MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
Episode 141


__ADS_3

Setelah mobil tepat berada di samping tuan Smith segera ia mengangkat tubuh Tiara masuk ke dalam dan supir melajukan mobil dengan cepat ke rumah sakit.


"Tiara nak bangun"ucap tuan Smith menepuk pipi Tiara namun sama sekali tak ada jawaban dari Tiara.


"Cepat sedikit pak"teriak tuan Smith.


"Baik tuan"ucap supir melajukan kan dengan kecepatan tinggi,tak butuh waktu lama mereka sampai di rumah sakit.


Tuan smith langsung menggendong Tiara masuk ke dalam agar cepat di beri pertolongan.


"Dokter cepat selamat kan putri ku"teriak tuan Smith.


Para dokter segera memasuk membawa Tiara masuk ke dalam ruangan untuk segera di periksa,sementara tuan Smith mondar mondar di depan pintu ruangan Tiara.


"Maaf tuan putri anda sudah meninggal, setelah kami periksa ada luka tembak tepat di jantung nya"ucap Dokter yang baru saja memeriksa Tiara.


"Apa luka tembak"ucap tuan Smith terduduk di lantai.

__ADS_1


"Benar tuan"ucap dokter.


Tuan Smith mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi anak buah nya segera.


tut tut tut


"Hallo tuan"ucap seseorang di seberang sana.


"Cari tau siapa yang membunuh putri ku aku tidak akan pernah memaafkan nya"teriak tuan Smith.


Ia pun memutus kan telpon nya dan segera berlari masuk ke dalam di mana Tiara terbaring kaku.


"Tuan sebaik nya kita bawa jasat nona Tiara ke rumah agar besok di makam kan"ucap supir.


"Anak ku belum mati,ayo nak cepat buka mata mu jangan tinggal kan papa nak"ucap tuan Smith menggoncang tubuh kaku Tiara.


Dokter dan supir melihat tuan Smith menangis histeris ikut sedih,Mereka keluar dari dalam tidak tahan melihat nya.

__ADS_1


Sementara di ruangan Lain Aksa tersenyum dingin mendengar laporan dari anak buah nya,mata nya menatap wajah pucat Jessica yang masih memejamkan mata nya.


Sayang aku telah membalas mereka berdua yang menyakiti mu jadi aku mohon buka mata mu sekarang,aku berjanji akan menjaga mu dan anak kita dengan baik tidak akan aku biar kan siapa pun menyakiti mu,batin Aksa mencium kening Jessica.


Ia duduk di samping Jessica dan menggenggam erat tangan Jessica,sementara baby twins ada di kamar sebelah bersama bibi Er yang membantu nya merawat kedua nya.


Pagi pun menyapa di rumah Bayu dan Wina kedua nya masih menangis belum bisa menerima jika Karin sudah meninggal kan mereka berdua selama nya.


"Pak sebaik nya kita segera memakam kan putri bapak"ucap tetangga Bayu.


Bayu hanya mengangguk kan kepala nya pelan tidak sanggup lagi bicara sama hal nya dengan Wina yang menggenggam erat tangan Karin,ia melihat wajah pucat Karin dengan tatapan kosong dan air mata yang mengalir,tak jauh beda dengan Bayu ia hanya memeluk Wina untuk menenangkan istri nya.


"Ma ayo kita antar kan Karin ke pemakaman"ucap Bayu pelan.


"Apa Karin benar-benar meninggal kan kita pa,apa ia tidak mau melihat kita lagi,apa ia tidak menyayangi kita lagi sehingga ia tidak mau membuka mata nya dan lebih senang meninggal kan kita di sini"ucap Wina pada Bayu.


Bayu sama sekali tidak tau harus menjawab apa lagi atas pertanyaan sang istri hanya air mata nya yang mengalir mewakili perasaan nya yang hancur melihat putri kesayangan nya sudah meninggal kan nya selama nya.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa vote,like dan komen nya kk


__ADS_2