
Film yang mereka tonton baru saja beberapa menit di putar Jasmine sudah terlelap di kursi nya dengan kepala yang terletak di bahu Erland membuat Erland tersenyum tipis.
"Kata nya belum mengantuk baru beberapa menit sudah tidur"gumam Erland mengusap pelan kepala Jasmine,tak ingin Jasmine tertidur dengan posisi duduk Erland mengangkat tubuh Jasmine keluar dari ruangan bioskop menuju ke kamar mereka.
Sesampai nya di kamar dengan pelan Erland membaringkan Jasmine di atas ranjang dan menyelimuti nya.
"Selamat malam istri ku,mimpi indah"ucap Erland pelan mencium kening Jasmine lalu ia segera berdiri mengambil laptop milik nya untuk mengerjakan pekerjaan kantor nya yang masih belum selesai.
Tengah malam Jasmine membuka mata nya dan menatap ke samping nya di mana biasa nya Erland tertidur,tak menemukan Erland di samping nya Jasmine segera duduk di atas ranjang, Erland sendiri yang merasa ada pergerakan di atas ranjang segera mengalihkan perhatian nya.
"Kenapa sayang"tanya Erland menatap Jasmine membuat Jasmine menoleh.
"Kau tidak tidur"tanya Jasmine menatap jam di samping yang sudah menunjuk kan jam satu malam.
"Aku masih ada pekerjaan sedikit lagi maka belum tidur,kau butuh sesuatu"tanya Erland menutup laptop nya dan menghampiri Jasmine.
"Aku lapar"ucap Jasmine sambil mengelus perut nya membuat Erland terkekeh.
"Tunggu di sini aku akan menyuruh pelayan menyiapkan makanan untuk mu"ucap Erland.
"Tapi aku ingin kau sendiri yang memasak kan nya untuk ku"ucap Jasmine menunduk tidak berani menatap Erland.
Erland sendiri gemas melihat tingkah Jasmine yang takut melihat nya,ia menarik Jasmine ke pelukan nya dan mencium kepala Jasmine.
"Tidak usah takut aku akan menuruti keinganan kesayangan ku ini"ucap Erland membuat Jasmine melihat Erland dengan mata senang.
"Benarkah"ucap Jasmine.
"Tentu"ucap Erland tersenyum.
"Ayo aku akan memasak untuk kalian,anak-anak daddy pasti sudah lapar juga"ucap Erland mengelus perut Jasmine.
__ADS_1
Kedua nya pun segera turun ke lantai bawah menuju dapur,Erland mengeluarkan ponsel dari dalam saku nya untuk melihat tutorial memasak makanan yang sehat dan juga baik untuk ibu hamil, Setelah itu ia mengeluarkan bahan-bahan dari kulkas dan mulai memasak sesuai dengan tutorial yang ia lihat.
Dua puluh menit kemudian Erland telah menyelesaikan masakan nya segera menghampiri Jasmine yang sudah menunggu nya di meja makan.
"Ini sayang"ucap Erland meletak kan makanan yang telah ia buat di depan Jasmine.
"Terimakasih"ucap Jasmine segera memakan nya dengan lahap karna sedari tadi ia sudah lapar.
Erland sendiri mengelus kepala Jasmine dengan sayang,lalu pergi ke dapur membuat kan susu hamil untuk Jasmine.
Seperti nya aku harus belajar memasak,batin Erland melihat Jasmine memakan makanan yang ia masak dengan lahap nya,ada kesenangan tersendiri bagi Erland melihat Jasmine menyukai masakan nya.
"Bagaimana persiapan pesta yang kau buat"tanya Jasmine pada Erland setelah Erland duduk di samping nya.
"Jangan khawatir semua nya sudah selesai"ucap Erland meletak kan susu tersebut di depan Jasmine.
"Apa kau tidak ingin melakukan resepsi pernikahan kita"tanya Erland menatap Jasmine.
