MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
#6


__ADS_3

Sudah seminggu lamanya Bella melakukan terapi pada saraf tubuhnya dan sekarang Bella sudah bisa berjalan seperti biasanya.


"Sayang." panggil Al.


"Iya ada apa." ucap Bella.


"Kau sedang apa sayang." tanya Al.


"Kau tak lihat aku sedang apa." ucap Bella yang sudah mulai kesal dengan Al karna terus menyuruh dirinya untuk mencoba semua merek baju di salah satu mall yang terkenal di Jakarta.


"Aku tau kau sedang apa sayang yang aku tanya kenapa kau tidak memilih bajunya sendiri, kenapa kau malah menerima semua baju yang aku berikan padamu sayang." ucap Al tanpa merasa kalau Bella sedang kesal padanya.


"Aku kan sudah bilang padamu, kalau aku tidak suka dengan barang-barang mahal ini Al. Ini terlalu mahal untuk dipakai di tubuhku harusnya kau tau itu Al." ucap Bella yang tak habis pikir dengan cara Al memperlakukannya seperti anak kecil yang harus menuruti semua kemauannya.


"Heyy kau ini bicara apa sayang, kau pantas memakainya bahkan sangat pantas. Kau harus tampil cantik karna kau wanita yang aku cintai dan kau harus bisa membiasakan dirimu untuk semua itu sayang. Karna setelah ini kau akan menjadi Nyonya Alexander sayang." ucap Al pada Bella karna Al sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk membahagiakan Bella.


"Aku tau itu, aku akan berusaha menerima itu dan aku juga minta padamu untuk menerima aku yang apa adanya ini. Aku tak suka di paksa Al ini sangat berlebihan untukku. Semua yang sudah kau berikan padaku semua itu sudah lebih dari cukup untukku, bahkan masih ada barang yang belum aku pakai sama sekali dan sekarang kau malah menyuruhku untuk membelinya lagi. Dan harganya tidak murah Al aku tak bisa menerimanya lagi, terserah kau mau marah padaku yang penting aku tak mau membeli barang mahal ini lagi." ucap Bella dan langsung meninggalkan Al di toko baju yang terkenal di mall itu.


"Sayang tunggu aku." ucap Al yang berusaha mengejar Bella.


Bella terus berjalan keluar dari Mall itu tanpa mau menoleh ke belakang untuk melihat Al. Bella tidak habis pikir dengan sikap Al yang selalu ingin memanjakannya dengan harta. Bella tak butuh itu semua, dirinya hanya menginginkan kasih sayang Al padanya dan itu sudah cukup untuk Bella.


Bella terus berjalan keluar dari Mall itu dan memilih duduk di kursi taman yang ada di dekat mall. Setelah Bella duduk, Bella langsung menumpahkan segala kesedihannya di sana.


"Sayang kenapa kau duduk di sini." ucap Al yang sudah berhasil mengejar Bella.


"Hikss..hiksss." suara tangis Bella.


"Sayang kau kenapa, kenapa kau menangis apa ada menjahati dirimu. Kalau ada bilang sama aku biar aku kasih dia pelajaran karna sudah membuatmu menangis." ujar Al yang langsung duduk di samping Bella dan membelai rambut Bella dengan sayang.


"Kau yang jahat padaku hikss.. hikss. Kau selalu saja menyuruhku untuk membeli barang-barang mahal itu, aku tak perlu itu semua aku cuma butuh kasih sayangmu padaku, aku tak butuh barang-barang itu yang aku butuhkan hanya kasih sayang Al. Apa aku tak boleh merasakan kasih sayang, tidak semua cewek bisa kau manjakan dengan harta. Mereka butuh kasih sayang dari pasangan mereka. Apa kau tau itu hikkss.hikss." ujar Bella yang mengeluarkan segala isi hatinya pada Al.


Al yang mendengar ucapan Bella merasa dirinya telah gagal menjaga Bella, Al merasa dengannya membelikan Bella barang-barang mahal Bella akan senang. Tapi sekarang kenyataannya Bella malah menangis karna dirinya.


"Maafkan aku, tak pernah berfikir seperti itu. Yang aku pikirkan bagaimana cara untuk membuatmu bahagia saat di sampingku. Maafkan aku sayang aku tak akan mengulanginya lagi, aku janji." ucap Al pada Bella.


