MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 339


__ADS_3

Erland sudah duduk santai di kursi nya dengan tenang,sama hal nya dengan anak buah nya yang masuk ke dalam,tak lama jet mereka pun lepas pandas meninggal kan negera I, Sementara Jasmine yang bangun dari tidur nya menatap sekeliling ia pun segera keluar dari dalam tenda dan melihat yang lain sudah duduk bercerita di atas karpet dengan cemilan di depan mereka.


"Sudah malam ternyata"ucap Jasmine duduk di sebelah mereka.


"Iya kau terlalu nyenyak tidur sehingga kami tidak membangunkan mu"ucap Dara tersenyum.


"Makan dulu Jas kami semua sudah makan malam"ucap Arka.


"Erland di mana"tanya Jasmine tak melihat keberadaan Erland.


"Saat kau tidur ia menerima telpon dan pergi kata nya ada pekerjaan yang harus ia selesaikan kemungkinan ia pulang larut malam"jelas Friska di angguki Jasmine.


"Mommy dan yang lain nya di dalam"tanya Jasmine sambil mengambil makanan yang sudah ada di depan nya.


"Hmm mereka sedang bersantai di dalam"ucap Dara.


"Ayo kita berpesta"ucap Jerry menatap mereka.


"Let's go"ucap yang lain kompak.


Mereka mulai membakar daging,sosis dan jagung yang sudah tersedia,canda tawa mereka menggema di taman belakang karna sudah lama mereka tidak merasakan kebersaan itu lagi semenjak lulus SMA.


Jam menunjukkan tengah dua belas malam baru lah mereka masuk ke dalam tenda mengingat Jasmine yang sedang hamil.


"Kau yakin tidak ingin tidur dengan kami"tanya Dara.


"Iya aku tidur di tenda saja"ucap Jasmine karna mereka tidak akan muat berempat di dalam nya.


"Baik lah,selamat malam"ucap Dara.

__ADS_1


"Selamat malam juga"ucap Jasmine masuk ke dalam tenda nya begitu pun dengan yang lain nya.


Jasmine membaringkan tubuh nya dan melihat layar ponsel nya tidak ada pesan sama sekali dari Erland,ia pun memejam kan mata nya untuk tidur mungkin Erland sedang sibuk maka nya belum pulang,pikir Jasmine.


Lain hal nya dengan Erland yang sudah sampai di markas mereka di negara xxx yang sudah kacau dengan mayat berserakan di mana-mana,ia melangkah masuk ke dalam menatap anak buah nya terluka cukup parah.


"Panggil dokter tambahan untuk mengobati mereka"ucap Erland datar.


"Baik bos"ucap mereka segera melakukan perintah Erland.


"Kita langsung saja ke markas mereka"ujar Erland ingin segera menyelesaikan urusan nya di negara tersebut dan pulang ke rumah .


Mereka menganguk mengerti karna sudah paham dengan Erland yang tidak akan suka membuang waktu nya,Erland menaiki motor milik nya dan melajukan nya menuju markas musuh yang telah berani menyerang markas nya di ikuti anak buah nya dari belakang.


Tak butuh waktu lama mereka telah sampai di depan markas musuh yang seperti nya berpesta karna terdengar suara musik yang begitu keras hingga terdengar ke luar.


"Pesta sesungguh nya akan tiba"gumam Erland menyirangi dan mengeluarkan katana milik nya dari punggungg nya.


"Siap bos"ucap mereka bersemangat karna sudah lama tidak berpesta ria.


Mereka semua segera meronohkan pagar yang menunjalang tinggi tersebut dan masuk ke dalam di pimpin oleh Erland yang berjalan di depan,dapat mereka lihat mereka pesta ria dengan minuman keras dan para wanita pengbibur di dalam nya tanpa menyadari kehadiran mereka.


"Habisi saja"perintah Erland masuk ke dalam mencari pimpinan mafia tersebut membiarkan anak buah nya menghabisi yang lain karna ia yakin anak buah nya sangat mudah menghabisi mereka yang mabuk.


Suara teriakan menggema di dalam markas tersebut membuat Erland tersenyum tipis,langkah kaki nya beranjak ke lantai dua dan menemukan sebuah ruangan yang tertutup rapat,kaki Erland menendang kuat pintu tersebut hingga hancur dan menampak kan pemandangan menjijik kan.


"Siapa kau mengganggu kesenangan ku"teriak seorang pria tanpa busana di dalam ruangan tersebut karna bersenang-senang dengan kedua wanita yang sama hal dengan nya tanpa memakai apa pun.


"Menjijikkan"ucap Erland dingin dan meludah tepat mengenai wajah pria tersebut.

__ADS_1


"Berani nya kau"teriak nya berdiri dan segera mengambil pistol dari dalam laci dekat dengan ranjang nya.


Erland yang melihat hal tersebut tersenyum remeh dengan santai berjalan kearah pria tersebut dengan sepasang katana di tangan nya.


Dor


pria tersebut menembak kan pistol di tangan nya ke arah Erland membuat Erland menghindar.


"Cih menembak saja kau belum bisa sudah berani menyerang markas ku"ucap Erland dingin.


"Hahaha suatu kehormatan bagi ku pemimpin mafia terkuat di dunia datang ke markas kecil ku ini"ucap nya menatap remeh ke arah Erland.


"Begitu kah"ucap Erland mengayunkan katana di tangan nya.


cresss


Erland dengan santai memotong kedua kaki pria tersebut membuat pria tersebut berteriak kesakitan dan ambruk di lantai.


"Menyusahkan saja"ucap Erland dingin karna waktu berdua an nya dengan Jasmine terganggu.


"Sialan kau"teriak nya ingin menembak Erland namun Erland dengan cepat memotong tangan pria tersebut.


"Kau membuang waktu berharga ku maka rasakan saja akibat nya"ucap Erland dingin.


Dengan santai nya Erland memotong tubuh pria tersebut menjadi beberapa bagian,setelah itu Erland menatap kedua wanita yang sedang menatap nya takut dengan langkah cepat Erland meninggalkan ruangan tersebut turun ke bawah dapat ia lihat anak buah nya sedang menunggu nya.


"Bakar tempat ini"suruh Erland keluar dari markas tersebut.


"Baik bos"ucap anak buah Erland segera menyiram markas tersebut dengan bensin lalu membakar nya.

__ADS_1


Erland dan anak buah nya segera meninggal kan markas tersebut untuk kembali ke markas milik nya.


__ADS_2