
Gazella berjalan menggenggam katana di tangan kanan nya dan satu pistol lagi di tangan kiri nya,mata tajam nya menatap mereka semua di sana yang sedang gemetar takut.
"Berani nya kalian menculik kakek ku"ucap Gazella dengan dingin aura nya semakin menyeramkan saat melihat Aksa dan Samuel di ikat.
Tanpa berkata lagi Gazella berlari kencang mengayunkan katana milik nya menebas kepala mereka satu persatu yang masih gemetar dan belum siap,tangan kiri nya menembaki mereka yang juga ingin menembak nya membuat ruangan tersebut berlimpah darah dengan banyak mayat tanpa kepala,tak hanya itu kaki Gazella melibas mereka dengan cepat siapa yang mendekati nya membuat nya semakin terlihat mengerikan,bahkan Aksa sendiri tidak menyangka cucu kecil nya memiliki aura menyeremkan seperti itu.
Lima belas menit Gazella telah membunuh mereka semua tanpa sisa,mata tajam nya melirik seluruh ruangan tersebut karna merasa ada yang mengancam hingga detik kemudian ia berlari kencang ke arah Aksa.
Dor
Satu peluru tepat mengenai perut Gazella untuk melindungi Aksa membuat mereka berteriak kencang.
"Queenn"teriak mereka melihat Gazella yang terjatuh di lantai.
"Queen tidak papa kek"ucap Gazella tersenyum pada Aksa dan Samuel.
Gazella segera berdiri tanpa peduli dengan darah yang mengalir dari perut nya bagi nya keselamatan kedua kakek nya jauh lebih penting sekarang.
"Kau masih ingin bersembunyi"ucap Gazella dingin dengan tangan nya menyeret katana yang tadi terjatuh hingga menimbulkan bunyi gesekan menyeramkan. Di tambah katana tersebut masih meneteskan darah.
"Kalau begitu aku yang akan menyeret mu keluar"ucap Gazella menyeringai.
Brukk
Ia kembali menendang pintu tersebut dengan kuat dan melihat orang di depan nya mengarahkan pistol tersebut tepat di kepala nya.
"Sudah lengkap aku akan membunuh mu lebih dulu baru mereka semua"ucap pria tersebut membuat Gazella tertawa.
"Kau pikir akan bisa membunuh ku hee"ucap Gazella menyeringai.
Saat pria tersebut ingin menembak Gazella,ia lebih dulu berpindah ke belakang pria tersebut dan...
Krakk
Gazella mematahkan tangan pria tersebut hingga terdengar suara kesakitan.
"Berani sekali kau menyentuh kakek ku"ucap Gazella dingin dan menedang kuat pria tersebut hingga tersungkur di lantai.
__ADS_1
Ia menebas kedua kaki pria tersebut dengan katana di tangan nya lalu memotong kedua tangan pria tersebut tak sampai di situ Gazella membelah perut pria itu dan menarik jantung pria tersebut dengan tangan nya sendiri.
Saat kemudian ia melemparkan nya di lantai dan akan menginjak nya namun suara Aksa lebih dulu menyadarkan nya.
"Queen"pangilan lembut itu lah yang akan selalu Gazella ingat sampai kapan pun,panggilan penuh kasih sayang dan tulus.
"Kakek tidak papa kan,,maaf kan Queen terlambat membatu kakek"ucap Gazella menangis memeluk Aksa setelah melempar kan katana tersebut,lalu memeluk Samuel yang berada di samping Aksa.
Ia melepaskan ikatan di tangan kedua nya dan yang lain,saat akan berdiri tubuh nya mulai terasa lemah karna banyak darah yang keluar dari tubuh nya.
"Jangan tutup mata mu kakek akan membawa mu ke rumah sakit"ucap Aksa yang ingin menggendong Gazella.
"Queen tidak papa kek"ucap Gazella membantu mereka berdiri karna tubuh mereka masih lemah.