"Tidak semua wanita senang di manjakan dengan harta Al, ada sebagian wanita yang ingin di manjakan dengan kasih sayang. Seharusnya kau tau bagaimana sifat aku, aku tidak suka dengan barang-barang mahal, aku cuman ingin di manja dengan kasih sayang hiksss..hiksss." ucap Bella yang kembali menangis saat mengingat dirinya yang tak pernah merasa kasih sayang kedua orang tuanya.


"Sayang maafkan aku, aku mohon jangan menangis lagi aku tidak kuat melihatmu menangis sayang. Aku janji tidak akan seperti ini lagi sayang, tapi aku mohon berhentilah menangis sayang." ucap Al yang juga merasa sedih melihat wanitanya menangis seperti ini.


Al langsung memeluk wanitanya dengan erat sambil membelai rambut wanitanya dengan sayang. Bella yang berada di dalam pelukan Al tiba-tiba pandangannya mulai kabur serta kepala pusing karna menangis, akhirnya Bella pingsan di pelukkan. Al yang merasa aneh karna Bella tak bersuara lagi menjadi panik. Al juga merasakan kalau tubuh wanitanya lemas.


"Sayang apa kau baik-baik saja."ucap Al sambil menggoyangkan tubuh Bella.


"Sayang." panggil Al lagi tapi Bella tak kunjung menjawab panggilannya.


"Sayang jawab aku jangan buat aku cemas begini sayang." ucap Al tapi sama saja Bella tetap diam.


Karna khawatir dengan wanitanya Al mengangkat wajah Bella. Betapa terkejutnya Al melihat mata wanita yang di cintainya tertutup.


"Sayang buka matamu jangan buat aku khawatir sayang." ucap Al tapi Bella tak kunjung membuka matanya.


Tanpa pikir panjang Al langsung mengendong Bella ke arah mobilnya.


"Sam." teriak Al.


"Ya Tuan." ucap Samuel yang terkejut melihat Bella berada di gendongan Bossnya.


"Siapkan mobil kita ke rumah sakit sekarang." ucap Al pada Samuel.


"Siap Tuan." ujar Samuel dan Samuel langsung berlari ke arah mobil Tuannya terparkir.


" Silahkan masuk Tuan." ujar Samuel saat mobil yang di kendarai nya sudah berada di depan Al.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Al langsung masuk ke dalam mobil dan meletakkan Bella di pangkuannya.


"Jalan Sam kita ke rumah sakit sekarang." ujar Al.


"Baik Tuan." jawab Samuel.


Samuel langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit keluarga Alexander.


15 menit kemudian mobil yang membawa Al dan Bella sudah berada di depan pintu lobby rumah sakit Alexander. Al langsung keluar dari mobil sambil mengendong Bella.


"Dokter, suster." teriak Al saat sudah berada di dalam rumah sakit.


"Cepat periksa keadaan Nona Muda sekarang." teriak Al lagi.


Dokter dan suster pun menghampiri Tuan Al dan menyuruh Tuan mereka agar membawa Bella ke ruangan untuk di periksa.


Al mengikuti dokter itu, setelah sampai di ruangan periksa Al langsung menidurkan Bella di ranjang pasien dengan hati-hati.


"Periksa keadaan Nona muda sekarang, buat dia membuka matanya lagi. Kalau sampai kalian gagal kalian semua akan tanggung akibatnya." ancam Al pada dokter dan suster yang menangani Bella.


"Ba..ik Tuan ka..mi akan melakukannya semaksimal mungkin agar Nona Muda kembali sadar." ucap Dokter itu dengan gugup karna takut dengan ancaman Al.


Dokter pun langsung memeriksa keadaan Bella, setelah selesai dokter itu menghadap ke arah Al.


"Bagaimana." tanya Al dingin.


"Nona Muda hanya sedikit tertekan, tubuhnya juga masih lemah. Sebaiknya Nona muda jangan melakukan aktivitas dulu biarkan Nona Muda istirahat dan jangan buat Nona muda tertekan Tuan, karna itu bisa mempengaruhi kondisi Nona muda." ucap Dokter itu pada Al.


"Kau boleh keluar sekarang." ucap Al pada dokter itu.


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu." ucap dokter itu dan langsung melangkahkan kakinya di ikuti oleh suster di belakangnya.


Setelah dokter dan suster itu keluar dari ruang rawat Bella. Al langsung melangkahkan kakinya menuju tempat tidur Bella. Al dapat melihat wajah pucat orang yang di cintainya.


