MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 518


__ADS_3

Bintang yang keluar dari ruangan nya berjalan mengelilingi cafe milik nya,hingga ia berhenti menatap pelayan baru nya yang bernama Luna memang memiliki wajah cantik dan mungil membuat siapa pun tidak bisa mengalihkan pandangan nya,wajah nya yang teduh dan sifat nya lemah lembut menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap lelaki yang melihat nya tak terkecuali dengan Bintang namun menurut nya hanya sebatas kagus saja.


"Permisi pak"ucap Luna pada Bintang yang menghalangi jalan nya.


"Ehh iya"ucap Bintang segera memberi jalan untuk Luna.


"Terimakasih pak"ucap Luna dengan sopan di angguki Bintang yang menatap lekat wajah Luna saat lewat dari depan nya.


Cantik,batin Bintang.


Bintang menggelengkan kepala nya setelah sadar apa yang ia pikirkan,tak jauh dari Bintang ada Angkasa yang memperhatikan Bintang menggelengkan kepala nya.


"Kau sakit"tanya Angkasa menghampiri Bintang.


"Tidak"ucap Bintang singkat.


"Lalu kenapa kau menggeleng kepala seperti itu"tanya Angkasa.


"Bukan urusan mu"ucap Bintang.


"Kau tidak ada pekerjaan sedari tadi hanya menggangguku saja"ucap Bintang lagi.

__ADS_1


"Jam kelas ku sudah selesai maka nya aku ke sini dari pada di rumah bosan sendiri"ucap Angkasa.


"Kau tidak berencana membuka cabang cafe ini"tanya Angkasa mengikuti Bintang duduk di salah satu meja yang kosong.


"Rencana sih iya tapi aku belum menemukan dimana lokasi yang cocok"ucap Bintang.


"Besok aku akan libur bagaimana kalau kita mencari lokasi nya saja"ucap Angkasa.


"Boleh juga"ucap Bintang setuju.


"Kau tidak berkunjung ke rumah"tanya Bintang setelah Jasmine dan Erland pindah rumah kedua nya sama-sama belum pernah mengunjungi kediaman baru kedua orang tua nya.


"Kalau begitu kita ke sana saja besok mungkin mereka tidak ada di rumah"ucap Bintang di angguki Angkasa.


"Kapan Queen akan kembali ke sini"tanya Angkasa menatap jauh ke depan begitu juga dengan Bintang,kedua nya sama-sama menghela nafas kasar jika membahas tentang adik kecil mereka itu.


"Entah lah aku juga tidak tahu dia kapan akan kembali"ucap Bintang.


"Aku merasa semakin hari dia semakin jauh dari kita"ucap Angkasa.


"Kau benar aku juga merasakan nya"ucap Bintang.

__ADS_1


"Andai saja semua itu tidak terjadi mungkin sekarang kita berkumpul bersama,tertawa bersama dan bahagia bersama"ucap Angkasa.


"Namun nyata nya semua itu tidak bisa di putar"ucap Bintang membuat Angkasa terdiam.


"Bagaimana kabar Rora"tanya Angkasa.


"Aku tidak tahu karna aku tidak pernah menghubungi nya"ucap Bintang yang memang tidak pernah ikut campur dengan Rora.


"Sebentar aku hubungi dulu"ucap Angkasa mengambil ponsel nya dan segera menghubungi Rora.


tut tut tut


Angkasa mencoba menghubungi Rora namun sama sekali tidak di jawab.


"Biarkan saja jika ia tidak menjawabnya"ucap Bintang melihat Angkasa yang masih sibuk menghubungi Rora.


"Dia sedang hamil aku khawatir terjadi sesuatu pada nya"ucap Angkasa.


"Dia sendiri yang pergi jauh dari jangkauan kita jadi ia pasti sudah tahu bagaimana menjaga diri nya dan kandungan nya"ucap Bintang membuat Angkasa menoleh.


"Bagaimana pun dia seorang wanita belum lagi dia hamil tidak ada satupun di dekat nya"ucap Angkasa yang sudah tahu jika Bintang sama sekali tidak terlalu peduli dengan Rora dari dulu hingga sekarang.

__ADS_1


__ADS_2