
Pagi hari jet yang membawa mereka pulang ke negara nya segera mendarat,disana sudah ada Jasmine dan Erland yang menunggu kedatangan mereka semua beserta beberapa anak buah Erland.
Jenazah Manda segera di pindah kan ke dalam mobil ambulance yang mereka bawa di iringi mobil lain nya yang membawa mereka juga hingga berhenti di kediaman Vino.
"Bagaimana dengan pemakaman nya"tanya Aksa pada Erland.
"Semua sudah di urus dad"ucap Erland.
"Dimana anak-anak"tanya Aksa tidak melihat ketiga cucu nya padahal Jasmine dan Erland ada di samping nya.
"Mereka sekolah dad"ucap Jasmine.
"Daddy kira kalian meninggal kan mereka di rumah"ucap Aksa.
"Mana mungkin kami meninggalkan mereka"ucap Jasmine karna ia juga tidak terlalu mempercayai orang asing maka dari itu ia lebih memilih mengantarkan mereka ke sekolah yang di jamin keamanan nya lagi pula memang masih waktu nya sekolah.
"Anak nya Manda di mana Dad"tanya Jasmine pelan.
"Ada bersama mommy di dalam"ucap Aksa.
Jasmine mengangguk dan masuk ke dalam rumah untuk melihat Manda yang terakhir kali nya karna akan segera di makam kan, hanya setengah jam jenazah Manda berada di dalam rumah dan langsung di antar ke peristirahatan terakhir nya.
Dara dan Sasa sedari tadi menangis hanya bisa menatap kepergian Manda yang sudah mulai menjauh di angkat beberapa orang.
"Ma Manda sudah pergi meninggal kan kita semua"ucap Dara pelan dengan tatapan kosong.
Sasa tidak bisa lagi berkata apa pun hanya diam saja tanpa mengatakan apapun namun air mata nya tetap keluar begitu saja.
"Sabar Sa kalian harus mengiklaskan kepergian Manda,,dia sudah tidak merasakan sakit lagi sekarang yang harus kalian lakukan merawat anak nya dengan baik agar ia bisa tenang di sana"ucap Jessica mengelus pundak sahabat nya tersebut.
"Dia meninggal kan anak nya Jess bahkan belum sempat ia lihat,,kau tau dia mempertahan kan nya dengan susah payah agar bayi nya selamat tanpa peduli kondisi tubuh nya yang sudah mulai melemah sekarang dia pergi tanpa bisa melihat apa yang sudah ia pertahan kan"ucap Sasa dengan tatapan kosong.
"Maka dari itu kalian harus kuat dan menjaga apa yang sudah ia perjuang kan dengan nyawa nya jangan membuat nya kecewa dan sedih jika kalian seperti ini"ucap Jessica lagi.
Tak lama terdengar suara tangis baby Maxim yang menggema di ruangan tersebut membuat mereka semua menoleh, Dara menghapus air mata nya dan berdiri menghampiri bayi mungil tersebut.
__ADS_1
"Jangan menangis sekarang aku yang akan menjadi mama mu sesuai keinginan ibu mu,aku akan merawat dan membesarkan mu seperti anak kandung sendiri"bisik Dara pelan sambil menghapus air mata nya keluar.
"Seperti nya baby Maxim lapar"ucap Dea menatap baby Maxim.
"Kamu siapkan saja susu untuk nya biar mommy yang menggendong nya"ucap Jessica mengambil alih baby Maxim.
"Iya mom"ucap Dara segera mengambil susu dan botol nya dari dalam tas yang tak jauh dari nya untuk membuat kan susu baby Maxim.
Para tetangga dan kolega bisnis Vino yang sedari tadi masih ada di dalam merasa kasihan dengan bayi mungil tersebut namun melihat Dara yang cekatan dan menyayangi bayi tersebut membuat yang melihat nya lega karna bayi tersebut jatuh ke tangan orang yang benar.
Di pemakaman Vino menetes kan air mata nya melihat wajah Manda sebelum benar-benar di tutup,sedari tadi ia tahan agar tidak keluar.
