
Keesokan hari nya Rora yang telah sampai di negera Indonesia masih merenggut kesal menatap kediaman mereka yang berubah drastis ia kira hanya perusahaan dan lain nya yang di jula namun rumah mereka juga jual berganti rumah sederhana.
"Daddy kenapa rumah kita juga harus di jual sih"ucap Rora pada Erland.
"Kita butuh modal untuk membuka usaha baru terpaksa harus di jual"ucap Erland.
"Kenapa juga daddy tidak meminta bantuan pada kakek atau om Jerry dan om Arka"ucap Rora.
"Selama ini kita sudah meminta bantuan pada mereka tidak enak harus meminta lagi"ucap Erland.
"Daddy sudah menghubungi kakek"tanya Rora.
"Daddy tidak mau menyusahkan kakek mu"ucap Erland membuat Rora mengendus malas.
"Lagian hidup sederhana begini juga tidak masalah di luar sana masih banyak orang yang lebih parah dari kita bahkan untuk makan saja susah jadi syukuri saja apa yang ada saat ini"ucap Jasmine.
"Mom Rora kan tidak biasa hidup seperti ini"ucap Rora.
"Biasa atau tidak jalani saja jangan membantah yang penting kau masih bisa makan"ucap Erland datar membuat Rora terdiam.
"Bagaimana sekolah ku"tanya Rora.
__ADS_1
"Kau pindah sekolah di sana bayaran nya terlalu mahal cari sekolah yang lain saja"ucap Erland membuat mata Rora membelalak kaget.
"Rora tidak mau pindah dad"ucap Rora cepat.
"Kau masih ingin sekolah atau berhenti saja"ucap Erland tegas.
"Baik lah"ucap Rora.
"Sebaik nya kau istirahat di kamar mu kau pasti masih lelah saat di perjalanan"ucap Jasmine.
"Iya mom"ucap Rora masuk ke kamar nya meninggalkan Erland dan Jasmine yang terdiam setelah Rora masuk ke dalam kamar nya.
"Tidak ada yang perlu di sesal kan lagi semua nya sudah terjadi"ucap Erland ikut berlalu ke kamar nya.
Menyesal tentu saja sangat menyesal,andai waktu bisa kembali di putar kita akan bersikap adil untuk kedua putri kita pasti rumah ini akan ramai tapi semua nya hanya mimpi saja bahkan putri kecil kita saja tidak mau melihat kita sekarang karna perbuatan kita sendiri,batin Erland menghapus air mata nya yang keluar,ia merasa gagal menjadi seorang ayah untuk putra putri nya hingga sekarang mereka lebih memilih meninggalkan rumah.
Saat Jasmine masih duduk di sana terdengar suara ketukan pintu membuat ia berdiri untuk membuka nya.
"Angkasa"ucap Jasmine tersenyum melihat kedatangan putra nya.
"Mommy"ucap Angkasa tersenyum tipis melihat wanita yang telah melahirkan nya tersebut.
__ADS_1
"Kau datang sendirian nak"tanya Jasmine.
"Iya mom Bintang masih banyak pelanggan di cafe nya jadi ia tidak bisa datang"ucap Angkasa terpaksa berbohong karna Bintang memang tidak ingin ikut.
"Ayo masuk"ucap Jasmine.
"Rora sudah sampai mom"tanya Angkasa duduk di sofa.
"Iya dia sampai baru beberapa jam sekarang sedang istirahat di kamar nya"ucap Jasmine di angguki Angkasa.
"Daddy kemana"tanya Angkasa.
"Ada di kamar"ucap Jasmine.
"Apa Queen tidak pernah menghubungi kalian"tanya Jasmine.
"Tidak ada mom"ucap Angkasa lagi-lagi ia harus berbohong.
"Mommy kira dia akan menghubungi kalian"ucap Jasmine.
"Kenapa mommy bertanya tentang Queen"tanya Angkasa membuat Jasmine terdiam karna baru ini lagi ia menanyakan soal Gazella setelah sekian lama.
__ADS_1