MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
#20


__ADS_3

Angga terus melangkahkan kakinya menuju kamar dimana Miko dan Mila berada.


Setelah sampai di depan pintu tanpa pikir panjang Angga langsung menendang pintu itu dengan keras hingga pintu itu terbuka lebar.


Miko yang berada di atas pembaringan bersama dengan Mila langsung terkejut. Miko langsung turun dari pembaringan itu menuju pintu untuk melihat siapa yang sudah berani menganggu kesenangannya.


Miko sangat terkejut melihat Angga sudah berdiri di depan pintu kamarnya.


"Mana Mila."tanya Angga.


"Mila udah jadi milik gue seutuhnya sekarang dan Lo nggak berhak lagi atas dirinya."ujar Miko dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.


"Dasar brengs3k, Lo apain Mila ha."bentak Angga yang sudah tak tahan lagi ingin menghajar Miko saat itu juga.


Tanpa pikir panjang Angga langsung melayangkan pukulannya pada wajah Miko sehingga membuat Miko meringis kesakitan karna ulah Angga.


"Berani sekali kau melawanku."ujar Miko.


"Tentu karna kau sudah berani mencari masalah denganku pemimpin Araster Alaska."ujar Angga sambil menyebut nama mafia yang paling di takuti di dunia.


Mendengar nama Araster Alaska Miko langsung pucat pasi dan seketika tubuhnya lemas sudah berani mencari masalah dengan mafia mematikan itu.


"Kalian berdua bawa di ke ruang bawah tanah di markas, siksa dia karna sudah berani menyentuh milikku."ujar Angga pada anak buah yang berdiri di belakangnya.


"Jangan lakukan itu aku mohon aku janji tidak kan menganggu kalian lagi, tolong lepaskan aku."ujar Miko memohon pada Angga.


"Terlambat cepat bawa dia dari sini."ujar Angga dan langsung melangkah masuk ke dalam kamar untuk melihat Mila pujaan hatinya.


Dengan sigap anak buah Angga langsung menyeret Miko keluar dari sana dan membawa ke markas sesuai perintah Angga.


Angga dapat melihat Mila yang terbaring di atas pembaringan.


"Sayang maafkan aku karna tidak bisa menjagamu dengan baik."ujar Angga yang langsung terduduk lemas di samping pembaringan Mila.


"Kita pulang sekarang sayang, aku tidak sudi kau berlama-lama di kamar ini. "ujar Angga langsung mengangkat tubuh Mila.


Mila yang merasa tubuhnya di angkat langsung membuka matanya perlahan.


Mila dapat melihat kalau orang yang mengangkat tubuhnya adalah Angga laki-laki yang sangat di cintainya.


Tanpa pikir panjang Mila langsung memeluk leher Angga dengan kuat.


"Angga aku takut, Miko sudah menculikku Angga."ujar Mila tanpa terasa air matanya mengalir dan jatuh di leher Angga.


Angga yang merasa ada air yang mengenai lehernya langsung tau kalau saat ini Mila sedang menangis.


*Karna ulah kau Miko Mila jadi menangis liat saja apa yang bakal gue lakuin sama Lo.*batin Angga.


"Sayang, kau tak perlu takut lagi sekarang ada aku tidak akan aku biarkan Miko melakukan ini lagi sama kamu. Jangan menangis lagi aku tak sanggup melihat kamu menangis seperti ini sayang."ujar Angga.


"Aku takut Angga."ujar Mila yang masih ketakutan.


Angga akhirnya mendudukkan Mila di tepi pembaringan dan Angga berjongkok di hadapan Mila.


"Sayang lihat mata aku."ujar Angga pada Mila.


Mila langsung menuruti ucapan Angga.


"Aku janji Miko tidak akan pernah menyentuh kamu lagi oke."ujar Angga.


"Aku percaya sama kamu Angga."ujar Mila.


"Kita pulang sekarang."ujar Angga sedangkan Mila hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Angga membuka jaketnya dan memakaikannya pada Mila.


Angga dengan sigap langsung mengangkat tubuh Mila. Sedangkan Mila langsung menyilangkan tangan di leher Angga.