"Maafkan aku karna kesalahanku kau jadi seperti ini lagi, aku tak tau bagaiman cara membahagiakan seorang wanita. Yang hanya ada dalam pikiranku wanita akan senang bila di belikan barang-barang yang bermerek. Maafkan aku, aku tidak pernah berfikir jika kau akan tertekan seperti ini. Aku hanya takut jika kau pergi meninggalkanku lagi, cukup sekali kau buat aku seperti kemaren. Aku tidak mau itu terjadi lagi, aku mau kau selalu di sampingku suka maupun duka kau tetap di sampingku, kau segalanya bagiku ku mohon bukalah matamu sayang." ucap Al yang kembali menangis melihat kondisi wanita yang di cintainya terbaring lemah di rumah sakit dan itu karna ulahnya sendiri.


*Segitu pentingnya diriku untukmu Al sampai kau begitu rapuh melihat kondisiku seperti ini. Aku juga berharap sama Tuhan agar aku selalu sehat dan di berikan umur panjang. Agar aku bisa terus bersamamu selamanya.* batin Bella.


Al yang masih menangis langsung meletakkan kepalanya di samping Bella, Al tidak bisa membayangkan kalau dirinya harus kehilangan Bella.


Bella yang sudah tidak tahan lagi langsung membuka matanya secara perlahan. Bella dapat melihat Al sedang meletakkan kepalanya di samping dirinya. Tangan Bella akhirnya terulur untuk membelai rambut Al. Al yang merasa ada membelai rambutnya langsung mengangkat kepalanya dan hal yang pertama Al lihat wanitanya sudah membuka matanya kembali.


Tanpa pikir panjang Al langsung memeluk Bella dengan erat.


"Jangan tinggalkan aku, aku janji tidak akan memaksamu lagi sayang. Tapi kumohon jangan tinggalkan aku sendiri, aku tak bisa hidup tanpamu kau nyawaku, kau yang membuat hidupku kembali berwarna setelah kematian kedua orang tuaku. Jangan tinggalkan aku Bella aku mohon." ucap Al yang langsung mengeluarkan isi hatinya pada Bella. Al sangat takut jika Bella benar-benar pergi meninggalkan dirinya.


*Apa aku sepenting itu bagimu Al.* batin Bella yang dapat melihat Al kembali menangis sama seperti waktu dirinya di rawat di rumah sakit karna kecelakaan.


"Aku tidak akan meninggalkanmu Al, tapi jika kau yang menyuruh aku untuk pergi maka aku akan pergi dan tak akan pernah kembali lagi. Kau juga segalanya bagiku, kau yang telah membawa warna di hidup setelah kematian orang tuanku dan kau juga sebagian nyawaku Al. Aku sangat mencintaimu, I love you Aldebaran Mahesa Alexander." ucap Bella pada Al.


"Aku juga sangat mencintaimu Bella Anastasya Florence, kau yang akan menjadi ibu dari anak-anakku kau yang akan menjadi Nyonya Alexander dan hanya kau yang berhak untuk bersanding denganku. Tidak akan ada orang lain yang bisa menggantikan posisimu di hatiku. Kau satu-satunya wanita yang akan memiliki hati ini seutuhnya. Dan sekarang aku akan mengatakan ini sampai kau menjawab iya dari pertanyaan ku. Apa kau bersedia menjawabnya sekarang." ucap Al yang menggantung pertanyaannya, Al masih sedikit ragu jika Bella menolak lamarannya. Al sudah tak bisa menunggu lagi semua musuhnya sudah merencanakan strategi untuk menghancurkannya dan membuat Bella menjauh darinya.


"Memang pertanyaan apa yang akan kau berikan padaku, jika pertanyaan itu masih bisa aku lakukan aku akan menjawab iya, tapi jika itu sulit untuk aku lakukan kau jangan marah padaku." ucap Bella yang tak mengetahui jika Al Akan melamar dirinya.


"Ku harap kau menjawab iya." ucap Al.


"Baiklah, sekarang katakan apa yang ingin kau bicarakan." tanya Bella pada Al.


"Aku bukan laki-laki yang romantis bukan juga laki-laki yang baik. Aku laki-laki yang banyak kekurangan Bella dan aku harap kau mau menerima kekuranganku. Kau alasanku tersenyum, kau nyawaku dan kau sangat berarti dalam hidupku. Aku ingin terus menjagamu walaupun nyawaku taruhannya akan aku lakukan asalkan kau bisa hidup. Aku ingin kau yang menjadi ibu dari anak-anakku dan Nyonya Alexander untuk yang pertama dan terakhir. Bella Anastasya Florence, Will You Marry Me." ucap Al yang berharap agar Bella menjawab iya atas lamarannya.


