MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
#16


__ADS_3

"Mikaa."teriak Bella yang langsung bangun dari mimpi buruknya.


"Sayang kamu kenapa."tanya Al yang khawatir dengan Bella.


"Aku mimpi jika Mika meninggal sayang."ujar Bella.


Al yang mendengar ucapan Bella tak tau harus bilang apa, karna ucapan Bella memang benar adanya kalau Mika sudah meninggal.


"Al kok kamu diam aja, Mika mana kok cuma Mila yang ada di sini."tanya Bella.


"Sayang mimpi kamu itu memang benar sayang, Mika udah ninggalin kita semua sayang."ujar Al yang langsung memeluk Bella untuk memberi ketenangan dalam pelukannya.


Bella yang mendengar itu kaget dan langsung menangis sejadi-jadinya saat mengetahui kalau sahabatnya sudah pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya.


"Kamu lagi becanda kan Al."ujar Bella yang tidak percaya jika Mika sudah meninggal.


"Aku nggak bukan becanda soal ini sayang."ujar Al serius.


"Aku mau ketemu Mika sekarang Al."ujar Bella.


"Sebentar lagi ya sayang, Mika sedang di mandikan dulu."ujar Al.


"Mika hikss..hikss."ujar Bella menangis karna tidak kuat jika harus kehilangan Mika secepat ini.


"Apa Mila juga akan ninggalin aku sendiri."ucap Bella sambil melihat ke arah Mila yang masih belum membuka matanya.


"Kalau Mila ninggalin aku juga berarti aku akan hidup sendirian di dunia ini hikss.hikkss."ucap Bella lagi.


"Kamu tidak sendiri sayang masih ada aku dan Paman. Aku janji bakalan jagain kamu sebaik mungkin."ujar Al.


"Mika sahabat aku dari kecil, tapi kenapa setelah sekian lama kami tidak bertemu dan saat beberapa hari kami bertemu harus di pisahkan lagi. Bukan di pisahkan di dunia tapi di pisahkan oleh alam, kenapa Al kenapa semua ini terjadi sama aku,kenapa hikss..hikss."ujar Bella yang masih tidak percaya jika Mika akan pergi secepat ini.


"Sayang ini sudah takdir dari Tuhan jika kalian harus berpisah secepat ini sayang."ujar Al yang merasa kasihan dengan Bella yang sangat terpukul dengan kepergian Mika.


"Tapi kenapa harus sahabat aku, kenapa nggak sahabat orang lain aja."racau Bella yang tak terima atas kepergian Mika.


"Aku baru saja bertemu dengan mereka Al tapi sekarang Mika pergi ninggalin aku hikss..hikss."ujar Bella yang sudah tidak bisa menahan tangisnya.


Al tidak tau harus bicara apa lagi sama Bella, Al tau bagaimana terpukulnya Bella atas kematian Mika yang secara mendadak.


Tokk tokk tokk.


Binti ketukan pintu dari luar.


"Al apa gue boleh masuk ini gue Angga."ujar Angga dari luar karna Angga mendengar jika Al sedang menenangkan Bella atas kematian Mika.


"Masuk aja."ujar Al dari dalam.


Angga pun masuk ke dalam dan bisa melihat bagaimana kondisi Bella saat ini sangat memprihatinkan.


"Al gue cuma mau bilang kalau jenazah Mika akan segera di makamkan."ujar Angga.


"Ya udah bentar lagi gue nyusul, Lo sama Sam urus aja dulu. Lo udah kasih keluarga Mika."tanya Al.


"Udah Bima akan datang ke acara pemakaman Mika nanti."ujar Angga.


"Samuel gimana apa dia sudah lebih baik."ujar Al yang mengkhawatirkan kondisi Samuel.


"Sudah lumayan dari tadi, tapi kayaknya dia terpukul banget atas kepergian Mika."ujar Angga yang dapat melihat dari raut wajah Samuel saat melihat jenazah Mika saat selesai di mandikan tadi.


"Lo terus kasih dia semangat jangan tinggalin dia sendiri dulu dalam beberapa hari ke depan, gue takut dia ngelakuin hal bodoh yang dapat membahayakan dirinya sendiri."ujar Al.


"Baik, kalau gitu gue mau ke tempat Sam dulu. Lo masih mau di sini atau gimana."tanya Angga.


"Untuk sementara gue di sini dulu nanti baru gue nyusul Lo sama Sam ke pemakaman Mika."ujar Al.


"Ya udah kalau gitu gue keluar dulu, kalau ada apa-apa sama Mila cepat kabarin gue."ujar Angga yang mengalihkan pandangannya pada Mila yang masih belum membuka matanya.


"Iya."jawab Al.


