MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 401


__ADS_3

Keesokan hari nya sesuai perkataan Erland yang akan membawa Jasmine ke suatu tempat sedang bersiap akan pergi bersama ketiga anak mereka.


"Jangan memakai baju terbuka"ucap Erland dari atas sofa kamar mereka yang mana Jasmine sedang memilih baju di ruang ganti.


"Iyaa"ucap Jasmine malas.


"Jangan memakai riasan seperti biasa saja"ucap Erland lagi.


"Iyaa"ucap Jasmine.


"Jangan.."ucapan Erland terpotong dengan suara Jasmine.


"Kau bisa diam tidak semua nya jangan sekalian saja jangan pergi di rumah saja"ucap Jasmine kesal sendiri.


"Aku hanya tidak mau istri ku di tatap mereka semua saat kita sampai"ucap Erland.


"Mereka memiliki mata jadi wajar saja mereka melihat nya"ucap Jasmine.


"Enak saja mereka menatap milik ku memang nya mereka siapa berani menatap milik ku"ucap Erland ketus.


"Terserah kau saja"ucap Jasmine malas berdebat dengan Erland yang selalu posesif di setiap saat.


Setelah Jasmine selesai dengan baju tertutup serta hanya sedikit merias wajah nya,ia keluar dari ruang ganti membuat Erland menoleh.


"Ck kenapa harus berdandan cantik segala sih"ucap Erland menatap penampilan Jasmine yang cantik.


"Sudah diam ayo pergi"ucap Jasmsine menarik tangan Erland agar keluar kamar sebelum mendpatkan protesan yang akan membuat nya kembali kesal harus berganti baju atau bahkan Erland menyuruh nya mencuci muka lagi.


"Ayo sayang kita berangkat"ucap Jasmine pada ketiga putra nya yang terlihat tampan menunggu mereka di ruang keluarga.


"Mommy cantik sekali"ucap Angkasa.


"Hey son mommy milik daddy jangan melihat nya"ucap Erland menutupi tubuh Jasmine.


Plakk


"Kalau bicara tahu tempat dan situasi"ucap Jasmine sinis karna melihat kelakuan Erland.


"Ayo tinggalkan saja daddy"ucap Jasmine menarik tangan anak-anak nya satu persatu meninggal kan Erland yang melongo.


Sedangkan Bintang menjulurkan lidah nya ke arah Erland karna di abaikan oleh sang mommy yang mana semakin membuat Erland kesal sendiri.

__ADS_1


"Sayang tunggu"ucap Erland berlari mengejar Jasmine yang semakin menjauh.


"Kau di sini saja tidak usah ikut"ucap Jasmine ketus.


"Memang nya kau tahu mau kemana"tanya Erland.


"Aku akan mencari tahu sendiri"ucap Jasmine.


"Siapa yang memberi hadiah dan siapa yang tahu apa hadiah nya dan dimana kan aku"ucap Erland.


"Kalau kau tau kenapa masih saja bertanya"ucap Jasmine ketus.


"Jangan galak-galak sayang nanti kau cepat tua"ucap Erland membuat mata Jasmine melotot.


"Kau mengatai ku tua"ucap Jasmine datar.


"Bukan sayang"ucap Erland cepat.


"Ayo masuk ke dalam kita akan pergi kasihan yang lain sudah menunggu di sana"ucap Erland mengalihkan pembicaraan mereka.


"Urusan kita belum selesai jadi jangan mengalihkan pembicaraan"ucap Jasmine.


"Nanti saja kita lanjut kita pergi dulu"ucap Erland membuka pintu untuk Jasmine dan anak-anak nya,setelah mereka duduk dengan nyaman Erland menutup pintu tersebut,ia menarik nafas dan membung nya perlahan lalu ikut masuk ke dalam mobil dan melajukan nya ke tempat yang sudah ia janjikan.


"Apa sudah sampai"tanya Jasmine karna mobil berhenti.


"Iya,,sebentar aku keluar dulu dan membuka pintu nya"ucap Erland keluar dari dalam mobil membuka pintu untuk anak-anak nya lebih dulu baru lah ia membuka pintu untuk Jasmine.


