
Sebulan setelah kepergian Manda dan lahir nya baby Max, Dara dan Arka berperan sebagai orang tua untuk baby Max sedangkan Sasa dan Vino sudah pindah dari rumah lama mereka dan membeli rumah di dekat rumah Dara dan Arka agar mereka mudah bertemu dengan cucu pertama mereka tersebut.
Dan kabar baik nya juga saat ini Dara sedang mengandung anak Arka yang baru berusia dua minggu,maka dari itu mereka semua bergantian menjaga baby Max karna usia kandungan Dara masih terlalu muda akan rentan keguguran jika terlalu lelah dan banyak bergerak.
Sementara di kediaman Jasmine dan Erland ketiga bocah tersebut hampir setiap hari menanyakan kapan mereka memiliki adik seperti baby Max membuat Jasmine pusing.
"Mommy kapan adik nya akan datang kenapa lama sekali"ucap Angkasa ke sekian kali nya.
"Sabar nak adik nya belum mau,,kan masih baby Max kalian bisa melihat nya setiap hari"ucap Jasmine.
"Mom kalau Bintang mau nya perempuan"ucap Bintang.
"Lebih baik kalian cepat pakai baju nya mommy juga akan ke rumah sakit setelah mengantar kalian"ucap Jasmine.
"Tapi mommy janji dulu adik nya perempuan"ucap Bintang.
"Iya adik nya perempuan"ucap Jasmine.
"Mereka masih meminta adik"tanya Erland keluar dari kamar nya dengan pakai an sudah rapi.
"Hmm aku pusing di buat nya"ucap Jasmine membuat Erland terkekeh.
"Biar aku yang bicara pada mereka,,kau bersiap saja bukan nya ingin ke rumah sakit"ucap Erland di angguki Jasmine.
Erland berjongkok mensejajarkan tinggi nya dengan ketiga putra nya dan tersenyum tipis.
"Kalian ingin adik bukan"tanya Erland langsung di angguki ketiga nya.
"Baby Max juga adik kalian,,nanti jika saat nya mommy pasti akan memberikan kalian adik jangan mengatakan hal itu terus pada mommy nanti mommy sakit di buat nya,,apa kalian ingin melihat mommy sakit"tanya Erland lembut.
"Tidak dad"ucap Ketiga menggeleng kepala.
"Maka nya jangan meminta nya terus pada mommy yah kasihan mommy terus memikir kan nya"ucap Erland mengelus kepala ketiga nya.
"Iya dad"ucap Angkasa.
"Sekarang ayo keluar kita sarapan nanti daddy dan mommy yang akan mengantar kalian ke sekolah"ucap Erland.
Mereka pun segera menuju meja makan untuk sarapan sambil menunggu Jasmine selesai,Tak lama Jasmine datang sudah berpakaian rapi ikut duduk di samping Erland dan memakan sarapan nya.
"Sayangg"panggil Jasmine membuat Erland menoleh.
"Ada apa"tanya Erland.
__ADS_1
"Bagaimana menurut mu jika mengadopsi anak"tanya Jasmine.
"Aku tidak setuju"ucap Erland cepat.
"Kenapa"tanya Jasmine.
"Aku tidak memiliki alasan untuk itu"ucap Erland membuat Jasmine terdiam.
"Aku sudah memberikan mereka pengertian agar jangan terus meminta adik,,kita juga sedang berusaha memberikan nya tapi jangan mengadopsi anak aku tidak mau"ucap Erland lagi.
"Baiklah"ucap Jasmine.
"Aku akan mengantar kalian"ucap Erland di angguki Jasmine.
Mereka semua keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil milik Erland,Erland sendiri melajukan mobil nya untuk mengantar kan anak dan istri nya.
Sepanjang jalan semua nya diam saja,anak-anak seperti mengerti kedua orang tua nya sedang bersitenggang membuat suasan menjadi canggung.
"Daddy"panggil Bintang membuat Erland menoleh ke belakang sebentar dan kembali fokus untuk menyetir.
"Kenapa Bintang"tanya Erland.