Akhirnya Angga keluar dari ruang rawat Bellaenuju ke tempat dimana Samuel berada.


Di dalam sebuah taksi...


*Siapa yang berani lakuin ini semua sama kamu Dek, Abang nggak rela kamu ninggalin Abang secepat ini Dek. Abang akan cari siapa orang yang udah berani ngelakuin ini sama kamu. Nyawa harus di balas dengan Nyawa.*batin Bima yang masih belum terima jika Mika meninggalkannya secepat ini.


"Pak bisa lebih cepat tidak, saya takut ketinggalan pemakaman adik saya Pak."ujar Bima yang ingin segera sampai di rumah sakit tempat jenazah Mika berada.


"Baik Tuan."jawab sopir taksi dan sedikit demi sedikit menambah kecepatan mobilnya.


Di rumah sakit...


"Sam."panggil Angga.


"Ya."jawab Samuel dingin.


"Lo nggak boleh kayak gini terus Sam, Lo harus kuat buat ketenangan Mika di alam sana."ujar Angga.

__ADS_1


"Gue udah berusaha tapi semua itu sangat sulit buat gue lakuin."ujar Samuel dingin tak seperti Samuel yang dulu lagi.


*Gue tau Lo terluka Sam, kalau gue bisa muter waktu gue harap kejadian ini tidak pernah terjadi. Supaya Lo nggak kayak gini. Gue harap semoga Lo menemukan kebahagian Lo suatu saat nanti.*batin Angga.


"Permisi Tuan apa jenazah Nona Mika sudah boleh di makam kan Tuan."ujar Suster yang bertugas memandikan jenazah Mika.


"Tunggu sebentar lagi Sus, kami masih menunggu kerabat dari Mika mungkin sebentar lagi mereka sampai."ujar Angga.


"Apa saya terlambat."ujar Bima yang ngos-ngosan karna berlari.


"Tidak, apa pemakaman Mika sudah boleh dilakukan Bang."tanya Angga.


"Silahkan."jawab Bima yang masih belum percaya semua ini terjadi pada Mika.


"Silahkan lakukan sekarang Sus."ujar Angga.


"Baik Tuan."ujar Suster itu dan langsung pergi dari hadapan ketiga pria tampan di hadapannya.


Bima mengalihkan pandangannya pada Samuel, Bima dapat melihat raut kesedihan yang mendalam di wajah Samuel.


"Sam."ujar Bima sambil memukul pelan pundak Samuel.


"Ya Bang."jawab Samuel tanpa mengalihkan pandangan dari bawah.


"Lo harus kuat, ini semua udah takdir untuk Lo. Gue aja yang baru ketemu sama Mika masih belum percaya kalau dia pergi secepat ini."ujar Bima yang memberi sedikit semangat untuk Samuel.


"Gue bakalan coba Bang."ujar Samuel dingin.


"Apa gue boleh tanya sesuatu sama Lo."tanya Bima.


"Tanya apa Bang."ujar Samuel.


"Apa Lo cinta sama Adek gue "ujar Bima


"Gue belum bisa mastiin itu Bang, gue takut nanti ini cuma kesedihan karna di tinggal teman Bang. Tapi semakin ke sini rasa itu semakin kuat Bang, gue nggak tau ini cinta apa nggak Bang yang jelas gue nggak sanggup kehilangan Mika secepat ini Bang."ujar Samuel yang kembali meneteskan air matanya.


"Kalau memang benar Lo cinta sama Adek gue, Lo harus bisa ikhlasin Adek gue pergi. Gue tau itu pasti berat banget buat Lo tapi Lo harus bisa ngelakuin itu semua. Jangan salahkan diri Lo sendiri atas kematian Mika, gue yakin kalau Lo udah menjaga Adek gue sebaik mungkin. Mungkin kalian tidak di takdir bersama di dunia dan gue harap lo bakalan nemuin kebahagian Lo di masa depan."ujar Bima.


"Yang bisa buat gue bahagia cuma Mika Bang nggak ada yang lain. Kalau kebahagiaan gue pergi tidak akan ada kebahagiaan lain yang akan hadir dalam hidup gue Bang. Cuma Mika yang bisa bikin gue bahagia bang, walau hanya dengan seutas senyum Bang."ujar Samuel yang kembali teringat dengan kenangannya dengan Mika.


Flashback...


"Mika."panggil Samuel.


"Ya."ucap Mika.


"Hmmm ada yang mau gue tanyain sama Lo."ujar Samuel.


*Gue tanya sekarang atau nanti aja, gue takut kalau dia udah punya cowok bisa mati kutu gue nanti.*batin Samuel.


"Sam Lo nggak apa-apa kan, kok diam aja katanya mau tanya sesuatu sama gue. Lo mau tanya apa."ujar Mika yang penasaran dengan pertanyaan Samuel.