"Untuk sekarang seperti nya belum aku lagi hamil"ucap Jasmine.
"Kau gila bagaimana bisa kita melakukan resepsi pernikahan dengan perut ku yang mulai membucit begini yang ada orang-orang akan menertawakan ku"ucap Jasmine ketus karna memang perut nya sudah mulai terlihat membesar karna anak yang ia kandung ada tiga.
"Mereka tidak akan ada yang berani menertawakan mu lagian mereka semua akan paham jika kau sedang hamil kembar tiga"ucap Erland.
"Aku tetap tidak mau jika ingin melakuka. resepsi tunggu aku melahir kan dulu dan sikembar juga harus berumur enam bulan"ucap Jasmine.
"Terserah anda saja tuan putri"ucap Erland karna ia akan kalah berdebat dengan ibu hamil tersebut yang ada malah ia sendiri yang akan di omeli jika terus banyak bicara.
"Aku sudah selesai"ucap Jasmine memberikan piring kosong tersebut pada Erland.
"Minum dulu susu nya"ucap Erland membuat Jasmine mengangguk segera meminum susu tersebut.
__ADS_1
"Kita kembali ke kamar"ucap Erland setelah Jasmine menggabis kan susu nya.
"Iya aku masih mengantuk"ucap Jasmine segera berdiri dari duduk nya.
Erland pun menggandeng tangan Jasmine menuju lantai atas kembali untuk istirahat,kedua nya membaring kan tubuh mereka di atas ranjang menuju alam mimpi sambil memeluk satu sama lain mencari kenyamanan.
Pagi hari nya Jasmine merasa perut nya seperti di aduk segera turun dari ranjang dengan terburu-buru menuju kamar mandi,ia memuntah kan semua isi perut nya membuat tubuh nya lemas dan duduk di atas closet sambil memejam kan mata nya sebentar.
Erland yang terbangun mendengar suara muntah segera berlari ke kamar mandi melihat Jasmine.
"Sayang kau baik-baik saja"tanya Erland mendekati Jasmine.
Namun Jasmine kembali muntah melihat Erland yang mendekati nya.
"Jangan mendekat berhenti di situ"ucap Jasmine dengan galak membuat Erland berhenti.
"Cepat keluar dan menjauh dari ku kau membuat ku mual saja"tambah Jasmine.
"Kenapa kau jadi aneh begini"tanya Erland.
"Kau yang aneh kenapa kau bau begitu dan juga kenapa wajah mu membuat ku muak saja sana pergi"usir Jasmine membuat mata Erland terbelalak kaget.
Ia segera keluar dari kamar mandi sesuai ke inginan Jasmine yang seperti mual melihat nya,Ia berdiri di depan kaca menatap wajah nya.
"Ganteng begini kenapa ia ingin muntah melihat wajah ku"gumam Erland meraba wajah nya.
Ia pun dengan cepat mengambil baju nya dan keluar dari kamar menuju kamar sebelah untuk membersih kan diri nya mungkin karna aku belum mandi maka nya Jasmine mengatakan aku bau,pikir Erland.
Jasmine sendiri membersihkan tubuh nya yang merasa tidak nyaman lagi setelah muntah-muntah,selesai ia keluar dari kamar mandi langsung menuju ruang ganti memakai pakaian nya,ia pun keluar dengan pakaian yang sudah lengkap mata nya mencari keberadaan Erland yang tadi ia usir.
Apa dia meninggal kan ku karna aku mengusir nya tadi,batin Jasmine dengan mata berkaca-kaca ingin menangis.
__ADS_1
ceklek
Pintu terbuka membuat Jasmine menoleh ke arah pintu mendapati Erland tersenyum cerah ke arah Jasmine,sedangkan Jasmine melihat wajah Erland kembali berlari ke kamar mandi untuk muntah membuat senyum di wajah Erland seketika luntur melihat reaksi Jasmine yang melihat wajah nya kembali muntah.