MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 504


__ADS_3

Keadaan Rora sendiri setelah sadar kembali menangis meratapi nasib nya yang sudah hancur hanya bisa berdiam saja dengan tatapan kosong.


"Sayang"panggil Jasmine mengelus kepala Rora.


"Mom Rora sudah tidak punya masa depan lagi"ucap Rora pelan.


"Jangan katakan seperti itu nak,putri mommy kuat ada mommy dan daddy serta yang lain nya di samping mu"ucap Jasmine.


Rora diam saja tanpa mendengar ucapan Jasmine hingga ingatan nya muncul saat masih di culik ia sudah sadar saat Gazella menendang pintu dengan kuat bahkan ia melihat bagaimana sadis dan kejam nya Gazella menghabisi mereka semua tanpa sisa seperti di rasuki iblis yang tana perasaan memegang kepala mereka satu persatu.


"Rora ingin jalan-jalan keluar mom"ucap Rora di angguki Jasmine.


Kedua nya berjalan-jalan keluar dari ruangan tersebut,tujuan nya adalah ingin ke ruangan Gazella entah apa yang ada di pikiran nya.


Deffin sendiri sudah sampai bandara segera masuk ke dalam mobil yang telah menjemput nya serta asisten Jo.


"Di mana"tanya Deffin.


"Nona saat ini berada di rumah sakit tuan"ucap asisten Jo lebih dulu di beritahukan oleh anak buah nya.


"Ke sana"ucap Deffin dingin.


Mobil tersebut segera meluncur menuju rumah sakit di mana Gazella berada.Di rumah sakit Gazella mulai membuka mata nya dan menatap sekeliling.


"Di mana kakek"ucap Gazella langsung duduk membuat perut nya yang masih di balut kembali mengeluarkan darah saking panik nya tidak melihat kedua kakek nya karna ruangan tersebut kosong.


Ia mencabut selang infus yang masih berada di tangan nya dan berjalan terburu-buru keluar mencari keberadaan kedua kakek nya tanpa peduli dengan darah di perut dan rasa sakit nya.


"Nona mau kemana"tanya seorang suster melihat Gazella panik dan darah di baju nya.


"Di mana kakek ku"ucap Gazella datar.


Saat suster tersebut akan menjawab Jasmine dan Rora lebih dulu menghampiri Gazella.


"Sayang ada apa"tanya Jasmine khawatir melihat Gazella namun tidak di pedulikan oleh Gazella.


"Katakan di mana kakek ku"bentak Gazella.


"Tenang du.."ucapan Jasmine terpotong karna ucapan Gazella.

__ADS_1


"Aku tidak membutuh kan mu untuk bicara"ucap Gazella dingin.


"Jaga sopan santun mu berbicara dengan ibu mu"ucap Rora menatap benci ke arah Gazella membuat Gazella yang akan pergi berbalik.


"Aku tidak memiliki seorang ibu karna bagi ku mereka telah mati"ucap Gazella dingin namun membuat tubuh Jasmine terduduk di lantai mendengar ucapan Gazella.


"Kau memang pembawa sial di keluarga kami,,kenapa kau tidak mati saja"teriak Rora.


Plakk


Satu tamparan kuat mengenai pipi Gazella bukan Gazella pelaku nya melain kan Aksa yang mendengar ucapan mereka semua nya.


"Jaga mulut busuk mu itu"ucap Aksa datar.


"Kenapa kakek selalu membela nya,,gara-gara dia masa depan ku hancur"teriak Rora seperti kesurupan.


"Jika dia tidak datang terlambat aku tidak akan di perkosa oleh mereka semua"teriak Rora lagi.


"Dan semua nya juga salah kakek,, dia musuh kakek lalu kenapa aku yang harus menjadi korban nya"ucap Rora menangis membuat tubuh Aksa terdiam kaku.


"Kau terlalu bermimpi aku juga datang tidak ingin menyelamat kan kalian,aku hanya menyelamat kan kakek ku saja"ucap Gazella dingin.


Saat suasana berubah dingin suara langkah beberapa orang mendekati mereka semua nya.