"Tidak jadi nanti saja kalau sudah sampai mansion." ujar Samuel.


••••••••••••


"Tuan."panggil suster.


"Tuan, tuan kenapa Tuan."ujar suster pada Samuel.


"Mikaa jangan tinggalin gue."racau Samuel.


"Tuan bangun."ujar suster itu menepuk pelan pundak Samuel.


"Mikaaa."teriak Samuel saat bangun dari mimpi buruknya.


"Tuan, tuan kenapa apa tuan mimpi buruk."tanya suster itu pada Samuel.


"Apa operasi sudah selesai Sus."tanya Samuel yang tak menjawab pertanyaan suster.


"Sudah Tuan dan Nona Mika sudah di pindahkan kembali ke ruang rawatnya."ujar Suster itu.


*Apa gue cuma mimpi buruk, tapi kenapa mimpi buruk itu terasa sangat nyata. Gue harus pastiin sendiri kalau ini bukan mimpi.*batin Samuel dan langsung berlari ke ruang rawat Mika.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Samuel langsung menerobos masuk ke dalam. Semua orang yang berada di dalam langsung mengalihkan pandangannya pada Samuel.


Samuel mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Mika.


Samuel dapat melihat Mika sudah sadar dan sedang duduk bersandar sambil memakan bubur yang di suapkan oleh Bima.


Tanpa pikir panjang Samuel langsung berjalan ke arah Mika dan langsung memeluknya erat sambil berkata.


"Jangan tinggalin gue, gue nggak bisa hidup tanpa Lo Mika."ujar Samuel yang entah mendapat keberanian dari mana berbicara seperti itu.


"Aku nggak akan ninggalin kamu kok, karna setelah aku sehat aku akan jadi sekretaris pribadi kamu kan. Jadi otomatis aku akan selalu bersama kamu kemanapun kamu pergi."ujar Mika yang heran dengan arah pembicaraan Samuel.


Mila yang juga sudah sadar langsung dibuat kaget dengan perkataan Samuel pada Mika begitu juga dengan orang yang berada dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Kemana aja Lo dari tadi."ujar Angga yang heran kenapa baru sekarang samuel muncul setelah 2 jam lamanya Mika sadar dari operasi yang dilakukannya.


"Gue ketiduran di depan ruang operasi dan nggak ada yang mau bangunin gue."ujar Samuel kesal karna bukan dirinya yang di lihat Mika pertama kali saat membuka matanya.


"Nggak ada yang bangunin Lo, Lo lupa atau bagaiman sih gue udah berusaha bangunin Lo mau bilang kalau Mika udah selesai operasi, eee taunya Lo malah mimpi kalau Mika meninggal. sampai Lo teriak-teriak kayak orang gila di depan ruang operasi. Ya gue malu lah makanya gue tinggal aja Lo di situ. Biar Lo nanggung malunya sendiri."ujar Angga.


Flashback..


"Sam bangun Mika udah selesai operasi nih."ujar Angga.


"Mika jangan tinggalin gue, gue nggak bisa hidup tanpa Lo."racau Samuel dalam mimpi nya.


"SAM." teriak Angga tepat di telinga Samuel.


"Mikaa."Teriak Samuel hingga menimbulkan perhatian banyak orang yang ada di depan ruang operasi


"Woi Lo bangun nggak kalau nggak gue tinggal Lo di sini."teriak Angga yang sudah menahan malu karna ulah Samuel.


"Mika jangan pergi."teriak Samuel lagi yang kembali mengundang perhatian banyak orang.


"Lo budek ya."teriak Angga yang kembali tepat di telinga Samuel.


"Mika jangan tinggalin aku sendiri."ujar Samuel yang menagis sejadi-jadinya di depan ruang operasi.


"Sam bangun nggak Lo, malu nih gue di liatin sama orang banyak bego."ujar Angga.


"Mika."teriak Samuel lagi sambil mengangkat sebelah tangan pertanda jangan pergi di alam mimpinya.


"Woi Lo gila ya Mika belum meninggal kali."Ujar Angga yang sudah hampir habis batas kesabarannya membangunkan Samuel dari tidurnya.


"Mika jangan tinggalin gue."racau Samuel lagi.


"Woi monyet Mika belum meninggal kambing, Lo itu mimpi buruk pe'ak jangan bawa-bawa ke alam nyata gini dong, Lo kayak bocil tau nggak Nyet."ujar Angga yang ingin rasanya menjitak kepala Samuel agar bangun dari mimpi anehnya itu.


"Mika gue cinta sama Lo."teriak Samuel lagi.