Bella yang mendengar Al melamarnya tak bisa berkata-kata lagi, Bella sangat bahagia Al melamarnya secepatnya. Tapi Bella juga sedih di saat bahagianya nanti orang tuanya tak bisa hadir untuk melihat kebahagiaan anaknya.


Al yang melihat Bella hanya diam saja menjadi pasrah dan berjanji tidak akan menganggu Bella lagi.

__ADS_1


"Baiklah aku tau jawabanmu, semoga kau bahagia dengan pilihanmu. Mulai sekarang aku tidak akan lagi mengganggumu dan mungkin ini pertemuan kita yang terakhir. Aku akan pergi jauh dari hidupmu, dan saat kau menikah dengan pilihanmu nanti beri tahu aku, akan aku kirimkan hadiah pernikahan kalian. Tapi maaf aku tidak akan hadir karna aku tidak akan sanggup melihat orang yang aku cintai bersanding dengan orang lain. Kalau begitu saya permisi dulu." ujar Al dingin pada Bella.


Bella yang melihat Al bersikap dingin padanya menjadi aneh dan mengapa Al berfikir kalau dirinya akan menikah dengan orang lain.


"Al kau belum mendengar jawabanku secara langsung." ujar Bella yang sedikit terkejut Al berbicara dingin padanya.


"Kalau jawabannya akan menyakiti hati saya, saya tidak mau mendengarnya." ucap Al.


"Jawaban yang akan aku ucapkan tidak akan membuat kamu sakit hati Al." ucap Bella yang tak habis pikir dengan Al.


"Katakan." ujar Al yang sudah menguatkan hatinya kalau jawaban yang akan di berikan oleh Bella.


"Kau siap." ucap Bella yang sedikit ingin mengerjai Al karna sudah berfikir buruk tentang dirinya.


"Hmmm." ujar tanpa berniat untuk berbicara.


"Aku memang akan menikah dalam waktu dekat ini. Dan orang yang aku cinta juga mencintai aku dan rela melakukan apa saja untuk membahagiakanku. Tapi dia sangat dingin, cuek dan kejam pada orang yang berani mencari masalah dengan dia. Dan orang itu adalah orang yang sangat aku cintai dan dia juga sudah mengisi hatiku sejak pertama kali aku berteman dengannya. Bahkan sampai sekarang orang itu masih mengisi seluruh hatiku, aku tak akan membiarkan orang itu pergi lagi dari hidupku. Karna orang itu sudah memberikan warna dalam hidupku, melimpahkan kasih sayang yang tak pernah aku rasakan dari kedua orang tuaku, memanjakan aku walaupun caranya sedikit berlebihan. Dia laki-laki yang sangat tampan yang pernah aku temui dan orang itu sudah aku cap untuk menjadi suamiku kelak, yang akan menjadi ayah dari anak-anakku dan menjadi pelindungku dan anak-anakku nanti." ucap Bella panjang lebar agar Al bisa mengerti siapa orang yang Bella cintai dan berharap orang itu yang akan menjadi Ayah dari anak-anaknya nanti.


Al yang mendengar ucapan Bella sempat berfikir kalau dirinyalah yang Bella cintai karna Bella menyebutkan cerita saat mereka pertama kali bertemu. Tapi sesaat kemudian harapan itu sirna tidak mungkin Bella hanya berteman dengannya saja, mungkin saja Bella memiliki teman laki-laki selain dirinya.


"Baguslah kalau orang itu bisa membuatmu bahagia dan semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan. Sebaiknya saya pergi, saya tidak mau jadi perusak hubungan orang yang akan menikah. Saya harap kamu bisa hidup bahagia dengan suamimu." ujar Al yang sudah tak kuat lagi menahan sakit hatinya, untuk membayangkannya saja Al tidak mau apalagi menyaksikan pernikahan wanita yang sangat di cintainya.


