
Setelah 3 hari di rawat di rumah sakit, akhirnya Bella dan kedua sahabatnya sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter.
Sedangkan Bima sudah pulang sehari sebelum mereka di perbolehkan pulang karna Bima ada urusan mendadak.
"Sayang besok kita akan pergi ke kampung kamu untuk meminta restu pada kedua orang tau kamu ya."ujar Samuel pada Mika.
"Kenapa harus secepat itu."ujar Mika yang sebenarnya sedikit takut untuk pulang ke rumah orang tuanya.
"Lebih cepat lebih baik sayang, supaya kita bisa cepat menikah dan aku bisa jagain kamu terus."ujar Samuel.
"Baiklah."jawab Mika yang akhir pasrah kalau nanti orang tuanya akan marah-marah padanya.
Di dalam mobil Angga.
"Mil besok kita ke rumah orang tua mu ya."ucap Angga.
"Kenapa harus secepat itu."tanya Mika.
"Karna aku ingin segera menikahimu dan ingin tinggal berdua denganmu."ujar Angga.
"Baiklah, tapi aku harus pamit dulu sama Bella dan Mika kalau aku akan pergi pulang."ujar Mila.
"Baik sayang."ujar Angga dengan senyum penuh kebahagiaan.
Di mansion Al..
Sesampainya mereka di mansion mewah milik, mereka semua langsung keluar dari mobil masing-masing dan masuk ke dalam mansion untuk istirahat.
"Bell."panggil Mika dan Mila bersamaan.
"Ya ada apa."ujar Bella yang kaget dengan panggilan kedua sahabatnya yang memanggil secara bersamaan.
"Apa mau gue sampein sama Lo."ujar mereka segera bersamaan kembali.
"Sampein apa sampai kalian ngomong itu secara bersamaan."ujar Bella yang tertawa dengan ke kompakan sahabatnya.
"Gue besok harus pulang."ujar Mila dan Mika bersamaan yang membuat Bella langsung berhenti dari tawa dan langsung berubah menjadi sedih.
"Kok cepet banget sih kalian pulang nya."tanya Bella dengan raut wajah sedih.
"Karna Sam akan minta restu dulu sama orang tua gue."ujar Mika.
"Angga juga akan minta restu sama orang tua gue Bell, jadi besok gue harus balik."ujar Mila yang sebenarnya berat untuk meninggalkan Bella.
"Terus kalian kapan balik nya."tanya Bella.
"Gue nggak bisa mastiin tapi gue akan berusaha buat balik secepatnya."ujar Mika yang merasa akan susah meminta restu pada orang tuanya.
"Kalau Lo Mil."tanya Bella.
"Gue belum tau Bell, tapi sebelum hari pernikahan Lo gue akan usahain buat balik lagi."ujar Mila.
"Ya udah deh kalian berangkat aja, sorry gue nggak bisa nemenin kalian berdua. Karna letak rumah kalian yang sangat jauh, mungkin selama kalian pergi gue akan kerja buat hilangin rasa bosan gue nanti."ujar Bella.
"Gue janji bakalan balik secepatnya buat Lo."ujar Mika.
"Gue juga."ucap Mila.
"Iya gue percaya kok sama kalian berdua, tapi kalian berdua harus janji sama gue kalau kalian berdua udah sampai jangan lupa kabarin gue supaya gue nggak khawatir sama kalian."ucap Bella.
"Janji."jawab Mika dan Mila bersamaan.
Keesokan harinya..
Hari ini Mika dan Mika akan berangkat ke rumah orang tuanya untuk meminta restu.
"Bell kita berangkat dulu, Lo hati-hati di sini kalau ada apa-apa kasih gue atau Mika secepatnya,Lo paham."ujar Mila.
"Lo nggak usah khawatirin Bella di sini ada gue yang akan jaga dia."ujar Al.
"Gue percaya sama Lo Al kalau Lo bakalan jaga Bella dengan baik."ujar Mila.
"Al gue berangkat dulu, sorry dalam beberapa hari ke depan gue nggak bisa bantuin kerja Lo." ujar Samuel.
"Gue paham Lo pergi aja biar gue yang urus semuanya."ujar Al.
"Ya udah kalau gitu gue sama Mila berangkat duluan takut ketinggalan pesawat."ujar Angga.
"Sorry gue nggak bisa nganter Lo ke bandara "ujar Al.
"Iya nggak papa lagian gue pergi juga nggak lama kan."ujar Angga.
"Hati-hati di jalan kalau udah sampai kabarin gue."ucap Al.
