MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
Episode 148


__ADS_3

Jessica di kamar nya membaringkan baby Jasmien di tempat tidur begitu pun dengan bibi Er yang membaringkan baby Arka juga.


"Bibi istirahat saja biar saya yang menjaga mereka berdua lagian mereka juga sedang tidur"ucap Jessica.


"Baik nona,jika nona membutuh kan sesuatu panggil saya saja atau pelayan yang lain"ucap bibi Er.


"Iya bi"ucap Jessica tersenyum.


"Kalau begitu saya permisi non"pamit bibi Er segera meninggal kan kamar Jessica.


Jessica mencium kening baby twins lalu mengambil bantal guling meletak kan nya di samping baby Arka setelah itu ia membaringkan tubuh nya di samping baby Jasmine dan memejam kan mata nya ikut tidur.


Setengah jam berlalu Aksa menyelesai kan pekerjaan nya dan kembali ke kamar nya untuk istirahat juga karna ia hanya beberapa jam saja tidur sehari semalam saat Jessica koma,saat masuk ke dalam kamar Aksa tersenyum tipis melihat pemandangan indah di depan nya yang akan selalu ia lihat setiap saat.


Ia melangkah kan kaki nya pelan masuk ke dalam kamar agat tak membangun kan ketiga nya yang tertidur pulas,dengan pelan Aksa membaringkan tubuh nya di samping baby Arka dan ikut tidur bersama mereka.


Sementara di rumah sakit Vino masih setia menemani Sasa tanpa meninggal kan Sasa sendirian bahkan ia tak pergi ke perusahaan .

__ADS_1


"Sayang kenapa belum tidur ini sudah malam"tanya Vino mengelus kepala Sasa.


"Aku tidak bisa tidur"ucap Sasa.


"Apa ada yang sakit"tanya Vino khawatir.


"Tidak ada tapi aku hanya belum bisa tidur"ucap Sasa.


"Tidur lah ini sudah malam,aku akan memeluk mu"uca Vino.


Di negara lain Dea terlihat murung di tempat tidur tak melakukan apa pun kecuali duduk bersandar dan melamun.


"Sayang ada apa lagi"tanya Samuel menggenggam erat tangan Dea.


"Kapan kita mempunyai baby seperti Jessica dan Sasa aku juga ingin cepat merasakan bagaimana menjadi ibu"ucap Dea dengan tatapan kosong.


"Jika sudah waktu nya pasti tuhan akan memberikan nya,saat ini kita juga sedang berusaha tinggal menunggu saja"ucap Samuel.

__ADS_1


"Tapi sampai kapan"ucap Dea menunduk.


"Sabar saja dulu yah,jangan banyak pikiran nanti kau sakit lebih baik kita pergi ke taman saja bagaimana"tanya Samuel menghibur Dea yang terus melamun.


"Aku sedang tidak ingin kemana pun"ucap Dea pelan.


"Ke bioskop saja seperti nya ada film baru"ucap Samuel.


"Kalau begitu ayo pergi"ucap Dea setelah berpikir.


"Sana ganti baju dulu aku akan menunggu di bawah"ucap Samuel mencium kening Dea.


"Ok bos"ucap Dea tersenyum dan segera mengganti baju nya.


Samuel ikut tersenyum melihat senyum Dea yang sekarang jarang terlihat,namun sebisa mungkin ia berusaha membuat Dea tersenyum lagi,ia melangkah kan kaki nya keluar kamar menuju lantai bawah menunggu Dea di sana.


Sementara Dea yang mengganti baju di dalam kamar telah selesai,ia memoles sedikit make up ke wajah nya dan berjalan keluar kamar menghampiri Samuel yang sudah menunggu nya.

__ADS_1


__ADS_2