
Keesokan hari nya pagi-pagi sekali Erland sudah bersiap dan segera turun menuju meja makan membuat Dea heran karna tidak biasa Erland bangun sepagi itu bahkan sudah berpakian sekolah rapi.
"Kamu gak papa kan Er"tanya Dea membuat Erland menatap aneh Dea.
"Maksut mama apa"tanya Erland.
"Kamu gak lagi sakit atau mimpi kan pagi-pagi begini sudah rapi tidak biasa nya"tanya Dea membuat Erland menata Dea datar.
Dea mengehembus kan nafas nya pelan melihat wajah datar putra nya entah turun dari siapa yang bahkan dengan nya dan Samuel Erland tetap dingin walau tidak sedingin kepada orang lain namun tetap saja ia kesal sendiri karna menurut nya mereka berdua adalah orang tua nya,namun ia tidak bisa berbuat apa pun karna sedari kecil Erland memang seperti itu.
Erland segera memakan sarapan yang di sajikan Dea di depan nya,setelah habis ia segera mengambil tas nya dan beranjak dari tempat duduk nya.
"Aku berangkat ma"pamit nya segera berjalan keluar rumah,ia menaiki motor kesayangan nya memuju rumah Aksa untuk menjemput Jasmine.
"Kenapa sayang masih pagi sudah kesal begitu"tanya Samuel duduk di kursi melihat wajah Dea.
"Anak mu itu entah dari siapa turun nya selalu datar dan dingin meski kepada kita orang tua nya apa lagi orang lain entah siapa yang akan mau menjadi istri nya suatu saat nanti jika ia terus seperti itu,kau tau pagi-pagi benigi dia sudah rapi tidak seperti biasa nya dan berangkat ke sekolah"ucap Dea panjang lebar.
__ADS_1
"Dia tetap anak kita sayang meski pun dingin begitu dan kau tidak usah khawatir dia kan menyukai Jasmine tinggal kita lihat bagaimana cara nya ia bisa mendekati Jasmine agar Jasmine mau menjadi kekasih nya atau bahkan istri nya"ucap Samuel.
"Kau benar entah seperti apa anak mereka nanti jika mereka menikah yang sama-sama dingin seperti itu"ucap Dea membanyangkan nya.
"Tidak usah pikir kan dia tau harus berbuat apa kau tau sendiri putra kita tidak seperti anak lain nya"ucap Samuel membuat Dea mengangguk setuju.
"Selamat pagi ma pa"ucap Friska duduk di kursi nya.
"Pagi juga sayang"ucap kedua nya kompak.
"Dia sudah berangkat"ucap Samuel.
"Tumben pagi-pagi begini dia sudah pergi"tanya Friska heran.
"Nah itu yang baru saja mama dan papa bahas lebih baik kau sarapan sayang"ucap Dea memberikan sarapan pada Friska dan Samuel.
"Terimakasih ma"ucap Friska mengambil nya dan tersenyum.
__ADS_1
Di rumah lain Aksa Erland sudah duduk santai di ruang tamu menunggu Jasmine,tak lama Jasmine turun bersama dengan Arka kedua nya segera ke meja makan dan belum menyadari jika Erland di ruang tamu,sementara Erland tersenyum tipis melihat Jasmine yang tampak cantik.
"Erland sini ikut sarapan nak"ucap Aksa.
"Tidak usah om Erland sudah sarapan sebelum ke sini"ucap Erland datar.
"Sejak kapan kau di sini"tanya Arka pada Erland.
"Baru beberapa menit"ucap Erland.
"Cepat Jas habis kan sarapan mu Erland datang menjemput mu"ucap Jessica membuat Jasmine tersedak karna kaget.
uhukk uhukk
"Minum dulu kau tidak papa kan"tanya Arka di samping Jasmine.
Jasmine menerima minum dari Arka segera meminum nya hingga tandas,Jessica dan Aksa terkekeh melihat wajah terkejut Jasmine meski sedikit khawatir saat Jasmine tersedak.
__ADS_1