
Angga yang merasa ada keributan di luar memutuskan untuk bangun dari tidurnya dan melihat ada keributan apa di luar.
Tapi Angga merasa heran kenapa pintu kamarnya terkunci.
"Hey siapa di luar tolong buka pintunya."teriak Angga dari dalam kamar.
Miko yang mendengar suara Angga seketika langsung cemas kalau akan ketahuan.
Tanpa pikir panjang Miko langsung mengendong Mila di pundaknya dan langsung pergi meninggalkan kediaman Mila agar tidak ketahuan.
Angga terus berteriak agar ada orang yang mendengar dan membukakan pintunya.
"Siapa yang berani ngunciin gue di kamar ini."ujar Angga.
Tanpa pikir panjang Angga langsung menghubungi orang kepercayaannya untuk menyelidiki apa yang terjadi di mansion Mila.
"Hallo gue punya tugas buat Lo, selidikin apa yang terjadi di mansion Mila barusan. Gue kasih Lo waktu 5 menit dari sekarang."ujar Angga dan langsung mematikan sambungan teleponnya segera sepihak.
Di tempat lain...
"Sam apa ini semua tidak terlalu berlebihan, aku takut nanti kamu jadi keberatan dengan permintaan Ibuku."ujar Mika pada Samuel.
"Tidak ada yang berlebihan sayang asalkan kau tidak di ganggu mereka lagi, aku siap melakukan apapun untuk melindungi kamu dari mereka."ujar Samuel.
"Mika."panggil Bima yang baru datang ke villa Al tempat Mika dan Samuel menginap selama mereka di Mojokerto.
"Abang dari mana Abang tau kalau Mika tinggal di sini."tanya Mika yang heran dari mana Bima tau kalau dirinya tinggal di villa Al.
"Dari calon Suamimu, tadi Abang denger semua pembicaraan kamu dengan Ibu di depan pintu."ujar Bima.
"Maaf Bang Mika nggak bilang sama Abang kalau Mika ke sini dan nggak nemuin Abang tadi."ujar Mika merasa bersalah.
"Tidak apa-apa Abang ngerti kok, kamu gimana apa kamu di ancam lagi sama Ibu."tanya Bima.
"Tidak Bang hanya saja."ucap Mika yang sengaja menggantung ucapannya.
"Hanya saja apa Dek."tanya Bima yang penasaran.
"Ibu anda meminta saya untuk membelikan rumah yang mewah lengkap dengan isinya dan mobil mewah yang Ibu anda inginkan."ujar Samuel yang menjawab pertanyaan Bima.
"Apa."ujar Bima yang kaget dengan permintaan Ibunya.
"Terus apa kamu berencana membelikannya."ujar Bima.
"Ya kalau tidak Ibu anda akan menikahkan Mika dengan juragan terkaya di desa ini."ucap Samuel.
"Maaf atas kelakuan ibu saya pada kamu Sam."ujar Bima.
"Tak masalah asalkan ibu anda tidak akan menganggu Mika setelah ini. Tapi kalau ibu anda masih berani menganggu ketenangan Mika siap-siap saja semua rahasia yang ibu anda sembunyikan selama ini terkuak ke permukaan."ujar Samuel.
"Rahasia."ujar Mika dan Bima bersamaan.
"Hmm."ujar Samuel.
"Rahasia apa yang di sembunyikan oleh ibu ku."tanya Bima.
"Suatu saat nanti kalian berdua pasti tau untuk sekarang biar masalah ini menjadi rahasia saya dulu dan ibu anda. Kalau sudah tiba waktunya nanti kalian akan tau rahasia apa yang sedang ibu kalian sembunyikan dari kalian."ujar Samuel.
"Baiklah."jawab keduanya.
*Rahasia apa yang di sembunyikan ibu dariku.*batin Bima.
"Kak Sam."ujar seorang wanita yang memanggil Samuel dengan sebutan Kakak.
Samuel langsung mengalihkan pandangannya begitu pula dengan Mika dan Bima.
"Mau apa kau ke sini."ujar Bima yang muak melihat wanita ular itu.
"Aku tak berbicara padamu Bima tapi aku berbicara dengan Kak Sam."ujar wanita Itu.
"Kak Sam dimana Kak Al, apa dia tidak ikut ke sini."ujar wanita itu pada Samuel.
"Buat apa Lo nanyain Al sama Sam."ujar Mika.
"Diamlah kau sama saja dengan Abang mu itu selalu ikut campur dalam urusanku."ujar wanita itu.
"Jelas aku ikut campur karna kau telah menganggu calon suamiku dan calon suami sahabatku."ujar Mika.
