
Keesokan hari nya kabar bahagia tersebut telah sampai pada orang-orang terdekat mereka namun tidak untuk publik karna Erland menutup nya tidak ingin terjadi sesuatu hal pada istri dan calon anak-anak nya.
"Mom berarti sebentar lagi kami akan memiliki adik"ucap Angkasa.
"Ya sebentar lagi kalian akan memiliki adik dua"ucap Erland.
"Dua dad"ucap Galaksi.
"Iya adik di perut mommy ada dua jadi kalian akan mendapatkan dua adik"ucap Erland di sambut bahagia oleh ketiga nya.
"Kapan adik nya keluar mom"tanya Galaksi.
"Iya mom dan kenapa perut mommy tidak besar"tanya Angkasa karna dulu melihat Dara saat hamil perut nya besar.
"Adik nya masih kecil di dalam nanti kalau besar perut mommy juga akan besar"ucap Jasmine.
"Karna sebentar lagi kalian akan menjadi seorang kakak jadi harus bisa mandiri mulai sekarang"ucap Erland pada ketiga putra nya.
"Iya dad"ucap ketiga kompak.
Saat mereka sedang membahas kehamilan Jasmine tiba-tiba ponsel Erland berdering membuat nya pandangan nya beralih pada ponsel tersebut.
"Siapa"tanya Jasmine karna masih pagi tidak biasa nya ada yang menelpon Erland.
"Daddy"ucap Erland melihat nama Aksa tertetera di ponsel nya.
"Angkat saja dulu mungkin penting"ucap Jasmine di angguki Erland.
"Hallo dad"ucap Erland setelah mengangkat telpon tersebut.
"Kalian ke rumah Vino sekarang Sasa meninggal di rumah sakit"ucap Aksa.
"Iya dad kami akan ke sana"ucap Erland cepat.
"Ada apa"tanya Jasmine melihat Erland.
"Tante Sasa meninggal di rumah sakit sebentar lagi akan di bawa ke rumah"ucap Erland membuat Jasmine terkejut.
"Sini ponsel mu dulu"ucap Jasmine menarik ponsel Erland untuk menghubungi kembaran nya.
Tut tut tut
__ADS_1
"Hallo"ucap Arka di seberang sana.
"Kalian sudah di mana"tanya Jasmine mendengar suara tangis Dara.
"Kami di jalan sebentar lagi akan mendarat"ucap Arka menenangkan Dara.
"Baiklah aku tutup dulu"ucap Jasmine mematikan sambungan telpon tersebut.
"Kita siap-siap ke sana"ucap Erland di angguki Jasmine.
"Anak-anak bagaimana"tanya Jasmine.
"Kita bawa saja aku akan menjaga mereka"ucap Erland.
Mereka semua pun bersiap untuk pergi ke kediam Vino dan Sasa, Sampai di sana sudah ramai sekali mereka turun dari dalam mobil masuk ke dalam rumah.
"Mommy"panggil Jasmine menghampiri Jessica yang sedang menangis.
"Jas Sasa sudah pergi meninggalkan mommy dan Dea selama nya"ucap Jessica memeluk Jasmine.
"Sabar mom"ucap Jasmine mengelus punggung Jessica.
"Sekarang hanya tinggal mommy dan Dea saja Jas kami telah kehilangan Sasa"ucap Jessica lagi.
Tak lama terdengar bunyi suara mobil dari luar rumah,jenazah Sasa sudah sampai di rumah dengan Vino dan yang lain nya mengangkat nya karna masih harus menunggu Dara sampai baru akan di makam kan.
Vino menatap wanita yang selama ini menemani hidup nya sudah terbujur kaku di depan nya,air mata nya kembali turun belum sembuh luka kehilangan putri bungsu nya sekarang luka itu bertambah dalam kehilangan wanita yang ia cintai selama nya.
"Kau meninggal kan ku sendirian di sini"gumam Vino menatap wajah Sasa yang sudah pucat.
