Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 100 : Membunuh Zombie Mutan


__ADS_3

Walaupun ia bisa menggunakan berbagai macam senjata karena latihan yang ia jalani selama ini, tapi tetap saja sedikit kesulitan dalam menyerang apabila menggunakan dua pedang yang berat maupun dimensinya berbeda.


Natan menerjang Gelombang Zombie tanpa ada rasa takut, meski ia tahu risiko yang ia terima jika darahnya berkurang sampai batas tertentu, yang mana akan mengubahnya menjadi Zombie.


Wush! Wush! Wush!


Beberapa Lickers menyerangnya secara bersamaan, lidah panjangnya terlihat tebal seperti lengan, namun bergerigi dan sangat tajam.


Natan melompat menghindari serangan yang terarah pada kedua kakinya, tapi ada serangan lain yang diarahkan tepat pada kepalanya. Ia yang masih sedikit melompat itu menundukkan kepalanya, lalu menggunakan pedang di tangan kanannya untuk menusuk ke jalanan, membuatnya bertumpu agar bisa berputar.


Natan mendarat dengan posisi berjongkok, yang kaki kanannya tegak lurus ke samping. Ia mendongak melihat Gelombang Monster yang mulai mendekat, hanya tersisa belasan meter lagi sebelum akhirnya sampai.


Ia mencabut pedang yang menancap di tanah seraya berlutut dengan salah satu lutut menyentuh jalan. Ia memutar dua pedangnya di sekitar, memotong semua lidah yang menyerangnya tadi.


"Ghoh!" Lickers menjerit keras ketika lidah mereka telah terpotong oleh pedang Natan.


Dari dalam barisan Gelombang Zombie, Natan melihat adanya Zombie Mutan yang terlihat masih sama seperti manusia, hanya saja ada bagian tambahan di bawah lengannya, ataupun di punggung.


Tiga Zombie Mutan melesat tajam ke arah Natan yang melompat mundur.


Natan melirik dengan cepat ke arah tiga Zombie Mutan yang berpencar ke arah yang berbeda. Tanpa berbasa-basi, ia menyilangkan Black Katana di belakang punggungnya dan Dragon Sword di depannya.


Bang!


Dentuman yang cukup keras terjadi ketika dua serangan dari depan maupun belakang yang mengenai pedangnya. Tapi itu bukanlah akhir, karena ada lagi yang menyerangnya dari atas.


Natan mengayunkan Dragon Sword maupun Black Katana secara bersamaan, menjauhkan dua monster yang menyerangnya dari dua arah yang berbeda. Ia melangkah mundur seraya berbalik, menebas leher Zombie Mutan di belakangnya yang kehilangan keseimbangan.


Level monster yang menyerangnya tidak terlalu tinggi, kalaupun tinggi, yang tertinggi hanya sebatas level 390. Ia bisa mengalahkannya dengan mudah, tapi ia tetap harus berhati-hati karena jumlahnya.


Boom!


Zombie Mutan yang menyerangnya dari atas sudah mendarat di depannya. Tubuhnya cukup besar, dua kali ukuran orang dewasa, dengan lidahnya yang menjulur.


"Terlalu dekat." Natan kembali melompat mundur belasan meter ke belakang, menjaga jarak dari Gelombang Zombie.


Setidaknya, ia harus membunuh Zombie Mutan dan Lickers terlebih dahulu sebelum menerjang. Namun, monster di depannya yang berukuran besar itu tidak membiarkannya pergi, termasuk monster lain yang sebelumnya ia dorong menjauh.


Baru saja mundur menjauh, dari belakangnya sudah ada Zombie Mutan wanita yang mengenakan pakaian terbuka. Kuku-kuku jarinya sangat panjang dan tajam seperti pedang.

__ADS_1


Natan melirik ke kanan belakang melihat monster yang siap menyerangnya. Ia menyilangkan dua pedangnya di kanannya, menahan serangan dari kuku tajam bagaikan pedang.


Klang!


Benturan seperti dua logam yang saling beradu terdengar ketika serangan Zombie Mutan berhasil Natan tahan dengan baik.


Natan tidak berhenti disitu saja saat berhasil menahan serangan, serta Zombie Mutan lain di depannya siap melompat ke arahnya. Tanpa berpikir terlalu panjang dan mengambil tindakan, ia berlutut lalu melakukan gerakan sapuan belakang, menghilangkan keseimbangan Zombie Mutan wanita dan menjatuhkannya.


"Serang!" Zombie Mutan berteriak lantang memerintahkan Zombie lain untuk menyerang.


