MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 417


__ADS_3

Samuel dan Aksa saling melirik satu sama lain dan tersenyum misterius melihat Erland yang mendekati mereka.


"Kau kenapa"tanya Samuel.


"Aku hanya ingin melihat Angkasa saja"ucap Erland ketus.


"Aku tidak mau"ucap Angkasa memegang erat tangan Aksa.


"Kau tidak ingin bersama daddy"tanya Erland dengan wajah sedih nya.


"Bukan begitu tapi aku takut melihat daddy yang aneh begitu"ucap Angkasa ketus.


"Heyy daddy tidak aneh son"ucap Erland tidak terima di bilang aneh.


"Kau memang aneh"ucap Samuel membuat Erland menatap Samuel marah.


"Sayanggg"teriak Erland kencang berlari mencari keberadaan Jasmine membuat Samuel dan Arka tertawa terbahak-bahak seperti nya mereka berdua menemukan sesuatu hal yang menarik.


Jasmine mendengar teriakan Erland berjalan cepat ke arah Erland yang sedang berlari membuat nya khawatir.


"Ada apa"tanya Jasmine panik melihat Erland memeluk nya sambil menangis.


"Mereka jahat"adu Erland.


"Siapa"tanya Jasmine mengelus punggung Erland agar berhenti menangis.


"Papa dan Angkasa mengatai ku aneh"ucap Erland merengek membuat Jasmine menghela nafas nya kasar.


"Mereka yang aneh,,sudah ya jangan menangis lagi kau gak malu apa di lihat anak-anak"ucap Jasmine melihat Galaksi dan Bintang yang melongo melihat kelakuan Erland.


Sementara Erland yang mendengar ucapan Jasmine mengintip sedikit melihat Galaksi dan Bintang ia tersenyum canggung pada kedua nya.


"Sayangg aku ingin mangga"ucap Erland manja.


"Ya sudah kita ambil"ucap Jasmine membuat Erland tersenyum senang.


"Ayo"ucap Erland menarik tangan Jasmine menuju taman belakang.

__ADS_1


Jasmine pun mengikuti saja saat Erland menarik nya ke taman belakang untuk mengambil mangga tersebut.


Ia mengambil tangga dan menyenderkan nya ke pohon mangga yang tidak terlalu tinggi tersebut,setelah merasa aman Jasmine mulai naik satu persatu anak tangga itu tangan nya terulur untuk menggapai mangga yang tak jauh dari jangkau an nya.


"Sayang sebelah sana"tunjuk Erland.


"Yang ini saya yah agar mudah mengambil nya"ucap Jasmine menunjuk mangga tersebut.


"Tidak mau,,aku ingin yang itu"tunjuk Erland pada mangga yang ia tunjuk.


"Itu terlalu jauh aku tidak bisa mengambil nya"ucap Jasmine karna memang sulit mengambil nya.


"Aku mau yang itu"ucap Erland membuat Jasmine ingin sekali mencekik leher Erland.


Jasmine naik ke atas tangga yang terakhir untuk mengambil mangga yang di inginkan Erland walaupun kaki nya sedikit gemetar namun ia tahan agar tidak jatuh.


Setelah berhasil mengambil mangga tersebut Jasmine pun segera turun namun saat akan mencapai anak tangga ketiga kaki nya terpeleset hingga.


Brukk


Arrkhh


"Sayanggg"panggil Erland mendekati Jasmine.


"Aku tidak apa-apa"ucap Jasmine pelan membersihkan tangan nya dan kaki nya yang mengeluarkan sedikit darah karna tergores batu-batuan kecil di bawah pohon mangga tersebut.


"I,,tu darah"ucap Erland berbah pucat pasi menatap tangan dan kaki Jasmine yang mengeluarkan darah membuat Jasmine menoleh ke arah Erland.


"Ini hanya luka kecil saja tidak usah khawatir begitu"ucap Jasmine segera berdiri menahan rasa sakit di perut nya.


