
Kabar mengenai kecelakaan nya Jessica dan Dea sudah menyebar luas,hingga Arka dan Friska yang jarka nya jauh segera pulang, sedangkan Jasmine dan yang lain nya sudah ada di rumah sakit kecuali Gazella yang masih berada di ruang latihan berlatih dengan serius.
Saat ia sedang memegang pistol di tangan nya dan akan membidik sasaran nya sesorang pelayan menepuk bahu nya hingga kaget dan..
Dorr
Ia menembak papan target nya tepat sasarpan dan menatap siapa yang sudah mengganggu latihan nya.
"Ada apa"tanya Gazella melihat wajah panik pelayan tersebut.
"Nona itu nyonya Jessica dan Dea mengalami kecelakaan"ucap pelayan tersebut cepat membuat jantung Gazella berhenti seketika.
"Nona"ucap pelayan tersebut melihat Gazella diam saja.
Tanpa berkata lagi Gazella berlari keluar dari ruang latihan tersebut,ia masuk ke dalam mobil dan melajukan nya dengan kecepatan tinggi tanpa menghiraukan sumpah sarapah para pengguna jalan lain nya,baginya Jessica dan Dea lebih penting dari segala apa pun di hidup nya.
Sampai di rumah sakit ia memarkir kan mobil tersebut dan berlari menuju di mana mereka semua berada karna ia hafal dengan ruangan yang biasa di gunakan keluarga di rumah sakit milik Jasmine.
"Di mana nenek"tanya Gazella langsung pada Aksa yang sudah berada di depan nya tanpa menghiraukan tatapan Erland dan Jasmine serta Rora pada nya.
"Di mana nenek kek dimana"teriak Gazella khawatir dan panik karna tidak di jawab oleh Aksa.
"Queen tenang kan diri mu sayang"ucap Bintang mencoba menenangkan Gazella.
"Bagaimana aku bisa tenang kak saat tidak ada yang menjawab pertanyaan ku,,dimana nenek"teriak Gazella kuat jantung nya memompa dengan capat serta dada naik turun.
"Nenek mu sudah meninggalkan kita Queen nenek mu meninglkan kita selama nya"ucap Samuel menangis begitu pun dengan Aksa yang membuat Gazella mundur beberapa langkah dan menggeleng kan kepala nya.
"Kakek pasti berbohong nenek masih hidup"ucap Gazella menatap Aksa dan Samuel bergantian.
__ADS_1
"Jawab kek kalian pasti berbohong hahaha ini tidak lucu kek jangan bercanda seperti itu"ucap Gazella namun air mata nya keluar.
"Di mana nenek pasti nenek baik-baik saja ya nenek tidak akan meninggal kan Queen sendian tida akan"ucap Gazella membuat Aksa dan Samuel memeluk erat tubuh Gazella.
"Kenapa kakek harus menangis nenek pasti baik-baik saja Queen yakin nenek akan baik-baik saja bukan kah nenek sudah berjanji akan menemani kita terus"ucap Gazella semakin membuat mereka menangis.
Setelah mengatakan itu dokter yang mengoperasi Jessica keluar dari dalam membuat Queen melepaskan pelukan nya.
"Bagaimana keadaan nenek saya dok mereka baik-baik saja bukan"tanya Gazella membuat dokter tersebut terdiam.
"Katakan nenek ku baik-baik saja"bentak Gazella kuat membuat mereka terkejut.
"Maaf kan saya nona"hanya itu yang keluar dari dalam mulut dokter tersebut sambil menunduk.
"Maaf kau bilang haa,,cepat tangani nenek ku dengan baik jangan sampai terjadi sesuatu pada mereka atau aku akan membunuh mu di sini"ucap Gazella dengan nada sangat dingin serta tubuh nya mengeluarkan aura yang membunuh pekat membuat mereka semua merinding tak terkecuali Aksa dan Erland yang selaku mantan mafia.