"Sayang dari mana kamu tau kalau Miko membawaku kemari."tanya Mila.


"Sangat mudah untukku mencari tau di mana curut itu membawa pujaan hatiku kabur. Walau ke ujung dunia pun pasti aku dengan sangat mudah menemukannya sayang. Karna hatiku ada pada hatimu jadi kemana pun kau pergi aku pasti akan tau."ujar Angga.


"Kau ini bisa saja."ujar Mila yang gemas dengan jawaban yang di berikan Angga padanya.


"Angga aku malu di liatin sama orang-orang itu, turunin aku sekarang."ujar Mila yang malu diliatin sama orang yang lalu lalang di dalam hotel itu.


"Tidak usah malu sayang karna sebentar lagi hotel ini akan jadi milikmu juga."ucap Angga.


"Maksud kamu sayang."ujar Mila.


"Nanti aku cerita."ucap Angga.


Mila saking malunya langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Angga. Saking nyamanya Mila di dada bidang Angga Mila sampai ketiduran di sana.


Angga terus melangkahkan kakinya menuju dimana letak mobilnya. Setelah berada di depan mobilnya Angga langsung di bukakan pintu oleh satpam yang berjaga di sana.


Angga langsung meletakkan tubuh Mila dengan hati-hati agar tidak membangunkannya dari tidur.


Setelah meletakkan Mila Angga langsung menutup pintu mobilnya dan langsung berlari kecil menuju pintu mobil sebelahnya.

__ADS_1


Setelah masuk Angga langsung menghidupkan mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya secara perlahan menuju mansion.


Di Jakarta.


"Sayang." panggil Al.


"Ya, aku di dapur sayang."ujar Bella.


Al langsung berjalan menuju dapur dimana Bella berada.


"Ada apa kau mencari ku Al."tanya Bella saat Al sudah berada di hadapannya.


"Aku kangen."ujar Al seadanya.


"Gombal."ujar Bella.


"Sayang hari ini aku mulai masuk kantor, kau di rumah saja ya."ujar Al.


Bella yang mendengar ucapan Al langsung menghentikan pekerjaannya dan berbalik menghadap ke arah Al.


"Aku ikut."ucap Bella.


"Sayang kalau kau ikut nanti kau kecapean, apa kau tidak mendengar kata Dokter kalau kau di suruh istirahat bukan suruh bekerja sayang."ujar Al.


"Baiklah kalau kau tak memperbolehkan aku ikut, aku akan cari kerjaan di tempat lain saja."ujar Bella dan langsung meninggalkan Al di sana sendirian.


"Sayang."ujar Al dan langsung mengejar Bella.


"Apa."ujar Bella cuek.


"Apa kau marah."tanya Al.


"Tidak."ucap Bella.


"Ya sudah kau boleh ikut bersamaku ke kantor tapi kau harus janji satu hal padaku kau tidak boleh bekerja yang terlaku berat, kau mengerti sayang."ujar Al.


"Setuju."jawab Bella dengan girang.


"Sekarang kau siap-siap lah sebentar lagi kita berangkat."ujar Al.


"Oke."jawab Bella dan langsung berjalan ke kamarnya untuk mengganti bajunya.


"Gini amat yak kalau punya calon istri kalau semua keinginannya harus di turuti."gerutu Al.


"Sayang ayo berangkat."ujar Bella saat sudah berada di hadapan Al.


"Sayang kau mau ke kantor atau mau kemana sih."tanya Al saat melihat Bella memakai rok di selutut yang langsung menampakkan kaki jenjangnya.


"Pakai rok sependek itu."tanya Al.


"Apa salah nya sih Al kan masih sopan."ucap Bella.


"Ganti dengan yang lebih panjang."ujar Al.


"Al."rengek Bella.


"Ganti atau jangan ikut ke kantor."ujar Al.


"Baiklah."jawab Bella lesu dan langsung meninggalkan Al menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


Setelah selesai Bella langsung keluar dengan rok panjang yang masih elegan di pandang mata.


"Bagaimana sekarang."tanya Bella tanpa berniat untuk menatap wajah Al.


"Lebih baik ayo berangkat sayang."ujar Al yang ingin mengandeng tangan Bella keluar tapi dengan cepat Bella menghindar dan langsung berjalan cepat keluar dari mansion.


