukan wanita lemah"ucap Jasmine memutar bola mata nya malas.
"Aku tahu tapi tetap saja aku akan mengkhawatir kan mu"ucap Erland memeriksa tubuh Jasmine membuat nya bernafas lega karna tidak ada lecet sedikit pun,Jasmine sendiri tersenyum tipis melihat kekhawatiran di mata Erland.
__ADS_1