
Setelah puas memeluk Jasmine dengan pelan Erland segera turun dari ranjang sebelum Jasmine bangun dan mual-mual saat melihat nya.
"Aku selalu mencintai kalian"ucap Erland pelan mencium kening Jasmine sebelum benar-benar meninggal kan kamar mereka.
Erland membaring kan tubuh nya di atas sofa di depan pintu setelah ia menyuruh anak buah nya memindahkan sofa tersebut.
Jam menunjuk kan tengah dua malam Jasmine yang mulai merasa lapar bangun dari tidur nya segera duduk di ranjang,ia menatap sekeliling tak menemukan Erland membuat nya mengehela nafas kasar karna semalam ia menyuruh Erland tidur di luar.
Dengan pelan Jasmine turun dari ranjang segera membuka pintu,hampir saja ia berteriak ketika melihat Erland sedang tiduran di sofa di depan nya.
"Kau lapar sayang"tanya Erland tersenyum manis karna memang ia sengaja tidak menutup mata nya agar Jasmine membuka pintu ia langsung siap siaga.
"Kau tidak tidur semalaman"tanya Jasmine berusaha menaham mual sambil mengelus perut nya.
"Tentu saja tidak bagaimana bisa aku tidur jika tidak memeluk mu lagian aku tahu kau akan bangun tengah malam begini karna sudah lapar"ucap Erland.
"Maaf kan aku merepot kan mu"ucap Jasmine.
"Aku sama sekali tidak merasa di repot kan,masuk lah ke kamar aku akan menyiap kan makanan untuk mu"ucap Erland tidak tega melihat Jasmine yang seperti menahan sesuatu.
"Iya"ucap Jasmine cepat masuk kembali ke dalam kamar.
"Haisss kalian belum juga mau bekerja sama dengan daddy kalian ini lihat saja jika kalian sudah lahir"dengus Erland berjalan turun ke bawah dengan wajah masam.
Ia segera menyiap kan makanan untuk Jasmine seperti biasa tidak lupa dengan segelas susu hamil,selesai ia membawa nya ke lantai atas kembali.
"Sayang"panggil Erland membuka pintu dan melihat Jasmine duduk melamun di sofa.
"Apa yang kau pikir kan"tanya Erland menaruh nampan tersebut di depan Jasmine.
"Tidak ada"ucap Jasmine menggeleng kan kepala nya.
"Ya sudah cepat makan jangan lupa minum susu nya lalu istirahat"ucap Erland secepat kilat mencium kening Jasmine dan keluar dari dalam kamar sebelum Jasmine mual.
Jasmine pun menatap makanan yang di buat kan oleh Erland,ia tersenyum tipis dan memakan nya dengan lahap.
"Kalian sengaja mengerjai daddy kalian jika melihat daddy kalian dekat dengan mommy kalian membuat mommy mual tapi jika lapar kalian ingin makan masakan daddy kalian"ucap Jasmine mengelus perut nya sambil terkekeh pelan sambil menghabis kan makanan nya dan menimun susu nya selesai ia pun kembali membaring kan tubuh nya di atas ranjang.
__ADS_1
Pagi-pagi buta kediaman Erland telah heboh kedatangan keluarga dan sabahat nya membuat Erland membuka mata nya dan turun ke bawah.
"Sudah sampai"tanya Erland kepada mereka.
"Di mana Jasmine"tanya Jessica dan Dea tidak sabar melihat Jasmine.
"Masih tidur"ucap Erland.
"Kami ke atas dulu"ucap Jessica ingin pergi ke kamar Jasmine.
"Sayang biar kan Jasmine tidur jangan mengganggu nya dia harus banyak istirahat"ucap Aksa.
"Iya mom sebaik nya kalian juga istirahat habis perjalanan jauh"ucap Erland.
"Baik lah kami akan istirahat sebentar"ucap Jessica di angguki yang lain nya.
