
Gazella menjalani hari nya dengan baik bahkan ia lupa dengan keluarga nya kecuali sang kakak Bintang yang kadang ia rindukan karna tidak mempunyai teman bermain lagi namun semua itu di gantikan oleh Aksa dan Jessica yang selalu menemani nya.
Sudah hampir tiga bulan lama nya mereka di negara K dengan identisa baru sehingga tidak satu orang pun dapat menemukan mereka.
Saat ini Gazella sedang bermain bersama teman baru nya di sekolah.
"Zee cepat tangkap aku"teriak Gazella tertawa lepas berlari menjauh dari Zee.
"Ella kau curang"teriak Zee pada Gazella membuat Gazella tertawa.
"Kau saja yang lambat"ejek Gazella berjalan mundur ke belakang.
Namun langkah nya terhenti menatap sekerumunan anak-anak seusia nya sedang memukul anak laki-laki yang berbadan gemuk.
"Heyy apa yang kalian lakukan jangan memukul nya seperti itu"teriak Gazella berlari membuat mereka berhenti.
"Pergi sana ini urusan anak laki-laki"ucap salah satu dari mereka.
"Laki-laki apa nya kalian memukul nya bersamaan hingga ia terluka"ucap Gazella kesal.
"Kalian pergi atau aku akan menghajar kalian"ucap Gazella lagi dengan nada galak nya.
"Anak perempuan kecil seperti mu memang bisa melawan kami"ucap mereka meledek Gazella membuat nya kesal.
Tanap basa basi Gazella menendang mereka satu persatu dan memukul nya juga membuat mereka terkejut sekaligus ngeri melihat Gazella wajah memerah Gazella.
"Cepat sana sebelum aku memukul kalian lagi dan jangan ganggu dia lagia atau kalian akan aku hajar lebih parah dari pada ini"ucap Gazella dengan wajah garang.
Mereka mengangguk dan segera meninggalkan Gazella dan anak lelaki tersebut.
"Kau tidak apa-apa"tanya Gazella.
"Iya"ucap nya.
"Apa kau anak baru di sini"tanya Gazella karna ia baru pertama kali melihat anak lelaki tersebut.
"Iya,,aku baru sekolah di sini hari ini"ucap nya membuat Gazella mengangguk setuju.
"Oh pantas saja aku baru melihat mu"ucap Gazella.
"Siapa nama mu"tanya Gazella ramah.
"Kevano"ucap nya pada Gazella di angguki Gazella.
"Ellaaaaa"teriak Zee kesal pada Gazella.
__ADS_1
"Kenapa"tanya Gazella.
"Aku mencari mu dari tadi ternyata kau malah di sini"ucap Zee kesal.
"Maaf kan aku Zee tadi aku melihat anak-anak nakal itu memukul nya dan aku membantu nya dulu"ucap Gazella.
"Apa dia anak baru"tanya Zee di angguki Gazella.
"Hayy siapa nama mu"tanya Zee ramah.
"Kevano"ucap Kevan.
"Aku Zee dan teman ku Ella"ucap Zee membuat Gazella memutar bola mata nya malas.
"Ayo balik sebentar lagi akan masuk dan pulang"ucap Gazella.
Mereka pun membantu Kevan masuk ke dalam kelas mereka karna akan selesai istirahat dan pulang.
Lain hal nya di rumah Jessica dan Aksa baru menerima informasi dari anak buah Aksa yang memantau Jasmine dan yang lain nya di sana jika Samuel dan Dea mencari keberadaan mereka juga.
"Apa kita katakan saja pada mereka jika kita di sini"ucap Aksa pada Jessica.
"Begini saja kita akan mengatakan nya pada mereka tapi jika mereka ingin ke sini harus hati-hati pada anak buah Erland dan juga mereka hanya satu minggu paling lama di sini agar yang lain tidak curiga sekaligus untuk menjaga sikembar juga"ucap Jessica di angguki Aksa.
"Kita bersiap menjemput Queen"ucap Jessica menatap jam tangan nya.
