
Jessica terbangun dari tidur nya melihat sekeliling nya tak menemukan Aksa,ia membasuh muka nya dan mengganti baju nya dengan baju santai karna ia ingin keluar berjalan-jalan sekitar mansion walaupun ia sudah beberapa bulan di tinggal di mansion namun tak pernah keluar sama sekali untuk itu ia ingin keluar siapa tau mendapat kan teman.
Jessica turun ke bawah menuju meja makan lebih dulu karna sudah sore ia belum makan siang membuat nya lapar.
"Aksa ke mana pak"tanya Jessica melihat kepala pelayan.
"Tuan ada di ruang kerja nya nona" ucap kepala pelayan.
Jessica mengangguk dan memakan makanan nya yang sudah di siap kan,setelah selesai ia berdiri dari kursi nya dan melangkah pergi ke arah luar menuju pintu.
"Nona ingin ke mana" tanya kepala pelyan.
"Saya ingin keluar pak jalan-jalan sore sekitar sini"ucap Jessica.
"Tapi nona nanti tuan marah jika nona tidak pergi bersama tuan"ucap kepala pelayan.
"Aku tidak peduli dengan nya"ucap Jessica ketus karna masih kesal kepada Aksa,ia berjalan keluar dari mansion menikmati sore hari.
Sementara kepala pelayan berlari ke ruangan Aksa untuk memberitahu Aksa.
tok tok tok
"Masuk"ucap Aksa dari dalam yang masih mengerjakan berkas di tangan nya.
"Tuan nona keluar dari mansion untu jalan-jalan sore saya sudah melarang nya namun nona tepat pergi"ucap kepala pelayan dengan takut.
Aksa yang mendengar segera berdiri dari tempat duduk nya berlari keluar dari ruangan kerja nya untuk menyusul Jessica.Sementara Jessica yang masih berjalan santai melihat sekeliling nya tak menemukan seorang pun untuk di ajak bicara.
"Kemana semu orang ya masa tidak ada yang terlihat sama sekali padahal aku ingin memiliki teman untuk di ajak bicara mengurangi ke bosanan ku"gumam Jessica terus berjalan.
Jarak antara mansion Aksa dengan rumah yang lain memang cukup jauh karna cuma mansion milik Aksa yang besar di antara semua nya,sementara para tetangga Aksatak ada yang berani mendekati mansion karna mereka tau bagaimana seorang Aksa.
Aksa yang melihat Jessica masih berjalan santai sendiri dengan cepat berlari mengejar Jessica.
__ADS_1
"Sayang kau mau kemana dan berjalan sendiri"ucap Aksa setelah berada di samping Jessica.
"Tidak ada"ucap Jessica ketus.
"Masih marah hmm"ucap Aksa melihat Jessica yang sama sekali tak melihat ke arah nya.
"Tidak tau"ucap Jessica.
"Besok kita akan ke sana tapi janji tidak akan membuat ku khawatir"ucap Aksa mengalah dari pada Jessica terus marah pada nya.
"Kau berjanji dulu"ucap Jessica mengangkat jari kelingking nya.
"Iya aku janji" ucap Aksa mengait kan kelingking nya membuat Jessica tersenyum cerah.
"Ayo ke taman itu di sana banyak orang sedari tadi tak ada seorang pun yang aku lihat lewat ternyata mereka di sini semua"ucap Jessica melihat taman yang cukup ramai.
Aksa menangguk menggandeng tangan Jessica ke taman kedua nya duduk di kursi taman.
"Mau ke mana"tanya Aksa melihat Jessica bangkit dari duduk nya berjalan duluan membuat Aksa mengikuti Jessica.
"Pak satu yah"ucap Aksa membuat bapak penjual es krim mengangguk dan membuat kan nya untuk Jessica,Aksa mengajak Jessica kembali duduk di taman sambil melihat anak-anak yang ramai bermain.
Sementara Jessica asyik menikmati es krim di tangan nya membuat Aska menggeleng-geleng kan kepala nya.