"Ayo keluar pegang tangan ku"ucap Erland menuntun Jasmine keluar dari dalam mobil lalu menggandeng tangan Jasmine mendekati tempat tersebut.


"Apa aku sudah boleh membuka nya"tanya Jasmine penasaran hadiah apa yang ingin Erland berikan pada nya.


"Tentu saja"ucap Erland tersenyum tipis.


Jasmine pun segera membuka penutup mata tersebut dan terkejut melihat hadiah yang Erland berikan pada nya.


"Ini.."ucap Jasmine tidak bisa berkata-kata lagi melihat salah satu impian nya tercapai.


"Terimakasih banyak"ucap Jasmine memeluk Erland dengan perasaan bahagia.


"Apapun untuk istri ku,,aku akan selalu memberikan nya"ucap Erland membalas pelukan Jasmine.

__ADS_1


Hadiah yang Erland berikan adalah sebuah rumah sakit mewah dengan fasilitas lengkap di dalam nya,impian Jasmine sedari dulu ingin memiliki rumah sakit sendiri kini terwujud,Erland memberi nama rumah Sakit tersebut dengan Falleria nama tengah Jasmine.


"Ayo masuk ke dalam untuk melihat-lihat nya"ucap Erland.


Jasmine mengangguk di pelukan Erland,rasa bahagia tidak bisa ia ucap kan lagi dengan kata-kata, Erland selalu membuat nya bahagia.


"Selamat sayang untuk rumah sakit nya"teriak mereka semua yang ada di dalam merasa senang.


"Terimakasih banyak"ucap Jasmine terharu melihat keluarga nya ada di dalam semua.


"Sekarang kau bisa bekerja juga dan impian mu terwujudkan menjadi dokter dan memiliki rumah sakit nya"ucap Dara senang.


"Iyaa"ucap Jasmine pelan.


"Selamat adik ipar ku yang paling cantik impian mu sudah tercapai"ucap Friska.


"Terimakasih calon pengantin"ucap Jasmine membuat Friska mengendus kesal.


"Terimakasih banyak atas kebahagiaan yang selalu kau berikan pada ku,aku mencintai mu"ucap Jasmine kembali memeluk Erland saat semua nya mulai berkeliling melihat-lihat isi rumah sakit baru tersebut sebelum besok semua stap di rumah sakit tersebut bekerja, Erland sudah menyiapkan semua nya mulai dari terkecil hingga besok rumah sakit tersebut akan beroperasi.


"Aku lebih mencintai mu,,aku hanya ingin kau selalu ada di sisi ku selama nya"ucap Erland.


"Tentu saja"ucap Jasmine.


"Kau mau lihat dimana ruangan mu"tanya Erland.


"Iyaa"ucap Jasmine cepat.


"Ayo"ucap Erland menarik tangan Jasmine masuk ke dalam lift di mana ruangan Jasmine berada.


"Apa semua ini tidak berlebihan"tanya Jasmine menatap Erland karna selain fasilitas nya lengkap rumah sakit yang Erland bangun luas dan besar,entah berapa banyak uang yang Erland keluarkan untuk semua itu.


"Untuk orang yang paling aku cintai tidak ada kata berlebihan"ucap Erland.


"Pasti kau mengeluarkan uang yang banyak untuk ini"ucap Jasmine membuat Erland terkekeh.


"Hanya membangun rumah sakit uang ku tidak akan habis"ucap Erland sombong namun begitulah fakta nya.


"Dasar sombong"ucap Jasmine mengendus malas.


"Bukan sombonh sayang tapi kenyataan nya"ucap Erland.

__ADS_1


"Terserah kau saja lah"ucap Jasmine malas berdebat dengan Erland.


Sampai nya mereka di lantai paling atas rumah sakit tersebut yang mana hanya ada ruangan Jasmine saja di sana,Erland membawa Jasmine masuk ke dalam ruangan yang begitu luas dan mewah tersebut hingga membuat siapa pun yang melihat nya akan merasa betah dan nyaman.


__ADS_2