
Setelah sampai di rumah Gazella dan Aksa masuk ke kamar mereka masing-masing. Di dalam kamar Gazella mengambil laptop milik nya untuk mencari tahu di mana markas kecil mafia yang telah menyerang mereka karna nanti malam ia berencana akan membunuh mereka semua nya.
Tak butuh waktu lama bagi Gazella mengetahui nya ia pun segera menyimpan kembali laptop tersebut.
"Kalian telah berani membuat orang tersayang ku terluka maka nanti malam aku akan menghabisi kalian tanpa sisa"gumam Gazella mengepal kan tangan nya,ia masih belum bisa mengendelikan emosi nya.
Dengan cepat ia mengganti baju nya dengan baju latihan dan keluar kamar menuju ruang latihan untuk melampiaskan amarah dan emosi nya yang masih belum reda.
Suara pukulan dan tendatangan bergema di ruangan tersebut hingga setengah jam kemudian Gazella mengepalkan tangan nya dengan kuat dan menatap tajam samsak di depan mata nya.
Brukk
Ia meninju samsak tersebut tersebut dengan kuat hingga membuat samsak tersebut hancur,setelah itu ia berbaring di lantai menatap ke langit-langit di atas nya.
"Queen"panggil Aksa yang sedari tadi menatap Gazella dari kejauhan,ia tidak ingin mengganggu nya karna melihat Gazella yang emosi.
"Kakek"ucap Gazella segera duduk dan menatap Aksa.
"Kau harus bisa mengontrol emosi mu sayang"ucap Aksa mengelus kepala Gazella.
"Queen sudah mengontrol nya kek namun melihat kakek terluka Queen hilang kontrol"ucap Gazella membuat Aksa tersenyum tipis.
"Cucu kakek sekarang menjadi kuat"ucap Aksa.
"Queen harus kuat menjaga kakek,Queen harus kuat melawan mereka semua yang ingin mencelakai orang yang Queen sayang, Queen harus kuat agar tidak kehilangan lagi,,Queen harus kuat kek"ucap Gazella dengan air mata yang keluar dari mata indah nya membuat Aksa memeluk Gazella.
"Kakek masih kuat untuk melindungi mu jangan memaksa diri mu kakek tidak mau kau kenapa-napa"ucap Aksa membuat Gazella mengerat kan pelukan nya.
Lebih baik Queen yang terluka dari pada kakek,cuma kakek yang Queen punya maka dari itu Queen harus menjadi orang yang kuat agar melindungi kakek,batin Gazella.
"Kita akan pindah dari negara ini di sini kita sudah tidak aman lagi,kakek tidak mau mengambil resiko"ucap Aksa pada Gazella.
"Tidak kek,,kita tinggal di sini saja mereka tidak tahu identitas kita dan mereka juga sudah Queen bunuh tadi"ucap Gazella.
"Kakek tidak mau ambil resiko Queen"ucap Aksa.
"Semua akan baik-baik saja kek percaya pada Queen"ucap Gazella membuat Aksa terdiam.
__ADS_1
Cucu kecil nya terlihat dewasa di usia nya masih kecil dan terus ingin menjadi kuat hanya untuk nya.
"Kakek sangat menyangi cucu kecil kakek berjanji lah untuk tidak akan terluka"ucap Aksa mengelus kepala Gazella.
"Queen janji kek"ucap Gazella dengan senyum manis nya.
"Ayo keluar biar pelayan membersih kan semua nya"ucap Aksa merangkul Gazella keluar dari ruang latihan tersebut.
Malam hari nya sesuai perkataan Gazella yang ingin menghancur kan markas tersebut dan membunuh mereka semua yang ada di dalam nya,tengah malam ia bangun dan mengganti baju nya serba hitam,Gazella keluar dari jendela seperti biasa nya dan lengsung menuju markas milik nya.
"Queen"ucap mereka menunduk hormat pada Gazella.