"Maafkan kami"ucap Bintang menunduk merasa bersalah karna keinginan mereka yang ingin memiliki adik membuat kedua orang tua mereka sedikit bertengkar.
"Kenapa minta maaf"tanya Erland.
"Heyy kalian tidak salah jangan sedih begitu mommy dan daddy tidak papa"ucap Jasmine tersenyum tipis.
"Bintang janji tidak akan meminta adik lagi"ucap Bintang di angguki Galaksi dan Angkasa.
"Jika nanti sudah waktu nya kalian pasti akan memiliki adik jadi harus sabar menunggu nya"ucap Jasmine lembut.
"Iya mom"ucap ketiga nya tersenyum tipis.
"Sudah sampai"ucap Erland menghentikan mobil nya di depan sekolah anak-anak nya.
Jasmine dan Erland tidak turun dari mobil agar tidak ada yang tahu jika ketiga nya anak mereka untuk keselamatan mereka.
"Belajar yang giat jika dapat juara daddy akan memberikan hadiah untuk kalian"ucap Erland.
"Ok dad"ucap ketiga nya turub dari dalam mobil setelah mencium kedua orang tua mereka.
Setelah mereka masuk ke dalam sekolah Erland melajukan mobil nya untuk mengantar kan Jasmine ke rumah sakit yang jarak nya tidak jauh dari sekolah dan perusahaan milik nya.
__ADS_1
"Aku minta maaf atas ucapan ku tadi"ucap Jasmine menatap Erland.
"Tidak masalah"ucap Erland tersenyum tipis.
"Aku hanya takut saja tidak bisa hamil lagi setelah keguguran dan luka tusuk itu"ucap Jasmine.
"Jangan katakan seperti itu kita akan berusaha jika pun nanti nya memang tidak bisa lagi bagi ku tidak masalah"ucap Erland menenangkan Jasmine.
"Tapi anak-anak ingin memiliki adik"ucap Jasmine.
"Dara kan sedang hamil juga sudah pasti menjadi adik mereka begitu pun dengan anak Friska nanti nya jadi jangan khawatir kan itu"ucap Erland.
"Apa mereka tidak akan kecewa pada kita"tanya Jasmine.
"Kita akan mengatakan nya pelan-pelan agar mereka mengerti"ucap Erland di angguki Jasmine.
"Jangan pikir kan masalah itu lagi aku tidak ingin kau sakit di buat nya"ucap Erland.
"Aku ikut dengan mu saja ke perusahaan jika ke rumah sakit aku tidak mood lagi"ucap Jasmine membuat senyum Erland mengembang sempurna.
Akhir nya mereka berdua ke perusahaan,Jasmine juga sudah lama tidak pergi ke perusahaan semenjak ia mengurus rumah sakit dan kesibukan nya menjadi dokter.
"Pekerjaan mu banyak"tanya Jasmine saat berada di ruangan Erland.
"Tidak juga hanya memeriksa beberapa berkas saja"ucap Erland duduk di kursi kebesaran nya.
"Setelah selesai bagaimana kalau kita pergi ke pantai rasa nya sudah lama aku tidak ke sana"ucap Jasmine.
"Baiklah"ucap Erland.
Jasmine duduk di sofa memain kan ponsel nya menunggu Erland memeriksa berkas di atas meja nya.
"Bagaimana kabar Kania yah"gumam Jasmine merindukan sahabat nya tersebut,di pernikahan Friska Kania tidak bisa datang karna orang tua nya sakit.
"Kau bicara sesuatu"tanya Erland mendengar gumaman Jasmine meski samar-samar.
"Tidak"ucap Jasmine menatap ponsel nya.
"Lalu apa yang kau pikir kan"tanya Erland.
"Aku hanya merindukan Kania saja sudah lama aku tidak bertemu dengan nya"ucap Jasmine.
"Telpon saja"ucap Erland.
__ADS_1
"Ck dia pasti sibuk jam segini di rumah sakit"ucap Jasmine kesal.
"Terserah kau saja"ucap Erland tidak ingin membuat Jasmine bertambah kesal lagi.