
Selesai mandi dan berpakaian kedua nya segera keluar dari kamar menuju lantai bawah sambil bergandeng tangan,sampai di meja makan kedua nya pun duduk dan menikmati sarapan mereka masing-masin,sesekali Erland menyuapi Jasmine yang duduk di samping nya.
"Kita ke apartemen Kania"ucap Jasmine setelah menghabis kan sarapan nya.
"Hmm"ucap Erland mengangguk kan kepala nya.
"Tapi kau akan ikut dengan ku ke kantor setelah mengantar nya"ucap Erland.
"Aku tau"ucap Jasmine karna semalam mereka sudah membicarakan nya.
Kedua pun segera keluar dari rumah masuk ke dalam mobil,Erland segera melajukan nya menuju apartemen Kania.
"Kenapa"tanya Erland melihat Jasmine di samping nya.
"Tubuh ku masih terasa sakit dan lelah"ucap Jasmine menyandarkan tubuh nya membuat Erland tertawa pelan.
"Itu nama nya perjuangan sayang"ucap Erland membuat Jasmine menoleh.
"Maksut nya"tanya Jasmine tidak mengerti.
"Ya perjuangan memiliki anak lah,kita harus bekerja keras tiap malam untuk membuat nya"ucap Erland enteng mendapat pukulan di kepala nya dari Jasmine.
__ADS_1
"Itu sih mau mu"ucap Jasmine datar.
"Bukan nya kau juga ingin cepat memiliki anak harus nya kau berterimakasih pada suami mu ini meski lelah pulang bekerja ia tetap bekerja dengan mu untuk menghasil kan nya,bagaimana suami mu ini sangat baik dan pengertian bukan"ucap Erland menaik turun kan alis nya.
"Cih rasa nya aku ingin membunuh mu saja"ucap Jasmine memutar bola mata nya malas mendengar ucapan Erland.
"Jika kau membunuh ku kau akan jadi janda muda"ucap Erland santai.
"Walaupun jadi janda mudah bagi ku mencari suami baru pasti banyak akan akan antri menjadi suami ku"ucap Jasmine enteng membuat Erland terdiam.
"Aku hanya bercanda sayang"ucap Erland dengan cepat namun Jasmine hanya mengangkat bahu nya acuh.
Bisa gila aku jika dia menikah lagi,jangan menikah dekat dengan pria lain saja rasa nya aku ingin membunuh pria tersebut,batin Erland menggelengkan kepala nya.
"Aku tidak papa"ucap Erland menggengam tangan Jasmine dan mencium nya.
"Lalu kenapa kau menggeleng kepala begitu"tanya Jasmine.
"Jangan pikir kan aku tidak papa"ucap Erland membuat Jasmine mengangguk.
"Aku sangat mencintai mu"ucap Erland menatap Jasmine.
__ADS_1
"Aku juga mencintai mu"ucap Jasmine tersenyum manis.
"Jangan tersenyum seperti itu rasa nya aku ingin membawa mu ke rumah lagi untuk itu"ucap Erland mengedip kan mata nya.
"Singkir kan otak kotor mu itu"ucap Jasmine ketus,ia tidak habis pikir dengan Erland yang sekarang berubah begitu.
"Hehehe kau sangat membuat ku ketagihan sayang"ucap Erland dengan memperlihat kan deretan gigi nya.
"Kau bisa diam tidak"ucap Jasmine memaling kan wajah nya memerah malu.
Erland menepikan mobil nya di pinggir Jalan ,setelah berhenti ia menarik Jasmine kepelukan nya dan menciumi Jasmine membuat Jasmine terkejut.
"Kita pulang saja"ucap Erland menatap Jasmine dengan pandangan sulit di artikan.
"Aku sudah janji dengan Kania mengantar nya,jangan macam-macam"ucap Jasmine mendorong Erland yang masih memeluk nya.
"Kau tidak kasihan dengan suami ini sayang"ucap Erland dengan wajah memelas nya.
"Nanti saja yah setelah kita antar Kania"ucap Jasmine tidak tahan melihat wajah memelas Erland.
"Janji"ucap Erland dengan senyum cerah.
__ADS_1
"Iya"ucap Jasmine kembali memaling kan wajah nya,ia merutuki perkataan nya barusan,sedang kan Erland jangan di tanya lagi senyum nya mengihiasi wajah tampan nya kembali melajukan mobil nya ke apartemen Kania,ia sudah tidak sabar mengantar Kania ke bandara lalu ke perusahaan bersama Jasmine.