"Jangan mimpi Nona, mana mau Kak Al menikah dengan jal4ng seperti dia."ujar wanita itu.
Samual yang mendengar Nona Muda nya di hina langsung menampar pipi Anetha dengan keras sehingga meninggalkan bekas kebiruan pada pipi mulus Anetha.
"Kenapa kau menamparku."ujar Anetha yang tak terima di tampar Samuel.
"Kau tidak tau di mana letak salah mu."ujar Samuel yang sangat geram dengan wanita yang sedang berada di depannya.
"Liat saja nanti kalau aku jadi istri dari Kak Al orang pertama yang aku pecat itu adalah kau karna kau sudah berani menamparku seperti ini."ujar Anetha.
"Silahkan aku tidak takut sama sekali, sebaiknya kau pergi dari sini sekarang juga dan jangan pernah kau injakkan kakimu lagi di villa ini lagi. Aku tidak sudi ada perempuan ular di dalam villa ku ini."ujar Samuel.
__ADS_1
*What jadi villa yang bagus ini milik dia, aduh Anetha apa yang kamu lakukan. Pasti dia lebih kaya dari Al, pokoknya aku harus bisa jadi istri Kak Sam supaya aku bisa tinggal di villa mewah ini.*batin Anetha.
"Maafkan aku Kak Sam aku janji tidak akan mengulanginya lagi Kak. "ujar Anetha yang pura-pura menyesal mengatakan itu.
"Kau kira aku dengan mudah kau kadali seperti itu, aku tau semua seluk beluk tentang kehidupanmu. Jadi sebelum aku membongkar semua di depan mereka sebaik kau pergi dari sini sekarang."ujar Samuel dingin.
*Sialan kalau dia tau semua tentang kehidupanmu, berarti dia juga tau kalau aku sudah ahh tak mungkin dia tau palingan dia cuma mengertak ku saja.*batin Anetha.
"Kak Sam kau mengusir ku dari sini."ujar Anetha.
"Ya."jawab Samuel.
"Tapi kenapa kau mengusirku."ujar Anetha.
"Tak perlu banyak tanya sekarang juga kau keluar dari rumahku."bentak Samuel pada Anetha.
Anetha yang di bentak oleh Samuel langsung pucat pasi karna ketakutan.
"Baiklah, tapi ingat satu hal aku akan membalas semua perbuatan mu suatu saat nanti Tuan Samuel yang terhormat."ujar Anetha dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.
"Silahkan saja kalau kau masih berani menampakkan batang hidungmu di depanku."teriak Mika saat Anetha sudah menjauh darinya.
Setelah kepergian Anetha, Mika langsung pergi meninggalkan Bima dan Samuel di ruang tamu sedangkan dirinya memutuskan untuk memasak makanan.
Bima membuka percakapan terlebih dahulu untuk menghilangkan canggung di antara mereka.
"Hmm Sam ada yang mau aku bicarakan padamu." ujar Bima.
"Apa."ucap Samuel.
"Apa kamu akan tetap membelikan apa yang ibuku inginkan."tanya Bima.
"Tentu, sangat mudah untukku membelikan semua itu untuk ibumu agar dirinya tidak menganggu Mika lagi setelah ini."ujar Samuel tegas.
"Maaf atas permintaan ibuku yang terlalu berlebihan."ujar Bima meminta maaf atas nama ibunya.
"Tidak masalah tapi kau harus janji satu hal padaku."ujar Samuel menggantung ucapannya.
"Janji apa."tanya Bima.
"Apapun yang kau ketahui suatu saat nanti tentang Mika, tetap sayangilah dia seperti kau menyayangi sekarang. Sebenarnya aku tak perlu meminta itu padamu karna aku bisa memberikan kasih sayang yang besar baginya, tapi setelah melihat kalau kau sangat berarti baginya makanya aku meminta ini padamu Bima." ujar Samuel.
"Maksud kamu apa Sam ada rahasia apa yang kau sembunyikan dariku tentang Mika."tanya Bima.
"Aku tak bisa memberi taunya sekarang tapi aku harap kau bisa menepati janji yang baru saya ucapkan padamu tadi Bima. Karna kalau kamu tau dari saya pasti kamu tidak akan pernah percaya dengan ucapan saya, akan lebih baik jika kamu mengetahui ini semua dari mulut ibumu sendiri."ucap Samuel.
"Apa ibuku tau tentang rahasia Mika."tanya Bima yang heran, rahasia apa yang sebenarnya di sembunyikan Samuel dan Ibu darinya.
"Kalau aku bisa menemukan barang bukti itu, apa keuntungannya bagiku."tanya Bima.
