
Jasmine melirik mereka satu persatu yang mulai berjalan dekat ke arah nya membuat ia tersenyum sinis.
Dasar perempuan murahan kau pikir aku tidak bisa menghabisi mereka,kau salah mencari lawan,batin Jasmine mengeluarkan berlati milik nya.
Dengan gerakan cepat ia menangkap tangan salah satu dari mereka yang ingin memegang bahu nya lalu
Krakk
Terdengar bunyi tulang yang patah sekaligus teriakan kesakitan dari orang tersebut.
"Kalian pikir aku tidak tahu jebakan murahan kalian ini"ucap Jasmine dingin dan menendang orang tersebut.
"Hahaha jika begitu kami tidak perlu menjelaskan nya lagi pada mu"ucap salah satu dari mereka lagi.
Jasmine tak membuang waktu nya untuk meladeni omongan mereka dengan cepat ia berlari menerjang mereka dan memainkan belati nya.
"Rasakan saja jika kalian berani pada ku"ucap Jasmine menyayat mereka satu persatu dengan belati di tangan nya.
__ADS_1
Darah segar mulai mengalir dari tubuh mereka yang terkena belati milik Jasmine,sedangkan ia sendiri yang sudah terkena nona darah membiar kan nya saja setelah dua puluh menit mengjar mereka akhir nya selesai juga,mata nya menatap wanita yang tadi ia bantu dengan pandangan dingin.
"Siapa yang menyuruh mu"ucap Jasmine datar.
Namun wanita tersebut hanya diam saja dan menunduk ketakutan membuat Jasmine kesal.
"Katakan"bentak Jasmine dengan suara keras.
"Aku yang menyuruh nya"ucap seseorang keluar dari balik pintu membuat Jasmine menoleh.
"Cih ternyata hanya seorang pecundang"ucap Jasmine dengan nada mengejek.
Jasmine pun melangkah ke arah pintu untuk meninggal kan ruangan tersebut karna tidak ingin berurusan dengan Airen.
"Kau tidak akan bisa keluar dari sini sayang"ucap Airen menarik tangan Jasmine saat sudah di dekat pintu.
"Lepaskan tangan kotor mu"bentak Jasmine menghempas kan tangan nya.
__ADS_1
"Jangan marah-marah seperti itu kau tau bukan nya takut malah kau semakin cantik"ucap Airen pada Jasmine.
Jasmine hanya menatap dingin ke arah Airen tanpa menjawab ucapan Airen,dengan gerakan cepat Jasmine menendang Airen dan segera berlari ke pintu namun sayang Airen lebih cepat menangkap tangan nya.
"Sialan"gumam Jasmine mau tidak mau ia harus melawan Airen sehingga kedua nya saling memukul satu sama lain lebih tepat nya Jasmine yang terus menyerang Airen membabi buta sedangkan Airen hanya menangkis serangan Jasmine saja karna ia tidak mau membuat Jasmine terluka.
Ternyata dia hebat juga rasa nya aku tidak bisa lagi melawan nya,batin Jasmine karna tenaga nya sudah terkuras habis saat menyerang orang-orang Airen.
"Menyerah lah sayang kau tidak akan bisa melawan ku lagi"ucap Airen dengan senyum mengembang.
"Dalam mimpi mu"umpat Jasmine terus melancar kan aksi nya menyerang Airen dengan belati di tangan nya sesekali kaki nya menendang Airen.
Brukk
Jasmine jatuh tersungkur karna Airen memukul tengkuk nya kuat hingga ia pingsan.
"Maaf kan aku jika memukul mu karna hanya cara ini yang bisa aku lakukan,aku tidak ingin kau terluka"ucap Airen mengelus pipi Jasmine.
__ADS_1
"Bereskan semua nya hingga kembali seperti semula"ucap Airen pada anak buah nya lalu menggendong Jasmine keluar dari pintu belakang yang langsung terhubung dengan jalan di mana mobil nya terparkir,jika lewat pintu depan pasti akan banyak yang curiga sementara dokter yang berjaga di klinik tersebut hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa karna benda tajam di leher nya.