
Setelah mencapai kesepakaran bersama dan Erland juga ikut mereka segera keluar dari dalam cafe.
"Biar aku saja yang bayar kalian tunggu di parkir"ucap Erland mendahului mereka dan berjalan menuju kasir.
"Ayo kita keluar biar kan saja dia yang bayar kapan lagi kita bisa memakan uang nya"ucap Dara di angguki mereka,bukan nya Erland pelit atau tidak memiliki uang hanya saja dia tidak pernah ikut bergabung dengan mereka,baru kali ini Erland mau bergabung bersama mereka itu pun karna Jasmine.
"Ada yang bisa kami bantu tuan"ucap sang kasir yang mengetahui siapa Erland.
"Makanan yang tadi di pesan di meja sana tidak usah di hitung karna mereka teman ku"ucap Erland dingin.
"Baik tuan"ucap sang kasir sopan, Erland mengangguk kan kepala nya berjalan meninggal kan Cafe menemui mereka yang sudah menunggu nya di parkir.
"Sudah selesai"tanya Friska membuat Erland mengangguk.
"Kalau begitu ayo balik sudah sore"ucap Jasmine ingin beranjak pergi menuju ke mobil nya.
"Kau mau kemana"tanya Erland.
"Ke mobil lah"ucap Jasmine.
__ADS_1
"Kau akan aku antar pulang"ucap Erland.
"Tidak perlu jika aku pulang bersama mu bagaimana dengan mobil ku"ucap Jasmine.
"Berikan saja kunci nya pada Rey dia yang akan membawa nya"ucap Erland.
"Aku datang bersama Dara ke sini"ucap Jasmine.
"Tidak ada penolakan"ucap Erland segera menarik kunci mobil Jasmine dan melempar nya ke arah Rey.
"Bawa mobil nya"ucap Erland pada Rey lalu menarik tangan Jasmine menuju motor nya,ia memasang kan helm pada Jasmine lalu mereka meninggal kan yang lain nya masih melongo akan tingkah ajaib kedua orang tersebut sampai akhir nya mereka tak terlihat lagi.
"Seperti nya ada yang aneh pada mereka berdua"ucap Rey masih menggenggam kunci mobil milik Jasmine.
"Biar kan saja mereka berdua tidak usah ikut campur lebih baik kita pulang sudah sore"ucap Dara pada mereka.
"Aku akan mengantar mu pulang"ucap Arka pada Dara dan di angguki Dara.
"Kita juga pulang"ucap Jerry pada Friska.
__ADS_1
Mereka segera masuk ke dalam mobil masing-masing,Rey sendiri membawa mobil milik Jasmine.
"Tidak lama lagi pendaftaran sudah di buka kau ingin kuliah di mana"tanya Arka melirik Dara yang duduk di samping nya.
"Aku di universitas xxx mengambil jurusan Desainer"ucap Dara.
"Kalau kau sendiri"tanya Dara menatap Arka.
"Kemana kau mendaftar aku akan ke sana juga namun mengambil jurusan bisnis"ucap Arka.
"Kenapa kau harus mengikuti ku"ucap Dara.
"Jika kita berbeda kampus jelas banyak yang akan mendekati mu aku tidak mau hal itu terjadi kau hanya milik ku saja"ucap Arka membuat senyum Dara terbit di bibir nya.
"Kita sama-sama pergi jika mendaftar"ucap Arka lagi.
"Baik lah"ucap Dara menyetujui Arka.
"Jika kau sudah wisuda apa kau mau jika aku langsung melamar mu jadi istri ku"tanya Arka.
__ADS_1
"Aku belum kepikiran sejauh itu,aku ingin mewujud kan mimpi ku lebih dulu menjadi desainer terkenal mempunyai butik sendiri adalah impian ku namun jika tuhan memang memberikan jodoh ku cepat apa boleh buat mungkin itu sudah menjadi takdir ku jadi menolak pun tidak akan bisa jika sudah begitu ya jalani saja mungkin itu yang terbaik untuk kita"ucap Dara penjang lebar.
"Jadi kau tidak akan menolak nya jika begitu"tanya Arka membuat Dara mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban pertanyaan Arka.