Semoga kau tenang di sana nak papa menyayangi mu,kau sudah tidak merasakan sakit lagi,kami semua akan menjaga putra mu dengan baik di sini,batin Vino menghapus air mata nya saat wajah Manda benar-benar sudah tertutup rapat.
"Ayo pulang"ajak Aksa menepuk pundak Vino yang masih menatap pemakaman Manda.
Vino mengangguk segera meninggalkan makam tersebut di ikuti yang lain nya. Mereka semua kembali ke rumah Vino berkumpul bersama agar Dara dan Sasa terhibur dengan mereka yang masih di rumah tersebut.
"Sayang aku menjemput anak-anak dulu"ucap Erland pada Jasmine.
"Baiklah,,aku pergi sebentar"ucap Erland mencium kening Jasmine sebelum pergi.
"Erland kemana Jas"tanya Dea melihat Erland sudah pergi karna ia baru saja menyuruh pelayan membuat kan minum untuk mereka yang di dalam.
"Menjemput anak-anak ma"ucap Jasmine.
"Mama dan yang lain nya istirahat saja pasti lelah saat di sana dan di perjalanan biar Jasmine yang menemani baby Max"ucap Jasmine pada mereka karna melihat raut wajah mereka terlihat lelah.
Mereka mengangguk karna memang lelah dan butuh istirahat,,saat di sana tidak ada yang bisa istirahat dengan tenang mengingat kondisi Manda yang sering drop.
Jasmine mengangkat baby Max dari gendongan Dara yang sudah diam,mereka masuk ke dalam kamar tamu membiarkan Jasmine di ruang tamu menunggu kedatangan Erland dan ketiga putra nya.
"Coba saja aku tidak ke keguguran mungkin aku sudah menjadi ibu kembali"gumam Jasmine menatap baby mungil tersebut.
Tak lama terdengar suara gaduh dari luar siapa lagi kalau bukan ketiga putra nya tersebut membuat Jasmine menoleh dan tersenyum tipis.
__ADS_1
"Sini sayang"ucap Jasmine pada ketiga anak nya yang menatap nya dengan heran.
"Ini adik kalian,,ayo sini"ucap Jasmine lagi.
"Mommy beli adik buat kami"tanya Angkasa dengan senyum polos nya.
"Ini adik bayi nya aunty Dara adik kalian juga"ucap Jasmine.
"Siapa nama nya mom"tanya Galaksi mendekati Jasmine.
"Nama nya baby Max"ucap Jasmine.
"Dia lucu sekali mom pipi nya besar"ucap Angkasa tertawa.
"Pipi mu juga besar"ucap Galaksi pada Angkasa.
"Mom kenapa adik nya diam saja"tanya Bintang memperhatikan baby Max.
"Dia masih kecil kalau kenyang dia akan diam saja dan tidur"ucap Jasmine.
"Yahh berarti tidak bisa di ajak bermain"ucap Angkasa dengan lesu membuat Jasmine dan Erland terkekeh.
"Kalau dia sudah besar dan bisa berjalan kalian baru boleh mengajak nya bermain"ucap Erland.
"Mom apa kita akan membawa nya pulang"tanya Galaksi menatap bayi mungil tersebut yang mulut nya bergerak-gerak membuat mereka gemas di buat nya.
"Ini mulut kenapa komat-kamit begini"ucap Erland mencubit pipi baby Max membuat baby Max menangis.
"Eh eh dia menangis"ucap Erland panik.
"Kau sih kenapa mencubit nya keras begitu sampai pipi nya merah"ucap Jasmine kesal segera berdiri dan menimang-nimang baby Max agar diam.
"Daddy mengganggu saja"celetuk Bintang menatap sinis ke arah Erland.
"Iya sana daddy menjauh nanti adik bayi nya menangis lagi karna melihat daddy"ucap Angkasa membuat Erland melongo sedang kan Jasmine menahan tawa mendengar ucapan anak-anak nya.
__ADS_1