"Al orang itu kamu, kamu orang yang aku cintai, kamu yang akan jadi Ayah dari anak-anakku kelak, kamu yang akan jadi pelindungku dan anak-anakku nanti. Jangan tinggalkan aku sendiri lagi, aku butuh kamu di sampingku, aku butuh pelukan hangat tubuhmu dalam menenangkan aku saat lagi sedih. Kau nyawaku Al, kau segalanya bagiku. Aku mau jadi istrimu jadi Nyonya Alexander dan menjadi ibu dari anak-anakmu." ujar Bella yang menerima lamaran Al untuk menjadi istrinya.


Al yang mendengar ucapan Bella langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah Bella untuk memastikan jika yang di dengarnya tadi itu benar.


"Kau bilang apa barusan coba ulang sekali lagi." ucap Al pada Bella.


"Aku mau jadi istri kamu jadi ibu dari anak-anakmu dan jadi Nyonya Alexander." ucap Bella malu karna Al terus menatapnya tanpa berniat mengalihkan pandangannya sedikitpun.


"Aku janji akan membahagiakanmu dan anak-anak kita nanti. Terima kasih sudah mau menerima lamaran ku." ujar Al yang merasa sangat bahagia Bella mau menerima lamarannya.


"Kau masih harus meminta restu pada Paman dan Bibiku. Mereka orang yang sudah merawat ku selama ini." ujar Bella.


"Baiklah besok kita ke Mojokerto untuk meminta restu pada Paman dan bibi. Dan juga adik perempuan yang tak tau diri itu." ujar Al yang sangat geram dengan anak perempuan dari bibi Bella.


"K..au ta..u darimana kalau bi..bi punya anak perempuan." ucap Bella gugup, karna Bella masih ingat bagaimana perlakuan anak perempuan bibinya pada dirinya dulu.


"Sangat mudah bagiku untuk mencari identitas seseorang sayang. Dan kau tidak perlu takut, aku akan menjagamu dari perlakuan wanita iblis itu. Tidak ada yang boleh menyentuhmu sedikit saja sayang, jika orang itu berani menyentuhmu. Aku sendiri yang akan menghabisinya dengan tanganku. Aku tidak suka punyaku di sentuh orang lain."ujar Al.


"Terserah kau saja, asal kau tidak membunuhnya. Tapi jika kau membunuhnya jangan salahkan aku jika aku pergi dari hidupmu selamanya. Kau paham sayang." ujar Bella pada Al.


"Baiklah, aku paham sayang." ujar Al yang sudah berbohong pada Bella.


*Seandainya kau tau bagaimana masa laluku, apa kau akan tetap bersamaku atau kau akan pergi meninggalkanku. Aku laki-laki yang tidak baik aku begitu banyak dosa. Andai waktu bisa di putar kembali, aku tidak ingin seperti ini. Aku takut jika suatu saat nanti kau tau siapa aku sebenarnya, kau akan pergi dari hidupku. Untuk membayangkannya saja aku tak mau, apalagi itu jadi kenyataan bisa hancur hidupku. Kau harus tetap di sampingku dan tidak akan aku biarkan kau lari dari hidupku Bella, aku akan pastikan itu sayang.* batin Al.


"Jam berapa kita ke rumah Paman dan Bibi." tanya Bella yang sudah tak sabar ingin bertemu dengan Pamannya.


"Besok pagi sayang." jawab Al.


"Apa kita akan menginap di sana." tanya Bella lagi.


"Itu semua terserah pada calon istriku, kalau dia ingin menginap di sana akan aku turuti. Asal calon istriku ini bahagia." ujar Al yang gemas sendiri dengan sikap Bella.


"Apa aku boleh mengajak Mila dan juga Mika untuk ikut." tanya Bella lagi.


"Semua keinginanmu akan saya penuhi Nyonya Alexander." jawab Al.


"Kalau begitu kita ajak saja mereka sekalian sama kedua sahabatmu itu. Kalau kita perginya ramai akan lebih asik. Bagaimana apa kau setuju." ujar Bella lagi.


"Baiklah sayang, aku serahkan semuanya padamu. Asal kau jangan dekat-dekat dengan Samuel dan Angga nanti." ucap Al.


"Apa kau cemburu." tanya Bella.

__ADS_1


"Tidak, hanya saja aku tidak suka jika wanitaku di sentuh laki-laki lain selain aku, apa kau paham sayang." ujar Al.


"Iya aku paham, kau ini belum jadi suami saja sudah ngatur-ngatur aku apalagi kalau udah jadi suami aku nanti. Bisa-bisa kau tidak memperbolehkan aku keluar dari rumah." ucap Bella.


__ADS_2