Semoga tidak terjadi apa pun pada kalian sayang,ucap Jasmine dalam hati melihat kebawah nya tidak ada darah atau apapun membuat ia sedikit bernafas lega namun juga khawatir.


"Ayo masuk kau ingin makan mangga ini bukan"ucap Jasmine pada Erland melangkah lebih dulu ia akan ke rumah sakit kembali untuk memastikan kandungan nya baik-baik saja.


Erland yang mendengar ucapan Jasmine menoleh ke arah Jasmine,ia berlari kecil meninggal kan Jasmine karna merasa bersalah telah membuat Jasmine terluka ia juga tidak tahu kenapa ia jadi eneh begitu namun bagaimana lagi secara alami datang seperti itu.


"Jas kau baik-baik saja nak"tanya Aksa dan Samuel melihat Jasmine datang dengan tangan dan kaki sedikit berdarah.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja"ucap Jasmine melangkah mengambil tas dan kunci mobil nya untuk ke rumah sakit.


"Aku titip Erland dan anak-anak sebentar"ucap Jasmine berjalan cepat tanpa menunggu jawaban dari mereka,ia masuk ke dalam mobil nya dan melajukan nya dengan kencang menuju rumah sakit milik nya.


"Ada apa"tanya Jessica pada Aksa san Samuel yang terlihat cemas.


"Seperti nya Jasmine terjatuh tangan dan kaki berdarah"ucap Aksa membuat Jessica menatap mereka berdua tajam.


"Apa yang terjadi kenapa bisa seperti itu kalian tahu dia sedang hamil bagaimana jika terjadi sesuatu pada kandungan nya"teriak Jessica menahan amarah nya ia takut terjadi sesuatu pada Jasmine dan calon cucu nya.


"Jess ada apa"tanya Dea keluar dari dapur mendengar teriakan Jessica.


"Mereka tidak bisa menjaga Jasmine dengan baik hingga Jasmine terjatuh bahkan tangan dan kaki nya berdarah ia sedang hamil bagaimana jika terjadi susatu pada kandungan nya"ucap Jessica menahan amarah nya menatap kedua lelaki di depan nya.


"Di mana Jasmine sekarang"ucap Dea panik.


"Dia baru saja pergi"ucap Samuel pelan,mereka lupa jika Jasmine sedang mengandung.


"Sama siapa"tanya Dea membuat kedua saling pandang dan gugup.


"Sendiri"ucap Aksa pelan namun masih nisa di dengar kedua nya.


"Kalian membiarkan nya pergi sendiri"teriak Dea.


"Bagainana jika terjadi sesuatu pada nya di jalan tangan dan kaki nya terluka kalian malah membiar kan nya sendiri pergi"teriak Dea pada kedua nya.


"Di mana Erland"tanya Dea datar dengan mata menajam.


"Seperti nya di kamar kami melihat nya berlari ke sana"ucap Samuel membuat langkah kaki Dea berjalan cepat menuju kamar Jasmine dan Erland.


"Erland buka pintu nya"teriak Dea keras membuat Erland yang di dalam diam saja karna masih di hantui rasa bersalah.


"Buka pintu nya mama ingin bicara dengan mu"teriak Dea lagi namun sama sekali tidak ada jawaban semakin membuat Dea marah.


"Kau hanya diam saja di dalam kamar,,suami macam kamu itu Jasmine terluka kau diam saja di dalam dan sekarang Jasmine pergi entah kemana sendirian kau masih diam saja di sana"teriak Dea khawatir dengan kondisi Jasmine.


Di dalam Erland yang mendengar ucapan Dea jika Jasmine pergi sendirian menangis dan membuka pintu.

__ADS_1


"Ma semua salah Erland kalau saja Erland tidak ingin makan mangga itu Jasmine pasti akan baik-baik saja,, Erland juga tidak mau membuat Jasmine terluka tapi aku jaga tidak tahu kenapa menjadi seperti ini"ucap Erland menangis dengan tubuh nya yang juga terjatuh ke lantai membuat Dea sadar jika saat ini Erland sedang mengidam dan berubah total dari biasa nya.


__ADS_2