"Sudah habis"ucap Jessica pelan.
"Kita pulang saja yah sudah mulai gelap"ajak Aksa.
"Tapi gendong aku sudah lelah berjalan"ucap Jessica.
Aksa menangguk segera berjongkok di depan Jessica dengan segera Jessica naik ke punggung Aksa,Aksa membawa Jessica pulang ke mansion dengan Jessica yang memeluk Aksa erat agar tidak jatuh.
Sampai di mansion mereka masuk ke dalam dan membersih kan tubuh mereka masing-masing,selesai kedua nya berjalan ke ruang tamu untuk bersantai sambil menonton televisi,Jessica membaringkan tubuh di sofa menjadikan paha Aksa sebagai bantal nya,Aksa mengelus kepala Jessica lembut sambil menonton televisi tentang bisnis membuat Jessica mengeluh bosan karna ia tidak menyukai nya.
__ADS_1
Ia menarik remot televisi dari tangan Aksa mengganti nya dengan saluran yang lain namun ia mengesal telah mengganti nya karna yang tayang adalah wanita seksi sedang promosi pakaian dalam membuat lekuk tubuh mereka terlihat jelas membuat Jessica mengendus dan menatap Aksa yang mata nya masih tertuju ke arah televisi.
Jessica menatap Aksa dengan kesal karna Aksa masih menatap layar televisi,Jessica berdiri segera mematikan telivisi nya membuat Aksa heran.
"Kenapa di matikan sayang"tanya Aksa mengerut kan kening nya bingung melihat Jessica.
"Apa menurut mu itu bagus"ucap Jessica.
"Bagus"ucap Aksa karna pikiran nya mungkin Jessica ingin membeli nya makanya Jessica mengganti nya.
"Ya sudah tonton saja lagi"ucap Jessica kesal menatap Aksa,ia segera pergi menuju kamar nya menghentak-hentak kan kaki nga kesal karna ia berpikir jika Aksa senang melihat para wanita seksi itu.
Sementara Aksa yang di tinggal merasa bingung sendiri melihat kelakuan Jessica ia segera menyusul Jessica ke kamar,namun saat membuka pintu ternyata di kunci Jessica dari dalam.
"Sayang kenapa di kunci"tanya Aksa mengetuk pintu.
"Tidur saja di luar malam ini"ucap Jessica dari dalam.
Aksa melongo mendengar kan ucapan Jessica,ia menggaruk kepala nya tidak gatal heran sendiri,ia membaring kan tubuh nya di sofa dekat dengan kamar takut jika Jessica membutuh kan sesuatu apa lagi tengah malam Jessica suka lapar.
Ia mengambil ponsel nya membuka tentang seputar kehamilan dan membaca dengan serius,ia tersenyum tipis setelah mengetahui jika Jessica sedang cemburu karna ibu hamil mood nya akan berubah-ubah,setelah selesai membaca semua nya Aksa memejamkan mata nya untuk tidur.
Sementara di kamar Jessica tidak bisa tidur sama sekali karna biasa nya Aksa akan memeluk nya dan mengelus rambut nya agar ia bisa tidur,ia berjalan menuju pintu dan membuka nya mata nya berkaca-kaca melihat Aksa tidur di sofa,rasa bersalah muncul di hati nya membiar kan Aksa tidur di luar.
"Sayang kau butuh sesuatu"ucap Aksa melihat Jessica berdiri di dekat pintu.
"Maaf kan aku"ucap Jessica menangis memeluk Aksa erat.
"Kenapa menangis"tanya Aksa membalas pelukan Jessica.
"Karna aku menyuruh mu tidur di luar"ucap Jessica membuat senyum tipis di bibi Aksa.
"Tidak papa,ayo kita masuk ke dalam sudah malam"ucap Aksa ingin menggendong Jessica kembali masuk ke dalam kamar mereka.
__ADS_1
đđđđđđđđđ
Jangan lupa vote,like dan komen nya kkđ