MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 407


__ADS_3

Hari begitu cepat berlalu di mana saat ini usia kandungan Manda sudah delapan bulan dua minggu yang semakin dekat masa persalinan nya. Penyakit yang bersarang di tubuh nya juga semakin menyebar bahkan sudah menggerogoti saraf nya membuat kondisi nya semakin memburuk.


Sebulan terakhir ini Dara bolak balik keluar negeri untuk menemani Manda di sana meski pun kedua orang tua nya di sana menjaga nya,namun karna kondisi nya yang kadang bisa drop membuat nya khawatir.


Saat ini mereka semua sedang berkumpul di ruangan Manda kecuali keluarga kecil Jasmine dan Erland yang tidak bisa ikut karna harus mengurus ketiga putra mereka yang sedang sekolah dan melaksanakan ujian meski pun Jasmine bisa saja mengatasi nya.


"Boleh aku bicara berdua dengan kak Dara"tanya Manda dengan lemah namun tetap tersenyum tipis.


"Kalian bicara lah kami akan menunggu di luar"ucap Jessica pada kedua nya.


Setelah mereka semua keluar dari ruangan tersebut Manda memandang Dara dengan senyum tipis.


"Kau menginginkan sesuatu"tanya Dara mengelus punggung tangan Manda.


"Boleh kah aku meminta tolong kak"tanya Manda tanpa menjawab ucapan Dara.


"Katakan saja selagi bisa kakak pasti akan menolong nya"ucap Dara tersenyum.


"Aku rasa aku tidak akan bisa merawat bayi ku"ucap Manda pelan menahan sakit di seluruh tubuh nya.


"Apa yang kau katakan kau pasti merawat nya hingga ia dewasa"ucap Dara cepat.


"Aku tidak yakin bisa,,bertahan sampai saat ini saja sangat menyakitkan"ucap Manda meneteskan air mata nya membuat Dara memeluk adik perempuan satu-satu nya tersebut.


"Kau pasti bisa,,jangan mengatakan seperti itu anak mu belum lahir dan kau sudah mempertahan kan nya sejauh ini kau harus kuat demi dia"ucap Dara menangis pelan.


"Aku rasa tidak akan bisa kak,,aku mohon berjanji lah pada ku kak"ucap Manda menggenggam erat tangan Dara.


"Baiklah"ucap Dara membuat Manda tersenyum tipis.


"Jika aku telah tiada aku mohon jaga anak ku dengan baik seperti anak kandung kakak sendiri"ucap Manda mengelus perut nya yang sudah besar.

__ADS_1


"Kakak berjanji"ucap Dara.


"Terimakasih kak sekarang aku lega anak ku jatuh ke tangan orang yang tepat"ucap Manda tersenyum tipis,tak lama tubuh Manda mengalami kejang-kejang membuat Dara panik dan berteriak meminta tolong.


Mereka semua yang mendengar teriakan Dara segera masuk ke dalam dan ikut khawatir melihat kondisi Manda,tak lama dokter masuk ke dalam memeriksa keadaan Manda sedangkan yang lain menunggu di luar.


"Nona Manda harus segera di operasi untuk mengeluarkan bayi karna kondisi nya semakin lemah"ucap dokter langsung pada mereka.


"Lakukan apa pun yang terbaik untuk adik saya"ucap Dara cepat.


Dokter tersebut mengangguk segera masuk kembali ke dalam untuk membawa Manda menuju ruang operasi, Saat akan keluar dari ruangan tersebut Manda masih sadar dan menatap mereka semua dengan senyum tipis.


"Terimakasih sudah menjaga ku selama ini,,maaf jika aku banyak salah aku menyayangi kalian semua"ucap nya lemah semakin membuat yang lain nya menangis.


Pintu ruang operasi tertutup rapat setelah Manda mengatakan itu dan lampu operasi mulai menyala menandakan operasi nya sudah dimuali.