"Astaga Sam, Lo bangun Napa monyet jangan mimpi terus. Mika itu belum meninggal pe'ak. Makanya kalau di bangunin orang itu bangun jangan tidur mulu kambing. Udah ah males gue bangunin Lo mending gue ke tempat Mila jagain dia, dari pada jagain kebo kayak Lo."ujar Angga yang langsung menoyor kepala Samuel dan langsung pergi begitu saja.


•••••••••••


Angga langsung menceritakan semuanya hingga menimbulkan gelak tawa di ruangan itu.


Samuel hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karna menahan malu.


"Jadi kamu takut kehilangan aku."ujar Mika yang entah mengapa hatinya merasa senang karna Samuel takut kehilangan dirinya.


"Eehh i..tu ahh anu i..tu."ucap Samuel yang sudah sangat gugup.


"Iya aku paham kok, aku juga takut kehilangan kamu."ujar Mika yang entah mendapat keberanian dari mana berbicara seperti itu.


"Cieee kayaknya ada yang mau jadian nih, terus yang jomblo ini kapan jadiannya ya."ujar Mila yang merasa bahagia untuk sahabatnya Mika.


Samuel dan Mika merasa malu di ledekin oleh sahabat mereka sendiri.


Angga yang mendengar ucapan Mila menjadi tertatang untuk mengutarakan isi hatinya.


Dengan cepat Angga langsung mengambil bunga yang sempat di belinya di jalan tadi dan langsung berjongkok di hadapan Mila.


Mila yang mendapat perlakuan seromantis itu dari seorang laki-laki menjadi malu sekaligus senang.


"Gue nggak tau apa Lo ngerasain hal yang sama kayak gue apa nggak, tapi yang jelas gue udah jatuh cinta sama Lo sejak pertama kita bertemu hingga sampai detik ini. Sekarang gue mau ngungkapin perasaan gue sama Lo terserah Lo mau terima apa nggak yang jelas gue udah nyatain perasaan gue. Mila Floreria Putri maukah engkau menikah denganku, menjadi bidadari surgaku, menjadi ibu dari anak-anakku dan menjadi Nyonya Walker."ujar Angga yang sangat serius dengan ucapannya.


Mila yang mendengar itu menjadi terharu dan merasa di perlakukan seperti putri.


"Gue harap lo serius dengan ucapan Lo barusan, dan gue harap lo bisa jaga hati Lo buat gue. Gue mau jadi istri Anggara Sebastian Walker, jadi ibu dari anak-anakmu dan jadi bidadari surgamu Tuan Anggara."jawab Mila yang membuat Angga langsung bangkit dan memberikan bunga yang di belinya tadi pada Mila.


"Gue janji nggak akan ada perempuan lain selain Lo di hati gue."ucap Angga dan langsung memeluk Mila dengan erat.


"Lo udah di lamar gue kapan ya."ujar Mika yang sengaja menyindir Samuel agar segera melamarnya juga.


Tanpa pikir panjang Samuel langsung berlutut di hadapan Mika dan langsung mengutarakan niatnya yang akan melamar Mika di hadapan Bima Abang Mika.


"Sorry kalau gue nggak bawa bunga kayak Angga, tapi perlu kamu tau saya Samuel Attarillah Copaldi sangat mencintai dirimu Mika Anjani. Saya bukan laki-laki romantis yang bisa menyusun kata-kata indah untuk melamar seorang gadis.Tapi di sini di hadapan semua orang Saya Samuel Attarillah Copaldi ingin melamar mu Mika Anjani untuk menjadi istri ku dunia akhirat. Apa kamu bersedia menjadi istri di dunia dan akhirat ku."ujar Samuel yang ingin menikahi Mika secepat mungkin.


Mika dengan cepat langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


"Iya aku mau jadi istri kamu Tuan Samuel."jawab Mika.


Bella, Al dan juga Bima yang sedang menyaksikan mereka semua ikut senang dan turut berdoa agar mereka selalu hidup bahagia setelah menikah nanti.


"Kayaknya akan ada yang nikah massal nih."ujar Bella.


"Udah di lamar sama pengerannya masing-masing lupa deh sama aku."ujar Bella lagi yang pura-pura kesal dengan kedua sahabatnya.


"Aaaaa jangan gitu dong mana mungkin kita berdua lupa sama Lo Bell. Kalau bukan karna Lo kita nggak akan mungkin kenal mereka."ujar Mila yang ingin turun dari ranjang tidurnya begitu juga dengan Mika.


"Eehh kamu masih lemah sayang."ujar Angga dan Samuel bersamaan.

__ADS_1


"Wihhh udah sayang-sayangan nih ceritanya."ledek Bima.


"Mungkin mereka belajar Bang."ujar Al yang turut bahagia dengan kedua sahabatnya.


__ADS_2