"Apa dia marah padaku."ujar Al pada dirinya sendiri.


Bella sudah berada di dalam mobil sedang menunggu kedatangan Al.


"Pak tolong bukakan pintu gerbang saya mau ke kantor."ujar Bella pada Pak satpam.


"Baik Tuan."ujar pak satpam dan langsung membuka kan pagar untuk majikannya.


Al langsung masuk ke dalam mobilnya dan langsung menjalankan mobilnya meninggalkan mansion mewah miliknya.


"Sayang."panggil Al.


Tapi Bella sama sekali tidak menjawabnya Bella hanya memandang keluar jendela mobil melihat ramainya pengendara yang lalu lalang di jalan raya.


"Sayang apa kau marah padaku."ujar Al yang masih mencoba untuk membujuk Bella.


Dan Bella masih sama tidak mau membuka suaranya.


"Sayang maafkan kesalahan ku tadi, aku cuma nggak mau ada laki-laki lain yang melihatmu selain aku. Makanya aku menyuruhmu untuk mengganti bajumu sayang."ujar Al


"Jadi kamu pikir aku datang ke kantormu untuk menggoda laki-laki yang ada di sana."ujar Bella yang kesal dengan Al.


"Bukan begitu maksud ku sayang."ujar Al.

__ADS_1


"Al kau pikir aku sama dengan perempuan di luaran sana yang senang menggoda laki-laki lain. Pamanku tidak pernah mengajarkan itu padaku Al. Asal kau tau kalau aku memang berniat untuk menggoda laki-laki di luar sana sudah dari dulu aku melakukan itu Al, bahkan kalau aku niat udah dari pertama kali aku menggoda kamu Al."ujar Bella pada Al.


"Maafkan aku sayang maksud ku tidak seperti itu, jujur aku cemburu liat kamu di pandang laki-laki lain selain aku."ucap Al dan langsung melihat ke arah Bella.


Bella yang mendengar kalau Al cemburu seketika ingin tertawa tapi sebisa mungkin dia tahan agar Al tidak tau kalau dirinya begitu bahagia kalau Al cemburu padanya. Karna Bella tau Al begitu mencintainya.


"Maafkan aku sayang, sekarang terserah kau saja memakai baju atau rok yang kau suka asalkan masih sopan di pandang orang lain."ujar Al yang akhirnya menyerah karna Bella tak kunjung melihat ke arahnya.


Bella masih ingin memberi pelajaran pada Al agar bisa mengerti selera perempuan.


Di perusahaan ALX COMPANY..


Al langsung memarkirkan mobilnya di tempat khusus miliknya.


"Ayo keluar."ujar Al cuek pada Bella.


*Kenapa dia berubah begitu.*batin Bella.


Al langsung keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah pintu masuk tanpa berniat membuka kan pintu mobil untuk Bella.


*Baiklah kalau kau tak mau membuka kan pintu mobil untukku Aldebaran, saat beraksi.*batin Bella.


Setelah melihat Al menghilang Bella keluar dari tempat itu, tapi tidak menuju ke dalam perusahaan. Bella tidak ingin kalau dirinya masuk ke dalam dan bertemu dengan Al akan terjadi pertengkaran kecil di antara mereka.


Bella memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar perusahaan tempat dirinya dulu bekerja. Tanpa pikir panjang Bella langsung menyebrang jalan setelah melihat ke kiri dan ke kanan sebelum menyebrang.


"Lebih baik aku jalan-jalan saja dari pada masuk ke sana bisa-bisa nanti kami malah bertengkar seperti tadi."ujar Bella dan langsung memasang masker pada wajahnya agar tidak ada yang tau kalau-kalau nanti Al menyuruh anak buahnya untuk mencari dirinya.


Al yang merasa aneh kenapa dirinya saja yang memasuki lift langsung teringat akan Bella yang masih berada di dalam mobilnya.


"Kenapa dia tidak turun, biarkan saja lebih baik dia di sana dari pada di sini."ujar Al yang tak tau kalau Bella sudah tidak berada di dalam mobilnya.


