MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 402


__ADS_3

Setelah seharian menghabiskan waktu di rumah sakit tersebut,semua nya pun pulang meninggalkan rumah sakit yang akan beroperasi mulai besok di mana sang pemilik rumah sakit sudah tidak sabar untuk mulai bekerja sebagai dokter sekaligus pemilik nya.


"Besok aku akan bekerja sebagai dokter"ucap Jasmine senang.


"Ya tapi ingat kau sudah menjadi istri dan seorang ibu"ucap Erland.


"Aku tahu dan tidak akan melupakan nya"ucap Jasmine.


"Besok aku akan mengenalkan mu pada mereka yang di sana sekaligus agar mereka tahu jika kau sudah menjadi milik ku"ucap Erland membuat Jasmine tersenyum tipis menatap Erland.


"Kau selalu posesif"ucap Jasmine.


"Tentu saja aku hanya berjaga-jaga dari lelaki yang akan satu pekerjaan dengan mu nanti kau malah tertarik dengan mereka karna bertemu setiap hari nya"ucap Erland ketus membuat Jasmine tertawa pelan.


"Kenapa kau malah tertawa"ucap Erland.


"Untuk apa aku harus tertarik pada mereka saat aku memiliki suami yang tampan,baik dan selalu membahagiakan ku dan anak-anak ku,bagi ku tidak ada lelaki yang akan bisa menggantikan mu di hati ku selama nya karna seluruh hati ku sudah terisi penuh dengan mu"ucap Jasmine.


Bluss


Muka Erland memerah mendengar ucapan istri nya yang manis tersebut,entah sejak kapan istri nya pandai mengatakan hal seperti itu namun membuat jantung nya berdegup kencang dan rasa bahagia yang amat besar.


"Kenapa wajah mu memerah begitu"tanya Jasmine pura-pura tidak tahu padahal dalam hati nya ingin tertawa kencang melihat Erland yang malu.


"Hanya merasa panas saja"ucap Erland dengan gugup semakin membuat Jasmine ingin menggoda nya.


"Benar kah,,tapi aku rasa dingin kau tidak demam kan"ucap Jasmine mendekatkan wajah ke wajah Erland untuk meneliti nya.


"Aku baik-baik saja"ucap Erland menghindari Jasmine yang begitu dekat dengan nya jika saja anak-anak nya tidak ada bersama mereka sudah pasti ia akan mencium Jasmine.


"Mommy daddy kenapa"tanya Galaksi sedari tadi mendengar ucapan orang tua mereka.


"Daddy tidak papa nak"ucap Jasmine kembali duduk seperti semula.

__ADS_1


"Mom kita makan malam di luar apa boleh"tanya Galaksi lagi karna sudah lama mereka tidak makan malam bersama di luar.


"Boleh,,kalian ingin makan apa"tanya Erland.


"Bagaimana kalau makanan jepang dad"ucap Angkasa.


"Ide bagus son"ucap Erland tersenyum tipis.


"Mom besok mulai bekerja kah"tanya Bintang.


"Iya besok mommy mulai masuk"ucap Jasmine tersenyum.


"Berarti mommy tidak bisa menemani kami sekolah lagi"ucap Bintang lesu.


"Anak-anak daddy harus bisa mandiri mulai sekarang,daddy dan mommy kan bekerja untuk kalian agar besar nanti kalian jadi anak kebanggaan daddy dan mommy"ucap Erland.


"Mommy akan mengantar kalian ke sekolah setiap hari tapi tapi pulang nya di jemput supir tidak masalah kan"ucap Jasmine lembut.


"Iya mom"ucap Ketiga nya kompak.


Jasmine memesan makanan untuk mereka semua dan duduk di samping Erland yang sedang memperhatikan ketiga putra mereka melihat-lihat ke bawah karna mereka ada di lantai atas.


"Tidak terasa kita sudah cukup lama bersama padahal perasaan baru kemaren kita menikah"ucap Erland merangkul Jasmine ke pelukan nya.


"Iya bahkan kita sudah memiliki tiga putra di usia muda begini"ucap Jasmine terkekeh pelan.


"Kau tahu saat menikah muda dengan mu aku tidak tahu bagaimana rumah tangga kita kedepan nya,aku pikir kita hanya akan menikah sebentar saja lalu berpisah karna usia kita terlalu muda jadi akan banyak hal yang berbeda di antara kita"ucap Jasmine membuat Erland menoleh.


"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu"tanya Erland.


"Karna kau sangat kaku dan dingin serta keras kepala,bahkan aku pikir kita akan selalu meminta uang pada orang tua kita kau tahu aku masih harus kuliah saat itu dan kau masih sekolah"ucap Jasmine.


"Tapi nyata nya semua itu tidak terjadi bukan"ucap Erland.

__ADS_1


"Hmm ternyata suami ku yang hebat ini sudah ada bisnis di usia nya masih kecil aku saja kaget mendengar nya saat itu"ucap Jasmine dengan jujur.


"Maka nya jangan menilai orang dari luar saja"ucap Erland membuat Jasmine mengangguk.


"Sekarang aku bahagia dengan kehidupan ku saat ini"ucap Jasmine.


"Aku lebih bahagia hidup bersama mu dan anak-anak kita"ucap Erland.


"Semoga kita tetap seperti ini hingga anak-anak kita tumbuh dewasa,melihat mereka sukses dengan pencapain mereka sendiri dan melihat mereka menikah lalu memiliki anak nanti nya"ucap Jasmine tersenyum tipis menatap ketiga putra nya.


"Tentu saja kita akan melihat nya nanti"ucap Erland.


Saat makanan mereka datang semua nya duduk dengan rapi dan mulai makan dengan diam sesuai ucapan Erland yang tidak ingin ada yang berbicara saat mereka makan.


Sementara Dara dan Arka setelah pulang dari rumah sakit mereka ke rumah Sasa dan Vino untuk melihat Manda yang tiba-tiba sakit membuat Dara khawatir, Sampai di sana Dara dan Arka masuk ke dalam rumah.


"Bagaimana keadaan Manda ma"tanya Dara menatap Sasa yang sedang menangis.


"Belum tahu pasti nya sekarang kita bawa dulu ke rumah sakit untuk memeriksa nya lebih lanjut"ucap Sasa.


Vino pun datang menggendong Manda yang sudah tak sadar kan diri,mereka segera berlari keluar rumah dan memasuk kan nya ke dalam mobil.


"Biar Arka yang membawa mobil nya pa"ucap Arka cepat karna melihat Vino khawatir dan panik.


"Iya nak"ucap Vino cepat.


Mereka semua masuk ke dalam mobil,Arka membawa mobil nya menuju rumah sakit,Di belakang Sasa dan Dara mencoba membangunkan Manda namun hasil nya nihil.


"Kenapa Manda seperti ini ma"tanya Dara menatap wajah pucat Manda.


"Mama tidak tahu tadi nya mama ingin membawa makanan ke dalam namun mama melihat wajah nya sudah pucat begitu saat ingin memanggil dokter dia lebih dulu pingsan"jelas Sasa.


"Arka bisa lebih cepat lagi"ucap Dara pada Arka.

__ADS_1


"Sabar sayang sebentar lagi kita akan sampai"ucap Arka menatap Dara sebentar dan kembali fokus mengemudi.


Sampai di rumah sakit Vino menggendong manda masuk ke dalam agar di periksa oleh dokter,sementara yang lain nya menunggu di luar ruangan.


__ADS_2