"Ayo"ucap Aksa bersemangat jika tentang Queen membuat Jessica geleng kepala.
Akhir nya mereka pun segera keluar rumah untuk menjemput Queen di sekolah karna sebentar lagi akan pulang sekolah.
Lain hal nya di negara lain semenjak Dea dan Samuel memarahi Jasmine dan Erland habis-habis an mereka tidak lagi pernah berkunjung ke rumah kedua nya.
"Bagaimana kita menemukan mereka"tanya Dea pada Samuel.
"Nanti juga mereka akan mengatakan nya pada kita tunggu saja"ucap Samuel.
"Ck bagaimana mereka bisa pergi tanpa memberi tahu kita lebih dulu sih"ucap Dea kesal.
"Mungkin karna situasi nya begitu jadi mereka tidak sempat memberitau kita"ucap Samuel.
"Tetap saja mereka harus memberti tahu kita dulu karna Kris juga cucu kita"ucap Dea membuat Samuel menghela nafas,perempuan kalau sudah bicara tidak mau kalah dan tidak mau mengalah selalu ingim benar,pikir nya.
"Bagiamana sekarang jika Friska mengetahui sebenar nya"tanya Samuel membuat Dea terdiam.
"Aku yang salah harus nya aku tidak emosian hingga mengatakan apa yang selama ini kita jaga akhir nya ketahuan"ucap Dea lesu takut jika Friska kecewa dan sedih.
__ADS_1
"Cepat atau lambat dia juga akan tahu nanti nya"ucap Samuel.
"Lalu bagaimana sekarang"tanya Dea.
"Kita jelasin saja pada nya apa yang terjadi sebenar nya"ucap Samuel.
"Kalau dia pergi meninggalkan kita bagaimana,,aku tidak mau dia pergi dari kita dia putri kita"ucap Dea.
"Dia tidak akan pergi dari kita dan akan tetap menjadi putri kita"ucap Samuel.
"Aku berharap nya seperti itu"ucap Dea.
"Sekarang lebih baik kita diam saja jika dia menanyakan nya baru kita jelaskan"ucap Samuel di angguki Dea.
"Kenapa menjadi seperti ini sih"ucap Dea memejamkan mata nya untuk menenangkan pikiran nya yang kacau.
"Hidup itu tidak selalu mulus akan ada ujian nya juga dan ini lah yang kita rasakan sekarang"ucap Samuel.
"Tumben kau berkata bijak begitu"ucap Dea menatap Samuel.
"Suami mu ini memang bijak kau saja yang baru menyadari nya"ucap Samuel mendapat pukulan dari Dea.
"Kau menyebal kan sekali sih"ucap Dea membuat Samuel terkekeh.
"Bagaimana kalau kita liburan"tanya Samuel.
"Kau masih memikirkan liburan saat masalah masih belum bisa di atasi begini"ucap Dea kesal.
"Untuk menenangkan pikiran saja"ucap Samuel.
"Boleh juga"ucap Dea.
"Kita ajak si kembar sekalian mumpung mereka libur"tambah Dea di angguki Samuel.
"Ya sudah kita ke sana saja"ucap Samuel berdiri di ikuti Dea.
Bintang,Galaksi dan Angkasa memang tinggal di rumah Aksa dan Jessica bersamaan.
Di lain tempat saat akan pulang sekolah Kevan mengikuti Gazella terus membuat Gazella bingung dan heran karna sedari tadi Kevan mengikuti nya.
"Kenapa kau mengikuti ku"tanya Gazella.
"Aku takut mereka akan memukul ku lagi"ucap Kevan menunduk.
"Mereka tidak akan berani lagi,,lagian kau ini lelaki jangan mudah di tindas oleh orang lain jadilah lelaki yang kuat dan pemberani agar nanti kau bisa melindungi orang-orang yang kau sayang"ucap Gazella bijak di angguki Kevan membuat Gazella tersenyum tipis,Ia menggandeng tangan Kevan keluar dari kelas mereka menuju pintu keluar di mana para keluarga mereka sudah menunggu kepulangan mereka.
__ADS_1