
Waktu berputar begitu cepat tak terasa kandungan Dea sudah sembilan bulan menunggu kelahiran anak mereka.
Samuel merawat dan memenuhi ngidam Dea dengan baik yang masih di batas normal,kedua nya sudah tidak sabar menantikan anak mereka segera lahir.
"Sayang istirahat lah jangan terlalu lelah"ucap Samuel pada Dea yang masih ikut menghias kamar untuk beby mereka.
"Tidak papa sayang aku masih kuat"ucap Dea tersenyum.
"Menurut lah aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian biar aku yang akan selesai kan sendiri kau duduk saja"ucap Samuel.
"Baik lah"ucap Dea mengalah melihat tatapan khawatir di mata Samuel.
"Pa apa aku boleh bantu"tanya Friska yang baru saja pulang sekolah.
"Boleh sayang tapi ganti baju dulu yah"ucap Dea.
"Iya ma"ucap Friska berlari ke kamar nya segera mengganti baju.
Samuel meneruskan menghias kamar untuk anak nya sesuai intruk si dari Dea di bantu Friska yang baru saja datang setelah mengganti baju.
"Selesai"ucap Friska dan Samuel bersama.
__ADS_1
"Sempurna"ucap Dea tersenyum.
"Sekarang kita makan siang dulu anak papa pasti sudah lapar yah"ucap Samuel menggendong Friska.
"Jangan menggendong ku pa aku sudah besar sebentar lagi kan aku punya adik"ucap Friska membrontak di gendongan Samuel.
"Biasa nya juga meminta papa untuk menggendong mu"ucap Samuel.
"Tapi sekarang kan sebentar lagi aku aka punya adik dan menjadi kakak pa masa kakak di masih gendong"ucap Friska kesal.
Dea dan Samuel tertawa pelan melihat kelakuan Friska yang seperti orang dewasa.
"Sudah ayo kita turun mama sudah lapar"ucap Dea menggandeng tangan Friska.
Samuel juga menggandeng tangan Friska satu nya dan menuruni tangga dengan pelan,Samuel sudah mengatakan menggunakan lift yang ada di rumah mereka namun seperti biasa Dea tidak mau dengan alasan agar banyak bergerak jika menuruni tangga yang akan memudahkan nya untuk melahirkan.
Sementara di keluarga Vino dan Sasa mereka bertiga bertiga sedang di taman membawa Dara bermain sesuai dengan keinginan Dara.
Dara berlarian kesana kemari bersama teman seusia nya yang kebetulan juga di taman,sedangkan Vino dan Sasa duduk di bangku taman mengawasi Dara.
"Sayang bagaimana jika kembali memeliki anak" tanya Vino.
__ADS_1
"Aku sih tidak masalah jika tuhan memberikan nya lagi" ucap Sasa.
"Kita konsultasi ke dokter besok bagaimana" tanya Vino.
"Apa kau tidak ke kantor" tanya Sasa.
"Ini lebih penting dari pada kantor" ucap Vino.
"Tidak masalah,sebentar lagi Dea juga akan melahirkan dan mempunyai dua anak aku juga ingin memiliki satu lagi biar rumah kita lebih ramai"ucap Sasa.
"Aku juga setuju sayang,besok kita ke dokter"ucap Vino memeluk Sasa.
"Lepaskan sayang malu di lihat banyak orang"ucap Sasa.
"Ngapain harus malu yang aku peluk juga istri ku sendiri" ucap Vino dengan cuek.
"Aku tahu tapi ini tempat umum"ucap Sasa.
"Kita sudah lama menikah ternyata kau masih malu-malu seperti ini"ucap Vino mengerat kan pelukan nya.
Sasa membenamkan wajah nya di pelukan Vino yang sudah memerah malu meski mereka sudah lama menikah namun Sasa masih malu-malu jika harus mengumbar kemesraan di depan umum seperti sekarang ini banyak orang yang menatap mereka meski bukan hanya mereka yang berpelukan seperti saat ini.
__ADS_1