"Bukan keuntungan yang kau dapat tapi sebuah rahasia yang akan mengubah perasaan sayang terhadap Mika yang awal beradik kakak, akan seperti orang asing bila kau mengetahui semua itu."ujar Samuel.
"Maksud kamu apa, atau jangan-jangan Mika itu bukan adik kandung aku maksudmu."ujar Bima.
"Carilah buktinya terlebih dahulu baru kau akan mengetahui semuanya secara detail."ujar Samuel dan langsung berdiri meninggalkan Bima di ruang tamu sendirian.
*Rahasia apa yang di sembunyikan ibu dariku dan apa sangkut pautnya dengan Mika.*batin Bima.
"Sayang."panggil Samuel saat sudah berada di samping Mila yang sedang memasak makanan.
"Hmmm ada apa kau kemari Sam."tanya Mila tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun pada Samuel.
"Aku ke sini untuk menemani calon istriku memasak."ujar Samuel yang sangat banyak berubah dari sifatnya dulu.
"Kau ingin ngegombal saja bisanya, sebaiknya kau duduk saja di sana sebentar lagi masakannya matang dan kita bisa makan siang bersama."ujar Mika.
"Tidak mau aku akan tetap di sini untuk mengawasi calon istri cantikku ini."ujar Samuel sambil mencubit pipi Mika.
"Sam sakit tau."ujar Mika yang kesal dengan Samuel karna sudah menganggunya.
"Maafkan aku sayang ya sudah kalau gitu aku tunggu di meja makan saja ya."ucap Samuel.
"Iya."jawab Mika.
Di negara lain..
Miko sudah berhasil membawa Mila pergi dari mansion nya.
"Akhirnya kau jadi milikku juga Mila sayang."ujar Miko.
Sedangkan di mansion Mila Angga sudah tau kalau Miko sudah menculik Mila dan membawanya pergi.
*Kau sudah berani mengusik ketenangan ku Miko, liat saja apa yang akan gue lakuin sama Lo nanti.*batin Angga dengan sangat geram terhadap Miko.
"Hallo cari tau dimana Miko sekarang."ujar Angga pada seseorang yang berada di sembrang telfon.
"Baik Tuan."jawab orang itu.
Angga masih berusaha membuka pintu kamarnya tapi hasilnya tetap saja sama. Pintu itu tidak mau terbuka sama sekali. Tanpa pikir panjang Angga langsung meloncat dari lantai dua kamar ke balkon kamar Mila yang tak jauh dari sana.
__ADS_1
Angga berusaha membuka pintu balkon tapi nihil pintunya di kunci dari dalam.
Dengan sigap Angga langsung menerobos masuk sehingga kaca pintu tersebut pecah dan berserakan di lantai.
"Akhirnya keluar juga, tunggu pembalasan gue Miko. Lo bakalan menyesal sudah berani cari masalah sama gue."ujar Angga yang langsung keluar dari kamar Mila.
Tutt..tutt.tutt.
Ponsel milik Angga berdering, dengan cepat Angga langsung mengambil ponselnya dalan kantong celananya.
Tanpa pikir panjang Angga langsung mengangkatnya.
"Halo Tuan saya sudah tau kemana Miko membawa Nona Mila Tuan."ujar seseorang di dalam telpon sana.
"Katakan."ujar Angga.
"Di hotel Xx kamar Nomor 178 Tuan, disitulah Miko dan Nona Mila sekarang berada Tuan."ujar orang tersebut.
"Baiklah, kerahkan semua anak buah untuk kesana jangan sampai brengs3k itu kabur."ujar Angga yang sudah tak sabar menghajar Miko karna sudah berani menyentuh miliknya.
"Baik Tuan."ujar orang itu.
Angga langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.
Dengan cepat Angga langsung keluar dari mansion Mila menuju mobilnya terparkir.
Setelah sampai Angga langsung masuk ke dalam sana dan menjalankan mobilnya menuju pagar untuk keluar. Setelah menunggu pak Satpam yang tak kunjung keluar dari dalam pos nya, Angga terpaksa harus turun tangan sendiri untuk membuka pagarnya.
Setelah pintu pagar terbuka lebar, Angga langsung kembali ke mobilnya dan langsung menancap gas mobil agar cepat sampai di mana Mila berada sekarang.
Hanya butuh waktu 15 menit akhirnya Angga sudah sampai di tempat yang di katakan anak buahnya tadi.
Angga langsung keluar dari dalam mobilnya dan langsung masuk ke dalam sana.
Belum sempat Angga masuk seorang perempuan memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Sayang."ujar wanita itu pada Angga.
Angga langsung menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya.
