
Setelah berjalan akhir nya Jessica sampai juga di perusahaan, ia pun segera masuk ke dalam dan menuju ruangan Aksa untuk menanyakan di mana letak meja nya.
Sementara Aksa di ruangan nya menunggu Jessica datang mondar mandir, ia takut Jessica kenapa-napa karna belum datang juga.
tok tok tok
"Masuk" ucap Aksa.
Jessica pun masuk ke dalam dan melihat Aksa yang serperti khawatir.
"Kau kenapa" ucap Jessica pada Aksa.
"Kenapa kau lama sekali datang nya, aku sudah lama menunggu mu di sini, apa kau baik-baik saja " ucap Aksa.
"Aku baik-baik saja" ucap Jessica.
"Jangan membuat ku khawatir lagi, aku sangat takut terjadi sesuatu pada mu karna kau begitu lama" ucap Aksa memeluk Jessica.
Lama apaan, belum sampai sepuluh menit tidak ada di depan nya dan menunggu ia sudah katakan lama bagaimana dengan yang satu jam jika aku tidak ada apa akan sangat lama menurut nya juga.batin Jessica.
"Lepaskan aku nanti ada yang melihat nya" ucap Jessica.
Aksa pun melepaskan pelukan nya dan meneliti tubuh Jessica takut jika Jessica berbohong pada nya, setelah memastikan tidak terjadi apa pun Aksa bernafas lega.
"Di mana meja kerja ku" tanya Jessica.
"Itu" tunjuk Aksa pada meja kerja Jessica yang berada tepat di dekat meja nya.
"Kenapa kau taruh di situ bukan nya di luar ruangan mu" ucap Jessica.
"Aku yang mengatakan pada Vino agar membuat meja mu di dekat meja ku supaya kau tidak jauh dari ku dan tidak akan ada lelaki yang melihat mu kecuali aku" ucap Aksa dengan santai.
"Tidak bisa kah aku di luar ruangan mu saja, aku tidak ingin mereka membicarakan kita" ucap Jessica.
"Tidak, meja mu tetap di sini" ucap Aksa.
__ADS_1
"Sekali ini saja turuti kemauan ku" ucap Jessica dengan muka memelas nya agar Aksa menuruti nya.
"Haiisss baik lah" ucap Aksa yang tidak tega melihat Jessica.
"Vin ke ruangan ku sekarang" ucap Aksa pada vino lewat telpon.
"Ada apa bos" ucap Vino setelah berada di ruangan Jessica.
"Suruh mereka memindahkan kembali meja ini di dekat pintu itu, agar aku bisa melihat nya dari meja kerja ku" ucap Aksa.
"Baik bos" ucap Vino yang melihat sifat Aksa sudah berubah.
Ia pun keluar dan memerintahkan mereka untuk memindahkan meja Jessica sesuai ke inginan Aksa.
"Apa tidak ada tempat lain lagi" ucap Jessica yang merasa Aksa berlebihan pada nya.
"Tidak ada lagi, jika kau tidak ingin di sana dan di ruangan ku lebih baik kau di rumah saja tidak membuat ku khawatir" ucap Aksa.
"Iya iya" ucap Jessica segera pergi ke meja nya meninggalkan Aksa.
Lain hal nya di sebuah apartemen mewah Nana dan Afni sedang melancarkan aksi nya untuk menjebak Karin di hotel, .mereka berdua mempersiapkan nya dengan baik agar tidak terjadi kesalahan dan tidak akan ketahuan jika mereka berdua pelakunya.
"Sudah selesai" ucap Afni.
"Sekarang kita tinggal menjalankan nya" ucap Nana.
"Aku akan menelpon wanita itu agar datang ke hotel, setelah ia datang kita baru menelpon lelaki tua itu" ucap Afni.
"Lakukan saja aku tidak sabar melihat pertunjukan ini, pasti sangat menyenang kan, tapi sayang nya kita bisa melihat nya secara langsung karna akan ke rumah itu" ucap Nana.
"Yang terpenting kita berhasil mengambil berkas penting itu dan menjual nya agar kita kaya dan pergi dari sini" ucap Afni.
"Hahaha kau benar sekali" ucap Nana.
Afni pun segera mengambil telpon nya yang sudah ia buat kartu lain agar mereka tidak bisa mengetahui jika ia yang menelpon.
__ADS_1
tut tut tut.
"Hallo " ucap Seseorang di seberang sana.
"Hallo apa nona Karin ada di sana" tanya Afni karna ia menelpon ke telpon rumah bukan Karin langsung.
"Ada nona ini dengan siapa" ucap bibi yang mengangkat telpon nya.
"Saya sekretaris nya tuan Wilson, beliau mengatakan pada saya agar menelpon nona Karin dan menyuruh nya datang ke hotel" ucap Afni.
"Sebentar nona saya panggilkan nona Karin dulu" ucap bibi.
"Silahkan" ucap Afni.
Sedangakan Nana hanya menahan tawa melihat ekting Afni yang sangat luar biasa.
"Hallo" ucap Karin.
"Apa ini nona Karin" ucap Afni.
"Iya saya sendiri" ucap Karin.
"Saya sekretaris nya tuan Wilson nona, tuan Wilson mengatakan pada saya agar mengatakan pada nona jika tuan ingin bertemu di hotel xxx beliau sedang ada rapat penting jadi ia akan menemui anda ke sana setelah selesai" ucap Afni.
"Terimakasih sudah mengatakan nya saya akan ke sana sekarang" ucap Karin.
"Sama-sama nona" ucap Afni dan mematikan Telpon nya.
"Berhasil, sekarang ayo bersiap ke sana juga untuk rencana selanjut nya" ucap Nana.
"Ayo cepat" ucap Afni.
Mereka bedua pun segera bersiap untuk kehotel lebih dulu untuk melihat Karin.
đđđđđ
__ADS_1
Jangan lupa Vote,Like dan Komen nya kkđ