
Erland menatap dingin ke adah Stev yang di banjiri oleh darah, ia segera mengangkat kaki nya dan berjongkok ke arah Stev.
"Aku sudah berbaik hati pada nya melepaskan nya saat menculik istri ku namun ia masih melakukan nya bahkan menodai istri ku"ucap Erland dingin.
"Kau tau aku tidak akan pernah memaaf kan seseorang yang mengusik ku bukan"ucap Erland menyayat wajah Stev dengan belati di tangan nya.
Tak hanya itu Erland bahkan menguliti Stev hidup-hidup membuat Stev berteriak kesakitan, Erland sendiri menikmati perbuatan nya tanpa peduli dengan teriakan dan makian Stev yang terlontar kan untuk nya.
"Bunuh aku saja"ucap Stev dengan suara pelan tidak kuat menahan sakit lagi bagi nya lebih baik Erland membunuh nya cepat dari pada harus merasakan siksaan Erland.
"Tanpa kau minta pun aku akan melakukan nya"ucap Erland setelah melihat jam tangan nya.
Dor
Ia menembak tepat di kepala Stev membuat Stev mati mengenas kan dengan wajah yang tak terbentuk lagi karna kulit wajah nya sudah di pisah kan Erland yang terlihat hanya daging dan darah yang keluar.
__ADS_1
"Urus mereka"ucap Erland pada anak buah kepercayaan nya.
"Baik bos"ucap nya dengan datar.
Erland segera meninggal kan markas tersebut lebih dulu dan melajukan mobil nya kembali ke rumah, Sampai nya di rumah Erland keluar dari dalam mobil masuk ke dalam,ia tersenyum tipis saat masuk ke dalam kamar mekerka melihat Jasmine masih tertidur pulas.
Tak ingin menggangu Jasmine dengan langkah pelan Erland masuk ke dalam kamar mandi membersih kan tubuh nya,setelah selesai ia pun memakai baju tidur nya langsung naik ke atas ranjang.
"Mimpi indah istri ku"ucap Erland pelan seraya mencium kening Jasmine,ia pun membawa Jasmine ke pelukan nya dan memeluk Jasmine dengan erat.
"Pagi-pagi begini kenapa aku ingin makan mangga muda"gumam Erland menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Ia pun segera turun dari ranjang dengan hati-hati agar Jasmine tidak terbangun,lalu ia melangkah ke lantai bawah mencari kepala pelayan.
"Apa ada yang tuan butuh kan"tanya nya pada Erland.
__ADS_1
"Hmm ambil kan aku mangga muda"ucap Erland.
"Baik tuan"ucap kepala pelayan cepat beruntung pohon mangga di taman belakang sedang berbuah lebat jadi tidak perlu repot-repot mencari nya.
Erland duduk di meja makan menunggu mangga tersebut sambil membuka ponsel nya,tak lama kepala pelayan membawa mangga yang sudah di kupas dan di potong-potong ke hadapan Erland.
Erland memakan mangga tersebut dengan santai tanpa merasa ada rasa masam,rasa nya sangat segar,pikir Erland melanjut kan memakan nya sambil mata nya tak lepas dari ponsel nya.
Di kamar Jasmine membuka mata nya tak menemukan Erland di samping nya,tanpa mencuci wajah nya ia berjalan keluar kamar mencari Erland,mata nya menangkap Erland sedang duduk di meja makan memakan sesuatu.
"Kau sedang makan apa"tanya Jasmine.
"Mangga"ucap Erland santai.
"Kau makan itu pagi-pagi begini"tanya Jasmine menelan ludah nya kasar.
__ADS_1
"Hmm kau mau"tanya Erland dengan wajah polos nya dengan cepat Jasmine menggeleng kan kepala nya melihat nya saja sudah membuat nya ngeri betapa asam nya mangga tersebut.