Mereka semua segera ke kamar tamu di antar kepala pelayan yang sudah siap siaga di tempat nya. Erland pun kembali ke lantai atas untuk menyimpan selimut dan bantal yang tadi ia gunakan untuk tidur,jika mereka melihat nya tidur di luar bisa-bis mereka akan meledek nya habis-habisan.
Erland pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersih kan tubuh nya setelah selesai ia memakai baju nya tanpa mengganggu Jasmine yang masih tidur nyenyak,Erland pun turun ke lantai bawah membuat sarapan untuk Jasmine.
Jam tujuh mereka semua sudah berkumpul di meja makan bersamaan Jasmine turun dari lantai atas masih memakai baju tidur.
"Mommy"ucap Jasmine kaget melihat Jessica dan lain nya sudah duduk di meja makan.
"Sini sayang duduk"ucap Jessica menarik pelan Jasmine agar duduk di dekat nya.
"Kalian kapan sampai nya"tanya Jasmine menatap mereka.
"Pagi tadi"ucap Dara tersenyum tipis.
"Bagaimana kandungan mu nak"tanya Dea.
"Mereka baik dan sehat ma"ucap Jasmine tersenyum tipis.
"Syukurlah kami tidak sabar untuk menunggu mereka"ucap Dea.
"Nanti bicara lagi kita sarapan dulu tidak enak jika dingin"ucap Samuel di angguki mereka.
__ADS_1
"Tunggu Erland di mana"tanya Friska tak menemukan Erland.
"Tuan masih di dapur membuat sarapan untuk nona Jasmine nona sebentar lagi juga akan selesai"ucap kepala pelayan sopan.
"Erland memasak"ucap Dea dengan pandangan tak percaya begitu pun dengan mereka semua.
"Hehehe iya ma anak-anak nya tidak ingin memakan masakan orang lain selain masakan Erland"ucap Jasmine menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Tawa mereka pecah mendengar kan nya,Erland si pria dingin memasak di dapur namun mereka salut karna Erland yang memang sangat mencintai Jasmine mau menuruti ke inginan Jasmine.
Tak lama Erland datang membawa makanan untuk Jasmine mengerut kan dahi nya bingung menatap mereka semua tertawa dan mendang nya seperti menilai dan mengejek.
"Ini sayang"ucap Erland memberikan nya pada Jasmine membuat Jasmine menutup mulut nya.
"Aku akan pergi makan lah"ucap Erland cepat menjauh dari Jasmine dan sekarang mereka semua nya yang bingung menatap kedua nya.
"Kenapa Erland pergi sayang tidak duduk bersama kita di sini"tanya Jessica saat Erland sudah tak terlihat lagi karna Erland berjalan kelantai dua.
"Bagaimana mengatakan nya yah mom"ucap Jasmine malu dan bingung harus bagaimana menjelas kan nya.
"Katakan saja sayang"ucap Dea yang penasaran.
"Sejak kemaren jika Jasmine melihat wajah Erland dan dekat dengan nya Jasmine mual di buat nya"cicit Jasmine menunduk membuat mereka kembali tertawa bahkan lebih keras dari pada yang tadi.
"Jangan tertawa"ucap Jasmine tidak ingin keluarga dan sahabat nya menertawai Erland.
"Kalian lucu sayang ada-ada saja kalian ini"ucap Aksa tertawa.
"Aku bilang jangan tertawa"ucap Jasmine mulai memangis membuat mereka kelabakan.
"Iya sayang kami tidak tertawa jangan memangis yah"ucap Aksa menenangkan Jasmine.
"Kalian semua nya"ucap Jasmine menangis keras sampai Erland yang berada di lantai atas berlari cepat mendengar suara Jasmine menangis.
"Sayang kau kenapa"tanya Erland dengan wajah panik.
"Hiks hiks mereka semua jahat menertawai mu"adu Jasmine pada Erland seperti anak kecil membuat mereka melongo.
__ADS_1
"Sudah yah jangan menangis lagi nanti dedek nya ikut menangis"ucap Erland menghapus air mata Jasmine dan menatap menatap mereka semua nya tajam telah membuat istri nya menangis.