"Kucing kecil kau tidak papa kan"ucap seseorang tersebut dengan wajah khawatir.


"Ck om penguntit untuk apa kau ke sini"ucap Gazella ketus membuat yang lain menganga,apalagi Aksa dan yang lain nya yang mengenal Deffin si raja bisnis dan raja iblis.


"Darah"ucap Deffin melihat baju Gazella berdarah tanpa kata ia menggendong Gazella dan membawa nya masuk ke dalam.


"Jo panggil dokter cepat"teriak Deffin.


"Kau ini apaan sih om turun kan aku ini hanya luka kecil saja"protes Gazella namun tidak di hiraukan oleh Deffin.


"Kenapa bisa seperti ini katakan siapa yang mencelakai mu aku akan membunuh nya"ucap Deffin.


"Ck aku sendiri bahkan sudah lebih dulu membunuh nya"ucap Gazella ketus.


Deffin segera menurun kan Gazella di ranjang dan menggenggam tangan Gazella dengan erat sambil mata nya menatap baju Gazella yang masih berdarah.

__ADS_1


"Tuan biar kami periksa luka nona dulu"ucap dokter yang baru datang ingin mengobati Gazella.


"Cepat lakukan"ucap Deffin datar.


"Tuan keluar.."ucapan dokter tersebut terpotong oleh Deffin.


"Aku akan menemani nya"ucap Deffin Dingin.


"Kau keluar lah om"ucap Gazella ketus.


"Aku di sini menemani mu saja"ucap Deffin.


"Keluar"ucap Gazella dingin membuat raut wajah Deffin sedikit terkejut karna melihat perubahan Gazella dan dengan berat hati keluar dari ruangan tersebut.


Deffin menatap dingin mereka semua yang berada di depan nya,terutama Rora yang menunduk takut dengan masih terisak kecil di pelukan Jasmine.


"Jangan pernah kalian berteriak atau berkata kasar pada gadis ku atau kalian akan merasakan akibat nya dari ku sekali pun kalian keluarga nya"ucap Deffin dengan aura tak menyenangkan di angguki patuh oleh mereka.


Dari dalam Gazella bisa mendengar ucapan Deffin membuat nya sedikit kesal,tak lam mereka masuk ke dalam setelah dokter selesai dan keluar.


"Kau berani mengancam kakek ku om penguntit"ucap Gazella menatap tajam ke arah Deffin yang entah kenapa nyali nya sedikit menciut melihat tatapan tajam kucing kecil nya.


"Queen"ucap Aksa lembut untuk mengingatkan Gazella agar jangan macam-macam pada Deffin karna ia tidak mau terjadi sesuatu pada Gazella.


"Kakek jangan takut pada nya jika ia berani menyentuh kakek aku akan lebih dulu memenggal kepala nya"ucap Gazella membuat Deffin menyeringai.


"Kau sangat kejam kucing kecil"ucap Deffin mendekati Gazella.


"Sudah baikan"tanya Deffin lembut mengelus kepala Gazella membuat mereka melotot tak percaya seorang raja iblis di depan mereka bisa berbicara lembut.


"Kau pikir aku gadis lemah yang sekali tembak langsung mati"ucap Gazella membuat Deffin terkekeh.


"Untuk apa om penguntit datang ke sini"tanya Gazella membuat Deffin kelabakan tidak tahu menjawab apa,jika ia menjawab khawatir pada gadis di depan nya mau di taruh wajah nya.


"Aahhh aku tahu om penguntit mengkhawatir kan ku yah"goda Gazella menaik turun kan alis nya pada Deffin.


"Aku memang mengkhawatir kan mu karna kau pegawai ku"ucap Deffin dengan wajah yang mulai memerah dan gugup.


"Karna pegawai atau karna calon istri mu om penguntit"ucap Gazella dengan wajah imut serta mengedip-edip kan mata nya melihat Daffin semakin membuat wajah Deffin memerah tidak tahan dengan wajah imut gadis di depan nya dan tanpa tahu malu dengan ucapan nya yang keluar begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2