"Queenn"ucap Aksa memeluk Gazella agar tenang.
"Maafkan kami nona"ucap dokter tersebut segera meninggalkan mereka semua saat melihat Erland menyuruh dokter tersebut meninggalkan mereka.
Gazella yang mendengar kata maaf tersebut membuat nya mengepal kan tangan nya kuat dan pandangan nya semakin dingin serta aura yang mulai mencekam membuat mereka seperti ke sulitan bernafas.
"Aku akan membunuh kalian semua"ucap Gazella menggeratkan gigi nya.
"Sayangg tenang kan diri mu"ucap Aksa namun tidak di hiraukan oleh Gazella yang menendang pintu ruangan Jessica yang di dalam nya terdapat Jessica dan Dea memejamkan mata nya.
Tubuh Gazella yang tadi nya di selimuti aura menakutkan seketika hilang saat mata nya menatap kedua wanita yang paling ia sayangi sudah terbujur kaku di atas brankar.
"Kalian berbohong,,kalian mengingkari janji pada Queen"ucap Gazella dengan air mata yang menetes.
__ADS_1
"Kalian berbohong pada ku,,kalian mengatakan akan selalu bersama ku sampai aku besar nanti,,tapi sekarang apa kalian meninggalkan ku sendian,,kalian menyayangi ku lagi"teriak Gazella memenuhi ruangan tersebut.
"Nenek tidak menyangi ku lagi"ucap Gazella tubuh nya langsung terduduk di lantai dengan air mata yang terus mengalir membuat mereka semua yang melihat hal itu semakin menangis.
"Kriss"ucap Jasmine mendekati Gazella dan ingin memeluk putri kecil nya tersebut.
"Jangan mendekati ku"ucap Gazella tiba-tiba dengan raut wajah dingin membuat langkah Jasmine berhenti seakan tubuh nya kaku.
"Kriss"panggil Jasmine dengan air mata yang mengalir.
"Maaf kan saya nyonya nama ku Gazella bukan Kris,,Kriss yang anda panggil sudah mati"ucap Gazella dingin membuat mereka semua terkejut.
Gazella tidak memperdulikan tatapan mereka dan berjalan pelan menatap wajah pucat kedua wanita tersebut.
"Queen menyayangi kalian kenapa kalian meninggalkan ku sendirian di sini,,sekarang aku akan bersama siapa lagi,,siapa yang akan memperhatikan ku,,siapa yang akan menyayangi ku jika tidak ada kalian,,kalian tega meninggalkan ku sendirian"ucap Gazella dengan tatapan kosong.
"Aku ingin kalian percuka aku di sini jika tidak bersama kalian"ucap Gazella lagi ,hingga mata nya menatap sebuah pisau buah yang terletak di atas meja kecil di ruangan itu.
Secepat kilat ia mengambil nya dan menggoreskan nya ke pergelangan tangan nya membuat mereka semua berteriak panik.
"Queenn"ucap mereka serempak terutama Aksa, Samual dan Bintang segera berlari dan mengambil pisau tersebut dari tangan Gazella.
"Cepat panggil dokter"teriak Aksa melihat tangan Gazella yang sudah berdarah bahkan darah nya semakin banyak mengalir membuat nya panik.
"Dokter akan datang sebentar lagi sayangg"ucap Aksa mengelus kepala Gazella yang masih terbuka dengan tatapan kosong.
"Cepat sedikit"bentak Bintang khawatir melihat darah yang mengalir semakin banyak.
Dokter tersebut segera menangani luka yang ada di tangan Gazella yang cukup dalam,setelah di jahit dan di balut dokter tersebut segera undur diri.
__ADS_1
"Heyy sayang ini kakek"ucap Aksa menepuk pipi Gazella pelan karna sama sekali tidak ada suara yang keluar dari dalam mulut Gazella dan pandangan nya lurus kedepan membuat mereka khawatir dan panik.