MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
Episode 128


__ADS_3

"Pengawall"teriak Aksa membuat semua orang berlari ke asal suar Aksa.


"Ada apa tuan"tanya para pengawal mendekati Aksa.


"Seret wanita itu ke ruang bawah tanah aku akan segera ke sana sebentar lagi"ucap Aksa dingin menatap Karin dengan tatapan membunuh.


"Baik tuan"ucap mereka segera menyeret karin yang membrontak ke ruang bawah tanah.


Sementara Aksa yang melihat Jessica ketakutan segera memeluk Jessica untuk memenangkan nya.


"Jangan takut aku ada di sini,tidak akan ku biar kan siapa pun menyakiti kalian"ucap Aksa lembut.


"Dia ingin membunuh ku"ucap Jessica dengan gemetar.


"Tidak akan sayang selema kau bersama ku tidak akan ada yang bisa menyentuh mu,tenang lah ingat anak-anak kita sedang di sini"ucap Aksa mengelus perut Jessica.


Jessica mengangguk dan memeluk Aksa erat,Aksa segera menggendong Jessica namun sebelum melangkah ia menatap Bobby yang berdiri di sana juga.


"Pecat wanita itu atau aku akan menarik saham yang ada di perusahaan kalian"ucap Aksa dingin menatap tajam Bobby.


"Baik tuan"ucap Bobby.


Aksa segera melangkah kan kaki nya ke kamar mereka dan membaringkan Jessica di tempat tidur.


"Istirahat lah,jangan takut lagi dan memikir nya nanti kau sakit kasihan anak-anak kita di dalam sana jika kau sakit mereka juga akan merasakan nya"ucap Aksa mengelus kepala Jessica.


Jessica mengangguk dan mengerat kan pelukan nya ke Aksa dan memejamkan mata,Aksa mengelus punggung Jessica dengan lembut agar Jessica tertidur pulas.Setelah Jessica tidur Aksa melepaskan pelukan nya dengan pelan dan mencium kening Jessica sebelum keluar kamar.


Aksa melangkah kan kaki nya ke ruang bawah tanah dimana Karin berada jika saja Jessica tak ada di sana sudah pasti tadi membunuh Karin.


"Di mana wanita itu"ucap Aksa dingin.


"Di penjara tuan"ucap pengawal Aksa.


Aksa mengangguk dan segera berjalan ke depan ia melihat Karin yang juga melihat ke arah nya.


"Berani sekali kau ingin menyentuh istri ku jika saja istri ku tidak di sana aku pasti akan membunuh mu"ucap Aksa dingin.


"Ampun tuan jangan bunuh saya,saya tidak akan mengulangi nya lagi"ucap Karin bersujud di kaki Aksa.

__ADS_1


"Cih,wanita murahan seperti mu kau kira aku akan percaya"ucap Aksa dingin.


"Kalian semua bersenang-senang lah dengan nya jika kalian sudah puas katakan pada ku aku akan melenyap kan nya"ucap Aksa.


"Baik tuan"ucap mereka semua.


Aksa segera pergi dari ruangan tersebut kembali ke kamar nya,ia takut jika Jessica bangun tak melihat nya.


Di negara lain Sasa yang juga hamil memasuki tiga bulan,setiap hari ia hanya di rumah menunggu Vino pulang atau kadang ia ikut ke perusahaan menemani Vino.


"Hahhhh bosan sekali di sini"gumam Sasa pelan,ia berjalan ke bawah untuk melakukan kegiatan yang bisa mengurangi rasa bosan nya.


"Bi tolong antar kan cemilan dan jus mangga ke ruang bioskop ya aku akan ke sana untuk menonton"ucap Sasa.


"Baik nona"ucap pelayan.


Sasa segera ke ruang bioskop untuk menonton drama korea yang untuk mengurangi ke bosanan nya karna Vino tidak memperboleh kan nya melakukan aktivitas apapun.


Ia duduk sendiri menonton drama di depan nya di temani cemilan yang baru saja di antarkan pelayanan.


Jika saja aku di sana pasti aku akan menonton bersama Dea dan Jessica tapi apa boleh buat sekarang kami berjauhan karna pekerjaan suami masing-masing,batin Sasa.


"Sayang apa kau di kamar mandi"ucap Vino namun tak ada jawaban sama sekali,ia membuka pintu kamar mandi tak menemukan Sasa dengan segera ia belari ke bawah untuk mencari Sasa.


"Di mana istri ku"tanya Vino pada pelayan di rumah nya.


"Nona ada di ruang bioskop tuan"ucap pelayan tersebut.


Vino segera berlari ke arah ruang bioskop setelah memasuk ke dalam ia melihat Sasa tertidur di kursi membuat nya menggeleng kepala.


"Sayang kenapa tidur di sini"ucap Vino mengelus pipi Sasa.


Namun Sasa hanya mengeliat saja membuat Vino merasa gemas ingin mencubit pipi Sasa,dengan pelan ia menggendong Sasa ke kamar mereka,setelah sampai ia membaringkan Sasa di tempat tidur,ia ikut membaringkan tubuh nya di samping Sasa dan memeluk Sasa erat.


Di negara lain Dea dan Samuel berjalan-jalan berdua karna Samuel yang sibuk akhir-akhir ini tak mempunyai waktu berdua dengan Dea jadi ia libur bekerja untuk menghabis kan waktu mereka berdua.


"Kita ke mana dulu sayang"tanya Samuel.


"Ke bioskop saja sudah lama aku tidak menonton"ucap Dea.

__ADS_1


"Tapi di rumah kan ada"ucap Samuel heran.


"Kalau di rumah membosan kan aku hanya sendiri saja,aku ingin menonton sepeti biasa ramai itu lebih seru"ucap Dea.


"Baik lah ayo ke sana"ucap Samuel menuruti ke inginan Dea.


Dengan senyum mengembang Dea menggandeng tangan Samuel ke sana.


"Sana kau belikan tiket untuk kita masuk,aku akan beli popcron dan minuman"ucap Dea.


Samuel mengangguk dan segera membeli tiket untuk mereka,sama hal dengan Dea yang membeli popcron dan minuman,setelah dapat kedua nya masuk ke dalam karna akan di mulai.


Mereka duduk dengan santai dan menikmati film yang telah di putar sambil memakan popocron yang di pegang Dea,setelah film nya selesai kedua nya keluar dari dalam.


"Ayo ke sana"ucap Samuel menunjuk kan toko perhiasan,Dea menurut saja ke mana Samuel menarik tangan nya.


Setelah sampai Samuel melihat kalung yang ingin ia belikan pada Dea,setelah menemukan yang pas Samuel tersenyum tipis.


"Ambil kan yang itu"ucap Samuel dingin.


"Baik tuan"ucap pegawai toko segera mengambil nya dan memberikan nya pada Samuel.


Samuel segera memasang nya ke leher jenjang Dea membuat Dea tersenyum senang.


"Kau sangat cantik kalung nya sangat cocok untuk mu"ucap Samuel mencium kening Dea.


"Terimakasih"ucap Dea memeluk Samuel.


Setelah membayar nya Samuel dan Dea segera pergi dari toko tersebut.


"Kau mau ke mana lagi"tanya Samuel.


"Kita ke taman saja"ucap Dea menggenggam tangan Samuel ke taman yang ramai muda mudi yang sedang berjalan berdua bersama pasangan nya.


"Hahh jadi seperti ini rasa nya jalan berdua bersama pasangan nya"ucap Dea pelan membuat Samuel tertawa pelan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa vote,like dan komen nya kk😄

__ADS_1


__ADS_2