"Ya udah kalau gitu gue berangkat dulu."ujar Angga.
"Gue juga."sambung Samuel.
Akhirnya kedua sahabat Al dan Bella sudah pergi dari mansion mewah yang selama ini mereka tempati selama berada di Jakarta.
"Sayang."panggil Al.
"Ya."jawab Bella.
"Apa kau sedih mereka semua pergi."tanya Al.
"Tentu saja aku sedih, mungkin dalam beberapa hari ke depan aku akan kembali bekerja."ujar Bella.
"Kenapa kau harus bekerja."tanya Al.
"Aku males kalau di rumah sendirian pasti akan sangat membosankan."ujar Bella.
"Memangnya kau akan bekerja di mana."tanya Al.
"Tidak tau, kalau aku kembali bekerja di perusahaan mu mungkin sudah tidak bisa lagi."ujar Bella lesu karna harus mencari kerja yang baru lagi.
"Kenapa tidak bisa."ucap Al.
__ADS_1
"Posisi ku pasti sudah di gantikan orang lain sekarang."ujar Bella.
"Bagaimana kalau kau menjadi sekretaris pribadiku saja, selama Samuel dan Angga pergi kau yang akan mengantikan mereka bagaimana apa kau bersedia sayang."ucap Al.
"Aku mau selagi aku tidak kau berikan tugas yang berat."ujar Bella manja.
"Mana mungkin aku memberikan kamu tugas yang banyak sayang, kerjaan mu hanya duduk-duduk saja dalam ruangan ku."ujar Al yang gemas dengan tingkah Bella.
"Kalau begitu sama saja akan membosankan sayang, aku ingin di sibukkan dengan pekerjaan sayang."ucap Bella.
"Apa kau tidak akan kerepotan nanti."ucap Al.
"Kan ada kamu yang akan bantu aku jika aku kerepotan nanti. Buat apa punya calon suami pintar kalau nggak di gunain sayang."ujar Bella yang langsung berlari ke dalam mansion saat sudah menyelesaikan kata-katanya.
"Kau ini ya sudah berani meledek calon suami mu ini, awas saja aku akan bikin perhitungan dengan mu sayang."ujar Al yang langsung mengejar ke dalam mansion.
Di mobil Samuel.
"Sayang, kenapa kau diam saja dari tadi."tanya Samuel yang heran dengan sikap Mika yang hanya diam sejak meninggalkan mansion Al.
"Ahh tidak ada mungkin hanya merasa sedih karna harus berpisah dengan Bella."ujar Mika yang mengelak karna sebenarnya Mika sedang ketakutan untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Kau tenang saja sayang, setelah urusan kita selesai dengan kedua orang tuamu kita akan langsung berangkat ke Jakarta lagi sayang."ucap Samuel yang merasa kalau Mika saat ini sedang menyembunyikan sesuatu dari nya.
Sedangkan di Bandara Internasional Soekarno Hatta....
"Apa kau siap sayang, sebentar lagi kita akan berangkat."ujar Angga.
"Aku siap Angga, tapi bagaimana kalau orang tua ku tidak merestui kita."ujar Mila yang cemas karna orang tuanya pernah menjodohkannya dengan anak sahabat bisnis dari Papa nya.
"Aku akan terus berusaha agar kedua orang tuamu mau merestui hubungan kita sayang."ujar Angga.
"Apa kau yakin."ucap Mila.
"Aku sangat yakin sayang."ucap dengan serius.
"Baiklah kita sama-sama berusaha untuk mendapatkan restu dari kedua orang tuaku ."ucap Mila yang akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan restu itu.
Akhirnya Mila dan Angga sudah lepas landas dari bandara internasional Soekarno Hatta menuju Belgia tempat orang tua Mila saat ini berada.
Keesokan harinya di Mojokerto..
"Sayang jam berapa kita akan ke rumah orang tuamu."tanya Samuel pada Mika.
"Terserah kau saja aku akan ikut kemana pun kau pergi Sam."ujar Mika yang langsung merasa ketakutan saat Samuel mengatakan orang tua.
"Bagaimana kalau kita berangkat sekarang, lebih cepat lebih baik sayang agar kita bisa kembali ke Jakarta secepatnya."ucap Samuel.
"Baiklah."jawab Mika.
"Ya sudah kau siap-siap dulu sebentar lagi kita berangkat."ujar Samuel.
"Baik."jawab Mika yang langsung berjalan ke arah kamarnya untuk bersiap-siap.
*Kenapa sikap kau sangat aneh hari ini Mika, apa ada yang kau sembunyikan dariku. Aku harus cari tau sekarang.*batin Samuel.