Setelah tau siapa yang memanggilnya Angga hanya cuek dan kembali masuk ke dalam hotel.
"Angga tungguin aku dong sayang."ujar perempuan itu mengejar Angga.
Angga berhenti sejenak dan langsung berbalik badan.
"Gue sama Lo nggak ada hubungan apa-apa, jangan mentang-mentang Lo di jodohin sama gue Lo bisa manggil gue dengan sebutan menjijikan tadi gue bakalan luluh sama lo. Gue udah punya pendamping hidup gue sendiri dan Lo jangan ganggu gue lagi, kalau Lo masih berani ganggu gue dan calon istri gue Lo tau apa yang akan terjadi dengan perusahaan orang tua Lo. Mulai sekarang Lo menjauh dari kehidupan gue."ujar Angga yang sudah muak dengan perempuan itu yang selalu menganggu kehidupannya di negara ini.
"Tapi Angga Bibi kamu sudah menjodohkan kita dari kita masih kecil Angga, apa kamu lupa."ujar perempuan itu.
"Aku tau tapi jangan harap aku mau menerima perjodohan itu. Kau pikir aku tidak tau jalan pikir kau dan wanita tua bangka itu, kalian hanya menginginkan hartaku bukan. Toh kalau aku menikah dengan kekasihku sekarang, aku tak perlu meminta restu pada wanita tua bangka itu. Karna ulah kau dan wanita tua bangka itu orang tuaku meninggal karna kecelakaan dan apa kau tau adik semata wayang ku depresi dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Apa kau tau haa."bentak Angga pada perempuan yang ada di hadapannya.
"Angga aku tidak tau mengenai itu semua sayang."ujar perempuan itu pada Angga.
"Cukup sekarang kau pergi dari sini, atau aku panggil anak buahku untuk menyeret kau dari sini dan membawa kau ke kandang singa ku Eros."ucap Angga.
Mendengar kandang singa perempuan itu langsung menjadi takut, tapi perempuan itu tidak berniat meninggalkan hotel itu sebelum tau siapa calon istri dari Angga.
"Aku tidak mau pergi dari sini."ujar perempuan itu.
"Baiklah terserah kau saja, Langit cepat kemari."panggil Angga pada anak buah yang berjaga di luar hotel.
Langit yang merasa namanya di panggil langsung berlari kecil ke arah Bossnya itu.
"Ada apa Boss memanggil saya."ujar Langit.
"Seret wanita ini keluar dan jangan biarkan di masuk ke sini lagi."ujar Angga.
"Baik Boss."jawab Langit.
Belum sempat tangan langit menyentuh perempuan itu dirinya sudah mengangkat tangannya memberi perintah agar laki-laki itu tidak menyentuhnya.
"Jangan pernah Lo sentuh gue dengan tangan menjijikan Lo itu, gue bisa keluar sendiri dan buat Lo Angga Lo bakalan menyesal udah menolak perjodohan itu."ujar perempuan itu.
"Lo liat aja nanti siapa yang bakalan menyesal Lo atau gue."ucap Angga dan langsung meninggalkan perempuan itu sendiri.
"Apa Lo liat-liat ha."bentak perempuan itu pada Langit.
"Gue liat Lo idih amit-amit gue liat badut pinggir jalan kayak Lo. Wanita murahan, apa Lo nggak malu sama diri Lo sendiri. Lo itu perempuan mana ada perempuan yang mengejar laki-laki yang jelas-jelas dia sudah menolak Lo mentah-mentah. Atau jangan-jangan urat malu Lo udah putus ya, Lo nggak malu di liatin sama semua orang di sini."ujar Langit dengan sangat pedas pada perempuan itu.
"Lo sama bos Lo sama aja nggak ada bedanya."ujar perempuan itu.
"Apa bedanya sama Lo wanita murahan."ujar Langit yang langsung pergi meninggalkan perempuan itu sendiri.
Setelah kepergian Langit semua orang yang melihat kejadian tadi langsung membicarakan perempuan itu secara terang-terangan.
"Ihh amit-amit gue kalau jadi dia, nggak malu ya udah di tolak masih ada di kejar-kejar." ujar wanita yang berada tak jauh dari perempuan itu
Dan masih banyak lagi cemoohan yang perempuan itu dengar. Dengan sangat kesal akhirnya perempuan itu pergi dari sana dengan menaruh dendam yang sangat dalam pada Angga.
__ADS_1
*Lo liat aja Angga Lo bakalan menyesal karna Lo udah mempermalukan gue di tempat umum. Lo bakalan berlutut di kaki gue meminta maaf atas semua ini.*batin perempuan itu.