"Kalian lanjut saja latihan nya aku ada urusan sebentar setelah selesai aku akan melatih kalian kembali"ucap Gazella datar.
"Baik Queen"ucap mereka serentak.
Gazella menuju ruangan nya mengambil pistol dan pedang yang ia simpan di sana,setelah mengambil nya ia keluar dari ruangan tersebut.
Ia ke garasi mengambil motor yang baru di beli nya dari hasil balapan yang ia menangkan, Gazella menaiki motor tersebut dan segera melajukan nya ke markas kecil yang akan ia hancurkan.
Bersiap lah malaikat kematian kalian akan tiba,batin Gazella dengan aura yang membunuh serta menyeram kan.
"Mari kita mulai"gumam Gazella menyeringai,ia memakai masker untuk menutupi sebagian wajah nya.
Dengan langkah pelan Gazella mendekati markas tersebut,mata tajam nya mengintai sekitar dengan cepat ia melompat ke dinding pembatas dan berjalan di atas nya.
"Mereka lumayan banyak juga"gumam nya setelah melihat dari atas bagaimana keadaan di markas tersebut.
Ia kembali melompat ke atap rumah tersebut dan berjalan tanpa menimbulkan suara hingga langkah nya terhenti mendengar percakapan seseorang.
"Tuan tenang saja kami akan menghabisi Tuan Aksa dan keturan nya secepat nya"ucap seseorang membuat tangan Gazella mengepal kuat.
"Anak buah kita sudah tahu keberadaan nya tuan"ucap nya lagi.
"Baik tuan"ucap nya tertawa puas.
Gazella yang mendengar ucapan orang tersebut mengeluarkan aura menyeramkan mata nya menajam dan dingin,tanpa aba-aba Gazella melompat dari atap dan menendang kuat jendela di mata orang tersebut masih tertawa.
__ADS_1
Brukk
Bunyi tendangan pecahan kaca jendela membuat orang tersebut diam dan memandang Gazella yang sudah berdiri di depan nya dengan aura menakut kan.
"Kau ingin membunuh kakek ku "ucap Gazella dingin mengeluarkan pedang di punggung nya.
"Sia-pa kau"tanya orang tersebut gemetar merasakan aura yang mengintimidasi dari Gazella.
"Aku cucu dari orang yang baru saja kau katakan ingin membunuh nya"ucap Gazella menyeringai.
"Kau hanya bocah kecil ingusan"ucap nya membuat Gazella tertawa mengeringan.
"Lalu kenapa kau takut pada bocah ingusan ini"ucap Gazella melangkah maju dengan pedang di tangan nya.
Sementara anak buah nya yang lain sudah berada luar ruangan mendengar suara tendangan tersebut yang begitu kuat.
"Bos apa anda baik-baik saja"ucap salah satu dari anak buah orang tersebut.
"Bagaimana bocah kecil kau tidak akan bisa lari sini lagi"ucap nya meneertawakan Gazella.
"Siapa juga akan lari aku justru akan menghabisi kalian semua"ucap Gazella.
Tanpa aba-aba ia berlari dan mengangkat pedang nya kuat sebelum orang tersebut mengambil pistol yang tak jauh dari nya Gazella lebih dulu mengayun kan pedang nya.
Srekk
Kepala orang tersebut menggelinding di lantai, Gazella menendeng pintu tersebut hingga terpenal jauh.
Brukk
"Penyusup"teriak mereka membuat yang lain berlarian ke arah Gazella.
"Mati lah kalian semua"ucap Gazella berari menghabisi mereka semua satu persatu.
Dor
Dor
__ADS_1
Tangan kiri Gazella menggunkan pintol yang ia bawa sedangkan tangan kanan nya menggenggam pedang yang ia bawa,ia terlihat mengeringan dengan menggunakan kedua benda tersebut di tangan nya, hingga semua nya habis tak bernyawa walaupun ada sekidit memar di tubuh nya karna ia menghabisi lebih dari seratus orang sekaligus.