"Hallo Boss"ucap Raga.
"Cari tau tentang keluarga Mika dan kirimkan segera padaku."ujar Samuel pada Raga.
"Baik Boss."ucap Raga.
Samuel langsung memutuskan sambungan teleponnya saat sudah melihat Mika keluar dari kamarnya.
Samuel sangat terpukau dengan kecantikan Mika yang menggunakan dress putih pendek selutut dengan rambut panjang yang di biarkan terurai hingga batas pinggang.
"Sam."panggil Mika.
"Cantik."ucap Samuel tanpa sadar.
Mika yang mendengar jika Samuel mengatakan dirinya cantik langsung tersenyum malu karna di puji oleh laki-laki yang di cintainya.
"Sam."panggil Mika lagi.
"Ahhh iya apa kita bisa berangkat sekarang."ujar Samuel yang mengalih kan bicaranya.
"Sudah, ayo berangkat."ucap Mika.
Samuel langsung mengandeng tangan Mika untuk keluar dari Villa yang pernah mereka tempati ketika berkunjung ke rumah Paman Bella.
Setelah menempuh perjalan sekitar 45 menit, akhir Samuel dan Mika sudah tiba di depan rumah orang tua Mika.
"Sayang kau turun duluan saja ya, aku harus menghubungi seseorang dulu."ujar Samuel yang sudah mendapatkan informasi tentang kedua orang Mika.
"Ahh baik tapi jangan lama-lama ya."ujar Mika yang memberanikan diri untuk menemui kedua orang tuanya.
Setelah Mika keluar, Samuel langsung membuka email yang dikirim oleh Raga padanya.
*Jadi ini yang di sembunyikan Mika dariku, jadi Mika bukan anak kandung dari kedua orang tua tapi sampai saat ini Mika belum mengetahuinya sama sekali. Pantas saja Mika seperti orang ketakutan saat akan menemui orang tuanya, bahkan orang tuanya rela menjual anak mereka sendiri ke rentenir terkaya di desa ini. Kalian liat sendiri pembalasanku karna sudah berani menyakiti calon istriku.*batin Samuel yang langsung turun dari mobil dan menyusul Mika yang sudah berada di depan pintu rumahnya.
"Sayang."panggil Samuel.
"Ahh kau ini mengangetkan ku saja."ujar Mika yang kaget dengan kedatangan Samuel yang tiba-tiba.
"Maaf sayang."ujar Samuel.
"Iya."jawab Mika yang belum mengetuk pintu sama sekali.
"Ayo kita masuk sayang."ujar Samuel.
"Aahhh iya."ucap Mika yang langsung mengetuk pintu rumahnya.
Tokk tokk tokk
"Ya tunggu sebentar."jawab seseorang dari dalam dan Mika tau betul itu suara siapa.
"Ada yang bis..."ucap perempuan paruh baya yang membuka kan pintu.
__ADS_1
"Mau apa kau ke sini."ujar perempuan paruh baya yang tak lain adalah ibu Mika.
"Mika mau bertemu Ibu dan Bapak."ujar Mika memberanikan dirinya untuk berbicara.
"Apa urusanmu datang ke sini, masih punya muka kau datang ke rumahku."ujar Ibu Mika.
"Inikan juga rumah Mika Bu dan Ibu adalah Ibu Mika, jadi apa salahnya Mika kalau pulang ke rumah ini Bu."ujar Mika dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Kau tanya di mana salahnya."ujar ibu Mika yang langsung di potong oleh Samuel.
"Maaf Bu, bukannya saya ikut campur gimana kalau kita bicarakan ini di dalam saja. Tidak baik berbicara dengan tamu di depan pintu."ujar Samuel.
"Kau siapa, ada hubungan apa kau dengan anak kurang ajar ini."ujar Ibu Mika.
"Saya calon suaminya."ujar Samuel dengan penuh percaya diri.
"Calon suami kau bilang, jangan harap kau mendapat restu dari saya. Anak ini sudah saya jodohkan dengan juragan Kamil, orang paling kaya di desa ini. Sedangkan kau apa yang bisa kau berikan untukku."ujar ibu Mika dengan sombongnya.
"Saya akan berikan apa pun yang ibu minta asalkan ibu mau memberikan saya restu."ujar Samuel yang sudah kehilangan kesabarannya menghadapi ibu Mika.
"Apa kau bisa membeli rumah mewah beserta isi, mobil bagus dan uang yang banyak. Aku yakin kau tak kan bisa memenuhi semua itu."ujar Ibu Mika.
