
Jessica mengambil novel romantis untuk ia baca, karna ada beberapa jumlah novel di sana jadi ia lebih memilih membaca novel dari pada buku tentang bisnis,ia duduk di sofa dan mulai membaca nya.
Sedangkan di keluarga Florence Bayu dan Weni sedang bersiap untuk pergi ke rumah tuan Wilson.
"Apa mama sudah siap" tanya Bayu.
"Sudah pa ayo pergi" ucap Weni.
"Ayo" ucap Bayu.
Kedua nya segera masuk ke dalam mobil, Bayu melajukan mobil nya dengan cepat agar mereka cepat sampai di rumah tuan Wilson.
Tak lama kedua nya pun sampai dan berhenti di depan pagar.
"Apa tuan Wilson dan istri nya Karin ada di dalam" tanya Bayu pada satpam.
"Maaf tuan siapa" ucap Satpam.
"Saya papa nya Karin ingin bertemu dengan nya" ucap Bayu.
"Sebentar tuan" ucap Satpam, ia pun menelpon Nana untuk memberi tahu kedatangan Bayu.
tut tut tut.
"Hallo nyonya" ucap Satpam.
__ADS_1
"Ada apa" ucap Nana.
"Orang tua nona Karin sedang di sini nona apa di buka saja pagar nya" ucap Satpam.
"Tunggu kami sampai dulu kami sudah di jalan sebentar lagi sampai" ucap Nana.
"Baik nyonya" ucap Satpam.
Nana pun mematikan telpon nya dan menyuruh Afni mempercepat laju mobil nya.
"Kenapa" ucap Afni.
"Ayo cepat orang tua wanita sialan itu sedang di depan pagar" ucap Nana.
"Mereka pasti ada mau nya" ucap Afni dan mempercepat laju mobil nya.
"Kau benar kita belum memiliki semua harta nya" ucap Afni.
Sedangkan Bayu dan Wina merasa kesal karna belum juga di perboleh kan masuk.
"Cepat buka pagar nya kami ingin bertemu dengan putri kami" ucap Bayu.
"Sebentar lagi tuan, nyonya sedang dalam dalam perjalan sebentar lagi akan sampai" ucap satpam.
Tak lama mobil Afni dan Nana sudah berada di gerbang, satpam yang melihat nya segera membuka pagar, Afni melajukan mobil nya hingga ke depan rumah di ikuti mobil Bayu di belakang nya.
__ADS_1
Setelah berhenti Nana turun lebih dulu dan masuk ke dalam, sementara Afni menahan kedua orang tua Karin dulu agar jangan masuk.
Nana segera mencari keberadaan Karin di rumah tersebut.
"Bi dimana wanita itu" ucap Nana.
"Seperti nya di kamar nya nyonya" ucap bibi.
Nana pu segera berlari ke kamar yang di tempati oleh Karin.
"Buka pintu nya" ucap Nana setelah sampai di depan pintu kamar Karin.
Sementara Karin yang baru selesai mengerjakan pekerjaan nya, ia istirahat sebentar tapi mendengar suara Nana ia segera berjalan ke arah pintu.
"Ada apa" ucap Karin setelah membuka pintu.
"Sini kamu" ucap Nana mendodrong Karin masuk ke dalam.
"Di ruang tamu ada kedua orang tua mu datang, jika kau bicara pada mereka kami selalu menyiksa mu maka nyawa mu akan jadi taruhan nya, aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku, jadi tutup mulut mu rapat-rapat" ucap Nana.
"Iyaa" ucap Karin.
"Sekarang ayo keluar mereka pasti sudah menunggu di sana" ucap Nana.
Mereka berdua pun segera keluar dari kamar Karin menuju ruang tamu.
__ADS_1
πππππ
Jangan lupa vote, like dan komen nya kk biar author lebih semangat lagiπ