
Selesai memeriksa Bintang yang memang masih trauma tersebut Erland membawa mereka semua menuju rumah agar Bintang istirahat dengan baik dulu.
"Bintang kenapa"tanya Aksa saat mereka sudah sampai di rumah dimana di sana sudah ada orang tua Jasmine dan Erland.
"Hanya sedikit trauma saat kejadian dulu dad"ucap Jasmine.
"Lebih baik bawa dia ke kamar untuk istirahat"ucap Jessica pada Jasmine.
"Iya mom"ucap Jasmine membawa Bintang masuk ke dalam kamar.
"Mom Bintang tidur bersama mommy saja"ucap Bintang.
"Iya nak"ucap Jasmine membawa Bintang ke kamar nya dan Erland.
Sementara di luar kamar mereka malah mendengar bagaimana pujian Angkasa dan Galaksi terhadap Erland saat melawan penjahat tadi.
"Aku ingin seperti daddy bisa melawan penjahat"ucap Angkasa dengan antusias.
"Galaksi juga agar nanti ada yang mengganggu mommy dan daddy Galaksi bisa menghajar nya"ucap Galaksi tidak mau kalah.
"Nanti kalau kalian sudah besar kakek akan mengajarkan kalian agar bisa seperti daddy"ucap Aksa di angguki Samuel.
"Jangan ajari mereka yang aneh-aneh aku tidak ingin cucu ku dalam bahaya apalagi kalau sampai kalian ingin membuat salah satu dari mereka penerus kalian"ucap Jessica tajam.
"Tidak sayang mana mungkin kami menjadikan mereka sebagai penerus"ucap Aksa tahu kemana arah pembicaraan Jessica.
"Aku pegang kata-kata kalian"ucap Jessica di angguki kedua nya.
Padahal aku ingin salah satu dari mereka menjadi orang kuat walaupun berbahaya juga sih nama nya juga rintangan pasti akan berbahaya,batin Aksa.
"Apa kau sudah tahu siapa orang yang tadi"tanya Samuel pada Erland.
"Mereka hanya preman jalanan yang suka merampok"ucap Erland.
"Masih ada juga zaman sekarang seperti itu"ucap Dea kesal.
"Dimana-dimana pasti ada ma"ucap Erland.
"Memang nya mereka tidak bisa apa mencari pekerjaan lain selain merampok"ucap Dea.
"Jika kau ingin tahu tanyakan saja pada mereka langsung"ucap Samuel.
"Menyebalkan"dengus Dea.
Tak lama Jasmine ikut bergabung dengan mereka setelah memastikan Bintang tidur nyenyak.
"Bintang sudah tidur"ucap Jessica.
"Iya mom"ucap Jasmine duduk di sebelah Erland.
"Lebih baik untuk sekarang kau tidak usah bekerja dulu fokus kan saja pada kesembuhan Bintang"ucap Jessica.
__ADS_1
"Aku juga sudah memikir kan ke situ mom"ucap Jasmine.
"Lagian tidak usah bekerja juga Erland tidak akan miskin"ucap Jessica.
"Itu sih mommy yang hanya menikmati saja di rumah kalau aku beda ingin bekerja membantu suami ku agar tahu bagaimana rasa nya mencari uang"ucap Jasmine ketus.
"Eh mommy bukan nya tidak mau yah daddy mu saja yang tidak memperboleh kan mommy bekerja"ucap Jessica membela diri.
"Sama saja mom"ucap Jasmine.
"Bedalah"ucap Jessica.
"Beda apa nya inti nya mommy hanya menikmati nya saja"ucap Jasmine.
"Kenapa kau selalu ada jawaban nya sih"ucap Jessica mulai kesal.
"Aku punya otak untuk mencari jawaban nya dan punya mulut untuk menjawab nya"ucap Jasmine asal.
"Kalian tidak malu apa bertengkar di depan anak-anak itu"ucap Aksa jengah melihat kelakukan istri dan putri nya tersebut.
"Mommy yang mulai lebih dulu"ucap Jasmine.
"Enak saja kau menyalahkan mommy"ucap Jessica.
"Lah tadi kan mommy yang mengatai ku lebih dulu"ucap Jasmine.