Semua menunggu di luar dengan perasaan campur aduk,setelah setengah jam berlalu terdengar suara tangisan bayi dari dalam membuat mereka sedikit bahagia dan terharu.


"Bagaimana kondisi adik saya dok"tanya Dara langsung saat dokter tersebut keluar ruangan.


"Maafkan kami nona kami sudah berusaha sebisa mungkin namun tuhan berkata lain,nona Manda tidak bisa kami selamat kan sedang kan bayi nya lahir selamat dan sehat"ucap dokter tersebut segera pergi dari hapadapan mereka semua.


Sasa langsung pingsan mendengar kabar tersebut sedang kan Dara hampir terjatuh karna tidak kuat menopang tubuh nya yang untung nya Arka dan Vino bergerak cepat menangkap tubuh kedua nya sebeluk jatuh ke lantai.


"Sabar nak tuhan lebih menyayangi nya maka nya dia lebih dulu pergi meninggalkan kita"ucap Jessica menenangkan Dara.


"Aku akan mengurus nya dulu"ucap Samuel di angguki Dea.


"Bayi nya ada di mana"tanya Aksa pada suster yang akan keluar dari ruangan Manda.


"Bayi nya masih di bersihkan tuan sebentar lagi teman saya akan membawa nya keluar"ucap suster tersebut.

__ADS_1


Tak lama Manda pun di keluarkan dari ruangan tersebut untuk di bersihkan,sama hal nya dengan bayi tampan yang di gendong suster.


"Ini bayi nya nyonya"ucap suster tersebut memberikan bayi mungil itu pada Jessica.


"Terimakasih"ucap Jessica menerima bayi tersebut.


Dara menangis histeris melihat tubuh Manda sudah terbujur kaku saat keluar.


"Buka mata mu lihat lah putra mu sudah lahir apa kau tidak ingin melihat nya"ucap Dara mengguncang tubuh Manda yang kaku.


"Sayang"panggil Arka menenang kan Dara.


"Katakan pada nya agar membuka mata nya"ucap Dara memukul dada Arka.


"Manda sudah sehat sekarang dan tidak merasakan sakit lagi,kau harus kuat agar ia bahagia di sana"ucap Arka memeluk Dara.


"Hiks hiks dia meninggalkan bayi nya bahkan belum dia lihat,,dia mempertaruh kan nyawa nya hanya bayi itu dan sekarang setelah lahir dia malah pergi"ucap Dara menangis sesegukan.


Setelah semua persiapan selesai Jenazah Manda di bawa pulang ke negara kelahiran mereka begitu pun bayi tersebut setelah dokter memperboleh kan nya, Sasa dan Dara terus menangis di dalam jet tersebut sama hal nya dengan Vino yang menetes kan air mata nya melihat putri nya sudah tiada.


"Tenang kan diri mu kau harus kuat untuk menyemangati mereka berdua"ucap Samuel menepuk pundak Vino.


"Dia sudah pergi untuk selama nya Sam,,Dia meninggal kan anak nya yang ia pertahan kan selama ini dan melawan rasa sakit nya agar anak nya selamat dan sekarang setelah lahir dia meninggal kan nya"ucap Vino akhir nya menangis melihat dan mengingat bagaimana Manda menahan nya sendirian selama ini agar anak nya dapat lahir kedunia ini.


"Kau harus merelakan nya,,dia anak yang kuat hingga bisa bertahan demi anak nya"ucap Samuel.


Vino hanya mengangguk kan kepala nya dan menatap ke bayi mungil yang tak jauh dari nya sedang membuka mata nya seperti menatap ke sana kemari.


"Siapa kau buat nama bayi mungil itu"tanya Samuel.


"Maxim Ananda Sebastian"ucap Vino tersenyum tipis menatap bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut.

__ADS_1


Ia sengaja membuat nama Manda di dalam nya agar suatu saat anak nya dapat mengenang dan merasakan bagaimana perjuangan ibu nya untuk mempertahan kan nya hingga lahir selamat kedunia ini.


__ADS_2