"Sabar Vin"ucap Samuel menepuk pundak sahabat nya.
"Aku kehilangan lagi Sam luka yang Manda tinggal kan belum sembuh sekarang luka itu bertambah dalam kehilangan Sasa"ucap Vino membuat Samuel diam tidak tahu harus mengatakan apa lagi.
"Kau harus kuat untuk Dara sebentar lagi ia akan sampai,,ia juga terpukul kehilangan Sasa apalagi saat terakhir nya Dara tidak ada di samping nya"ucap Aksa di angguki Vino.
Tak lama terdengar suara seseorang berlari sambil menangis masuk ke dalam di sambut Vino dengan pelukan nya.
"Mama pa"ucap Dara memeluk Vino erat.
"Iya sayang,,mama sudah pergi meninggalkan kita berdua"ucap Vino memeluk Dara erat.
__ADS_1
Dara melepas pelukan nya dan berhambur memeluk tubuh kaku Sasa,ia menangis sejadi-jadi kembali ke hilangan orang yang ia sayangi.
"Mama"ucap seorang anak kecil di samping Dara membuat Dara menoleh.
"Max"ucap Dara memeluk Max yang sedang menatap nya sedih karna menangis.
"Mama jangan menangis"ucap Max memeluk Dara semakin membuat Dara menangis mengingat Manda kembali.
Sementara Arka melihat istri nya menangis hanya bisa mengelus punggung nya setelah anak nya di ambil alih Aksa. Satu jam kemudian jenazah Sasa pun di makam kan tepat di samping makam Manda berada.
Kalian pasti sudah bertemu di sana,sekarang hanya aku dan Dara yang di sini tunggulah kami di sana suatu saat kita akan bertemu dan berkumpul kembali,,Max sudah besar Dara menjaga nya dengan baik seperti anak kandung nya sendiri,,berbahagia lah kalian di sana kami di sini akan merindukan kalian dan selalu menyayangi kalian dalam hati kami,batin Vino menatap pemakaman Manda dan Sasa bergantian.
Mereka semua pun meninggal kan pemakaman tersebut setelah selesai memakam kan Sasa, Di rumah Vino sendiri Dara masih pingsan saat Sasa akan di makam kan membuat yang lain menatap sedih ke arah Sasa.
"Kasihan Dara"ucap Jasmine melihat sahabat nya tersebut.
"Semua itu sudah kehendak tuhan,,lahir kedunia ini maka akan akan kembali ke asal nya jika sudah waktu nya kita yang ada di sini hanya iklas dan berdoa untuk mereka yang lebih dulu meninggalkan kita"ucap Jessica di angguki Jasmine karna apa yang di katakan Jessica benar adanya.
"Mama sudah baikan"tanya Jasmine pada Dea karna sempat pingsan juga.
"Sudah lebih baik"ucap Dea.
"Anak-anak di mana"tanya Dea pada Jasmine.
"Mereka bersama Erland ma"ucap Jasmine di angguki Dea.
"Sekarang hanya tinggal kita berdua saja"ucap Dea menatap Jessica yang berada di samping nya.
"Kau benar dari dulu sampai sekarang kita selalu bertiga,sekarang hanya kita berdua saja"ucap Jessica tersenyum kecut.
"Sayangg"panggil Erland menghampiri Jasmine.
"Kenapa"tanya Jasmine.
"Kau istirahat dulu jangan lelah kasihan baby di dalam perut mu"ucap Erland.
"Iya nak kau juga belum makan siang"ucap Dea.
"Sebentar lagi ma"ucap Jasmine karna ia menggendong baby Axel anak dari Arka dan Dara.
"Axel sama mommy saja"ucap Jessica mengambil cucu nya tersebut dari gendongan Jasmine agar Jasmine pergi mengisi perut nya lebih dulu.
__ADS_1
"Anak-anak sudah makan"tanya Jasmine pada Erland.
"Sudah"ucap Erland karna mereka memang sempat makan sebentar di salah satu restoran tak jauh dari rumah Vino.