"Mana ada mommy mengatai mu bukan nya kau lebih dulu mengatai mommy hanya menikmati kekayaan daddy"ucap Jessica.
"Diam lah kalian sama saja dulu menikmati kekayaan daddy jangan ribut lagi"ucap Aksa tegas membuat kedua nya langsung diam.
"Mommy kenapa"tanya Galaksi melihat raut wajah Jasmine karna ia berada di pangkuan Erland.
"Hanya ingin makan orang"ucap Jasmine namun mata nya ke arah Erland.
"Mommy seperti monster jika ingin makan orang"celetuk Angkasa bergidik ngeri.
"Mana ada monster secantik mommy"ucap Jasmine mengibas kan rambut nya ke belakang.
"Anda terlalu percaya diri"ejek Jessica.
"Memang kenyataan nya begitu kok mommy saja yang iri"ucap Jasmine membuat mata Jessica melotot.
"Kauu..."ucap Jessica menatap Jasmine tajam.
"Sayangg"panggil Erland agar Jasmine tidak melanjutkan nya lagi.
"Ingat umur sudah tua juga masih saja seperti anak kecil malu sama cucu"ucap Dea.
"Lebih baik kita berenang saja aku sudah lama tidak berenang"ajak Aksa pada Samuel.
"Ayo aku juga"ucap Samuel berdiri.
__ADS_1
"Ikutt"ucap Angkasa dan Galaksi bersamaan.
"Daddy tidak ikut"tanya Galaksi.
"Ikut lah"ucap Erland.
Para lelaki pun pergi menuju kolam renang meninggalkan para wanita duduk di ruang keluarga.
"Bagaimana kalau kita pergi ke mall"ucap Dea pada Jasmine dan Jessica.
"Boleh juga tuh dari pada di sini bosan mereka sudah pergi berenang"ucap Jessica.
"Mommy dan mama saja yang pergi,,kasihan Bintang jika di tinggal"ucap Jasmine membuat kedua nya saling menatap satu sama lain.
"Lain kali saja kalau begitu"ucap Dea.
"Kita membuat makanan saja di dapur,,aku sudah lama tidak membuat kue"ucap Jessica.
"Ya sudah ayo aku sudah merindukan kue buatan mu"ucap Dea semangat.
"Iya lah,,waktu kuliah dulu kalian selalu datang ke toko makan kue gratis"ucap Jessica membuat Dea tertawa.
"Kue buatan mu kan enak maka nya kami selalu datang"ucap Dea.
"Enak lah apa lagi kalau gratis tambah enak"ucap Jessica.
"Kenapa kau bicara jujur sekali sih"ucap Dea membuat Jessica memutar bola mata nya malas.
"Ayo ke dapur"ajak Jessica menarik tangan sabahat nya tersebut ke dapur.
Jasmine memilih masuk ke dalam kamar nya untuk menemani Bintang di dalam kamar,ia merebahkan tubuh nya di samping Bintang dan mengelus kepala Bintang lembut.
"Mommy sayang pada kalian"ucap Jasmine lembut.
Bintang yang merasa kepala nya di elus membuka mata nya dan melihat Jasmine ada di samping nya.
"Mom"panggil Bintang.
"Maaf kan mommy membangunkan mu"ucap Jasmine tersenyum manis.
"Tidak kok mom"ucap Bintang.
"Sudah merasa baikan"tanya Jasmine lembut di jawab anggukan dan senyum tipis dari Bintang.
"Anak mommy kuat jangan khawatir mommy dan daddy akan menjaga kalian dengan baik"ucap Jasmine.
"Iya mom"ucap Bintang.
"Sekarang ayo keluar daddy dan yang lain nya sedang berenang Bintang mau ikut tidak"ucap Jasmine agar Bintang melupakan kejadian tadi.
"Bintang bersama mommy saja"ucap Bintang.
__ADS_1
"Baiklah kita keluar melihat mereka saja tidak usah ikut"ucap Jasmine di angguki Bintang.
Jasmine menggendong Bintang keluar kamar menuju kolam renang untuk melihat Erland dan yang lain nya berenang di sana.