"Kita ke rumah sakit sekarang"ucap Aksa yang sudah berdiri.
"Anak buah ku akan mengantar kalian ke rumah sakit"ucap Gazella dingin tanpa menatap mereka semua.
Ia keluar membawa Aksa dan Samuel dari tempat tersebut dan masuk ke dalam mobil yang sudah berada di depan mereka.
"Baik Queen"ucap anak buah Gazella segera melesat ke rumah sakit lebih dulu.
"Bertahan lah sebentar lagi kita akan sampai"ucap Aksa khawatir melihat wajah Gazella yang mulai memucat serta darah yang terus mengalir dari perut Gazella.
"Jangan tutup mata mu,,kau harus tetap sadar"ucap Samuel menepuk pipi Gazella.
"Cepat sedikit"ucap Aksa mulai panik.
"Queen sayang kakek"ucap Gazella tersenyum manis pada kedua nya.
"Kakek akan percaya jika kau terus membuka mata mu jangan menutup nya"ucap Aksa menitikan air mata nya.
Sampai di rumah sakit Gazella segera di tangani oleh dokter karna anak buah Gazella telah menghubungi pihak rumah sakit lebih dulu,Gazella di bawa ke ruang operasi untuk mengeluarkan peluru di perut nya sedangkan Aksa dan Samuel berada di ruangan rawat karna tubuh mereka yang masih lemah.
Yang lain nya juga ikut menyusul ke rumah sakit dan mendapat perawan juga,Rora yang terus berteriak sedari ia sadar hingga harus di suntik obat penenang.
Di negara lain Deffin yang mencari keberadaan Vezia di perusahaan tidak menemukan nya membuat nya bergegas melihat CCTV dan melihat Vezia berlari keluar dengan wajah panik dan khawatir.
__ADS_1
"Kau kenapa kucing kecil"gumam Deffin merasa ada yang tidak beres.
"Jo"panggil Deffin pada asisten nya.
"Iya tuan"ucap asisten Jo.
"Cari tahu kemana kucing kecil ku pergi"ucap Deffin dingin.
"Baik tuan"ucap Jo.
Ia segera melakukan perintah dari Deffin,lima belas kemudian asisten Jo datang menghampiri Deffin.
"Bagaimana"ucap Deffin.
"Seperti nya terjadi sesuatu tuan anak buah kita mengatakan jika nona Vezia pergi ke negara Indonesia"ucap asisten Jo.
"Kita berangkat ke sana"ucap Deffin berdiri dari kursi kebesaran nya berjalan keluar dari ruangan nya di ikuti asisten Jo.
"Tuan untuk apa kita ke sana"tanya asisten Jo dari belakang.
"Tentu saja menjemput kucing kecil ku"ucap Deffin datar.
Asisten Jo hanya mengangguk saja dan menjalankan perintah sang tuan yang setelah bertemu dengan gadis kecil tersebut membuat sang tuan berubah bahkan bukan seperti diri nya lagi.
Kedua nya masuk ke dalam mobil dengan aiasten Jo sebagai supir dan Deffan di belakang memejamkan mata nya memikirkan kucing kecil nya yang pergi ke negara lain.
Di rumah sakit setelah operasi Gazella berhasil kini ia sedang berada di ruang rawat dalam keadaan masih belum sadar karna obat bius di temani Aksa dan Samuel karna Aksa sama sekali tidak mengizinkan mereka masuk ke dalam untuk menemui Gazella.
"Aku merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Queen"ucap Samuel di angguki Aksa.
"Aura nya begitu mengerikan aku baru tahu jika ia memiliki aura seperti itu"ucap Aksa mengelus kepala Gazella.
"Aku juga merasakan nya"ucap Samuel.
"Dia lebih kuat dan hebat dari kita"ucap Aksa membuat Samuel terkekeh.
"Kau benar cucu kita perempuan dan masih kecil kalah jauh dari kita"ucap Samuel di angguki Aksa karna benar adanya.
__ADS_1