Al langsung memencet tombol menuju ke lantai paling atas dimana ruangannya berada.


Sedangkan Bella sudah berjalan terlalu jauh hingga dirinya merasa sangat lelah. Akhirnya Bella memutuskan untuk istirahat di sebuah taman dekat Mall yang terkenal di kota ini.


*Sejuk sekali di sini.*batin Bella yang menikmati angin sepoi-sepoi menyentuh permukaan kulitnya.


Sedangkan di perusahaan, Al belum mengetahui kalau Bella sudah tidak ada di mobilnya hanya cuek tanpa berniat untuk menjemput Bella.


Al terus melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda saat dirinya berkunjung ke desa Bella beberapa hari kemarin.


Di sebuah taman, Bella yang masih menikmati angin langsung terfokus pada anak kecil yang sedang berjalan ke tengah jalan untuk menjajalkan dagangnya pada pengendara mobil yang berhenti karna lampu merah.


"Kasihan sekali mereka masih kecil-kecil tapi harus mencari uang untuk mereka makan."ujar Bella yang masih fokus menatap anak-anak kecil malang itu.


Dirinya langsung teringat pada Almarhum kedua orang tuanya yang telah pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.


*Ayah, Ibu Bella rindu kalian sangat rindu.*batin Bella tanpa terasa buliran air mata jatuh dari mata indah miliknya.


Al masih terus fokus pada pekerjaan sampai tak terasa sudah masuk waktu makan siang sedangkan Bella belum juga datang untuk menemuinya.


"Sudah jam segini tapi kenapa Bella belum juga menemui ku untuk makan siang bersama."ujar Al yang langsung cemas dengan kondisi Bella.


Dengan cepat Al langsung berdiri dari kursi kebesarannya dan langsung keluar dari ruangannya menuju tempat mobilnya terparkir.


Dengan langkah tergesa-gesa Al langsung berjalan keluar dari perusahaannya untuk menjemput Bella makan siang bersama.


"Sayang buka pintunya dong "ujar Al sambil mengetuk kaca mobilnya.


Tapi tak ada jawaban dari dalam Al yang panik langsung membuka pintu mobilnya dan tak menemukan Bella di dalamnya.


"Astaga sayang kamu kemana."ujar Al yang sudah mulai khawatir dengan Bella.


Dengan cepat Al langsung menemui satpam untuk menanyakan keberadaan Bella.


"Pak tunggu."ujar Al sambil berteriak memanggil satpam yang akan pergi ke kantin untuk makan siang.


"Iya Tuan ada apa."tanya pak satpam itu setelah Al berada di depannya.


"Apa Bapak melihat perempuan yang keluar dari mobil saya tadi."tanya Al.


"Oooo perempuan cantik yang memaki rok hitam panjang itu Pak."ujar Satpam itu.


"Iya Pak, apa Bapak melihatnya."tanya Al lagi.


"Tadi saya melihat perempuan itu keluar dari perusahaan ini dan menyebrangi jalan dan setelah itu dia menghilang Pak."ujar Pak Satpam itu pada Al.


"Apa, kenapa Bapak tidak mencegahnya."ujar Al yang mulai panik kalau Bella di culik oleh musuh-musuh nya di luar sana.


"Maafkan saya Tuan saya tidak tau siapa perempuan tadi dan apa hubungannya dengan Tuan."ujar Pak Satpam itu merasa takut dengan atasannya itu.


"Ya sudah kalau begitu terima kasih informasinya."ujar Al dan langsung berlari keluar dari perusahaannya untuk mencari keberadaan Bella.


"Sayang kamu dimana, maafkan aku sayang. Ku mohon kembalilah."ujar Al yang terus mencari keberadaan Bella sekarang.


Sedangkan Bella terus berjalan tanpa tau tujuan, yang di pikirannya saat ini ada mencari tempat yang bisa membuat dirinya tenang.


Al masih terus saja mencari keberadaan Bella tanpa berhenti sedikit pun. Al sangat khawatir dengan keadaan Bella saat ini.

__ADS_1


"Sayang dimana kamu sekarang jangan bikin aku cemas seperti ini sayang."ujar Al yang terus mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan Bella.


__ADS_2