"Baiklah, besok pagi datang lah ke mansion yang paling mewah di desa ini. Dan mulai besok pagi Anda sudah bisa menempatinya beserta suami dan anak Anda Bima."ujar Samuel.
"A..pa ka..u serius."tanya Ibu Mika gugup.
"Saya tidak pernah bercanda dengan ucapan saya."ujar Samuel.
"Baiklah kalau begitu besok pagi saya akan datang."ujar ibu Mika.
"Kalau begitu saya dan Mika permisi dulu."ujar Samuel yang ingin langsung pergi dari rumah terkutuk itu.
"Apa tidak masuk dulu."ujar Ibu Mika.
"Tidak usah, saya tidak sudi masuk ke rumah orang lain."ujar Samuel yang membuat ibu Mika membulatkan matanya mendengar ucapan Samuel.
*Apa dia tau kalau saya bukan ibu kandung Mika, tapu bagaimana bisa dia tau.*batin Ibu Mika.
"Ayo sayang kita balik ke mansion."ujar Samuel pada Mika.
"Baiklah."ujar Mila yang sudah malu dengan kelakuan Ibu pada Samuel.
"Permisi."ujar Samuel dan langsung mengandeng tangan Mika untuk pergi dari rumah itu.
Di negara lain..
"Sayang."ujar Angga.
"Iya."jawab Mila.
"Kita sudah sampai di depan rumah orang tuamu."ujar Angga yang langsung membuat Mila bangun dari tidurnya.
"Dari mana kau tau rumahku."ujar Mila yang kaget dengan kenapa Angga bisa mengetahui di mana letak rumahnya.
"Sangat mudah untukku mendapatkan informasi tentang dirimu sayang."ujar Angga.
"Baiklah."ucap Mila.
"Ayo turun, kita temui kedua orang tua untuk meminta restu."ucap Angga yang langsung keluar dan berlari kecil ke arah Mila untuk membuka kan pintu.
"Silahkan Tuan Putri."ucap Angga.
"Terima kasih."ucap Mila.
Akhirnya Mila dan Angga melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion milik orang tua Mila.
Setelah sampai di depan pintu, Mila mendengar jika orang tuanya sedang berbicara dengan seseorang.
"Angga sepertinya Papa ada tamu."ujar Mila.
"Kita masuk saja sayang, sekalian kita liat siapa tamu dari Papa kamu."ujar Angga yang seperti mengenali suara dari tamu Papa nya Mila.
"Baiklah."ujar Mila.
Tokk..tok..tokk.
"Masuk."ujar Papa Mila dari dalam.
Akhirnya Mila mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah yang sudah beberapa bulan dia tinggalkan.
"Mila anakku."ucap Papa Mila yang langsung berdiri dan memeluk putri semata wayangnya itu.
"Kamu kemana saja Nak."ujar Papa.
"Mila ke Jakarta Pa, bertemu Mika dan juga Bella sahabat kecil Mila dulu."ujar Mila jujur.
"Kamu ke sini sama siapa Nak."ujar Papa.
"Mila ke sini sama saya Tuan."ujar Angga yang muncul dari balik pintu.
"Kamu siapa."tanya Papa Mila.
"Perkenalkan nama saya Angga Tuan, Angga Sebastian Walker Tuan."ujar Angga memperkenalkan dirinya.
"Apa kamu pengusaha muda yang sedang naik daun saat ini."tanya Papa Mila yang pernah mendengar nama pengusaha muda yang sedang berada ke tiga pengusaha yang paling kaya di dunia.
"Iya Tuan."jawab Angga.
"Terus apa hubungan Nak Angga dengan putri saya."tanya Papa Mila.
"Saya ke sini mau minta restu sama Tuan untuk menikahi Mila."ucap Angga dengan tegas.
"Kita duduk dulu, kita bicarakan ini dengan baik-baik. Silahkan duduk Nak Angga."ucap Papa Mila pada Angga.
Angga langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Angga dapat melihat siapa tamu yang sedang berkunjung ke rumah Mila.
*Miko Sanjaya, mau apa dia ke sini.*batin Angga yang sangat mengenal siapa Miko sebenarnya.
__ADS_1
*Siapa dia berani sekali dia merebut Mila dariku , liat saja nanti tak akan aku biarkan siapa pun merebut Mila dariku. Aku harus segera menikahi Mila agar aku bisa menguras semua harta yang di miliki Papa Mila supaya menjadi milikku. Aku harus habisi dia kalau tidak rencana ku semuanya akan gagal.*batin Miko.