MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 274


__ADS_3

Tak lama terdengar suara dari lantai atas mereka semua yang ada di ruang tamu segera menoleh dan tersenyum melihat Jasmine yang datang,sementara Jasmine menatap sedih ke arah kedua orang tua nya,dengan langkah cepat ia berlari memeluk Jessica dan menangis sesegukan.


"Tenang lah nak semua baik-baik saja anak mommy itu wanita yang kuat dan berani,satu hal yang perlu kau ingat kau masih suci jadi buang jauh-jauh pikiran mu itu dan satu lagi berbahagia lah bersama Erland nak dia sangat mencintai mu dan akan selalu menjaga mu dengan baik"ucap Jessica menghibur putri cantik nya.


"Terimakasih mom"ucap Jasmine mencoba tersenyum tatapan nya beralih pada lelaki yang selama ini selalu menjaga dan memanjakan nya.


"Daddy"ucap Jasmine menghambur ke pelukan Aksa membuat Aksa membalas pelukan putri kecil nya.


"Putri daddy anak yang kuat jangan menangis daddy tidak mau putri kecil daddy menangis"ucap Aksa pada Jasmine,saat ia tahu kejadian yang menimpa Jasmine membuat Aksa murka namun ia mencoba menahan nya agar tidak menyusul ke sana untuk membunuh Airen karna tidak mau istri nya semakin terpukul jika tahu hal itu meski pada akhir nya apa yang ia katakan membuat Jessica menangis namun ia ada di samping istri nya untuk menenangkan nya dan ia percaya jika Erland pasti tidak akan tinggal diam.


Sementara Jasmine tak sanggup berbicara lagi hanya isak tangis nya yang keluar betapa rapuh dan takut nya diri nya setelah mengalami hal tersebut.


"Hey pengantin tidak boleh menangis ingat sebentar lagi kau akan menikah"ucap Arka menghapus air mata Jasmine.

__ADS_1


"Kakak"ucap Jasmine memeluk Arka juga yang tengah menghapus air mata nya.


"Lupakan semua nya anggap tidak pernah terjadi jangan takut kau tidak sendirian ada kami semua di sini yang akan menjaga mu"ucap Arka di angguki Jasmine.


"Sekarang ayo berangkat nanti kita telat masa calon pengantin telat"ucap Samuel memecah kan kesedihan.


"Berbahagia lah sayang daddy yakin Erland akan membahagian kan mu selama nya"ucap Aksa pada Jasmine membuat senyum Jasmine terbit ia tidak ingin orang-orang tersayang nya mengkhawatir kan diri nya.


"Terimakasih sudah datang"ucap Jasmine kepada para sahabat nya yang tengah tersenyum pada nya.


"Lebih tepat nya yang dingin sudah mulai mencair sekarang di pasangkan dengan yang sangat dingin bahkan kita bisa beku jika di dekat nya"celetuk Friska menyindir Erland yang masih setia mendengarkan dengan wajah dingin nya.


"Ayo pergi"ucap Erland menggandeng tangan Jasmine namun di hentikan oleh Dara dan Friska membuat alis Erland terangkat.

__ADS_1


"Pergi dengan para lelaki Jasmine kami yang akan membawa nya tidak baik kalian berdua an belum sah"ucap Friska menarik tangan Jasmine pergi bersama para wanita dengan terpaksa Erland harus membiarkan Jasmine pergi meski sedikit kesal.


Sedangkan para orang tua menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan anak-anak mereka.


"Kalian ikuti saja anak-anak itu sayang"ucap Aksa pada Jessica.


"Iya kau benar nanti mereka malah berbuat yang aneh-aneh"ucap Jessica segera menarik tangan kedua sahabat nya mengikuti para anak gadis tersebut meninggal kan mereka para lelaki.


"Dimana dia"tanya Aksa dingin.


"Di markas om"ucap Erland datar.


"Kita ke sana aku ingin memberikan pelajaran langsung untuk nya telah berani menyentuh putri ku"ucap Aksa mengepal kan tangan nya kuat,suhu ruangan tersebut seakan terasa dingin dan menakut kan untuk mereka kecuali Erland yang bahkan aura nya lebih menakut kan di banding Aksa.

__ADS_1


Sementara Samuel dan Vino yang melihat kemarahan Aksa bisa memastikan jika orang tersebut pasti akan mati di tangan Aksa,setelah puluhan tahun tangan Aksa tidak terkena noda darah lagi maka saat ini tangan nya pasti akan berlumuran darah kembali untuk pertama kali nya.


__ADS_2