Natan yang berhasil menjatuhkan Zombie Mutan wanita, langsung berdiri seraya menebas lehernya dengan kedua pedangnya. Ia berdiri menatap Zombie Mutan bernama Qin Lang. "Hanya kau saja yang tersisa."


Qin Lang menyeringai lebar, memperlihatkan giginya yang tajam bagaikan gigi hiu dengan darah yang menetes. Keempat tangannya bergerak-gerak dengan otot-otot yang terlihat sangat jelas, dan ada yang menggeliat seperti cacing di punggungnya.


Natan yang menatap Qin Lang, mengangkat tangannya dan menyilangkan pedangnya ke belakang punggungnya, menahan serangan dari Lickers. "Kau lebih memilih menjadi monster ketimbang mati?"


Qin Lang tertegun sejenak, kemudian tertawa terbahak-bahak dengan darah amin yang mengalir deras dari dalam mulutnya. "Hahahaha! Jangan sombong karena berhasil membunuh dua di antara kami! Kau harusnya bersyukur karena aku menahan Gelombang Zombie untuk tidak langsung membunuhmu!"


Natan menoleh sekilas ke belakang, melihat Gelombang Zombie yang memang tidak bergerak lagi dan hanya tersisa beberapa meter darinya. Ini sangat berbahaya jika ia tenggelam di tengah-tengah sana dan tidak mampu untuk bangkit lagi, bisa dipastikan ia akan terbunuh atau yang terparahnya menjadi Zombie itu sendiri.


"Shadow Movement."


Qin Lang berbalik ke belakang seraya mengayunkan kedua tangan kanannya mengarah pada Natan. "Kau pikir aku tidak menyadarinya!"


Natan menahan serangan Qin Lang yang tidak terlalu kuat karena perbedaan level mereka dua yang sangat besar. Ketika pedang di tangan kanannya berhasil menahan serangan, ia mengayunkan Black Katana yang ada di tangan kirinya.


Slash! Slash!


Dua tangan terputus begitu saja seperti mentega yang lunak.


Qin Lang membelalakkan matanya ketika menyadari dua tangannya sudah terpotong tanpa ia ketahui, karena ia sendiri tidak bisa merasakan rasa sakit. Tapi, detik berikutnya ia berteriak-teriak merasakan siksaan dari punggungnya, tubuhnya juga terus menggeliat.


"Aaarrrgghh!"


Natan yang sudah menebas cacing sebesar ular di dalam punggung Qin Lang, kembali menjauh, berdiri di dinding melihat Qin Lang yang kesakitan. "Level kita berbeda jauh, dan aku memiliki pengalaman, tidak sepertimu yang menyerah menjadi manusia dan menjadi monster."


Tubuh Qin Lang terus menggeliat dan semakin membesar, banyak benjolan pada tangan maupun kakinya. Hingga tak lama kemudian, tubuhnya sampai empat kali ukuran awal.


Boom!

__ADS_1


Qin Lang meledak begitu saja menjadi daging cincang yang menyebar ke segala arah, dengan darah yang menyembur. Pada genangan darah di mana Qin Lang meledak, ada cacing besar yang bergerak-gerak mengarah pada salah satu monster terdekatnya.


Wush!


Cacing itu melesat ke arah Lickers.


Natan yang melihat itu, tidak membiarkannya pergi untuk mencari tubuh baru yang bisa dikendalikan. Ia mengeluarkan Pistol Mana, dan terus menembakkan peluru hingga cacing itu hancur tak bisa bergerak lagi.


Seketika itu juga, Gelombang Zombie yang sebelumnya berhenti, berbaris dengan rapi, mulai bergerak liar ke segala arah dan bahkan ada juga yang saling menyerang, terutama Lickers yang mulai membunuh Zombie untuk dimakan isi kepalanya.


"Begitu ..." Natan menganggukkan kepalanya setelah mengerti tentang salah satu kekuatan Zombie Mutan. "Dia bisa mengendalikan monster, bukan hanya Zombie dan Zombie Soldier, tapi juga Lickers."


"Ah..." Natan membuka mulutnya seraya memijat keningnya ketika semua monster di depannya kembali menatapnya. "Aku lupa jika mereka sangat sensitif terhadap suara."


Natan mengambil granat tangan, menarik pengamannya dan melemparkannya ke tengah-tengah Gelombang Zombie. "Kurangi setengahnya lagi agar aku bisa membunuhnya lebih mudah."


Wush!


Lickers melepaskan serangan lain mengarah pada kaki Natan, namun serangannya meleset dan menancap di dinding beton. Lickers itu menerjang ke arah Natan seraya melepaskan lidahnya yang menancap.


Natan menundukkan kepalanya melihat Lickers yang melesat seperti anak panah ke arahnya. "Menyebalkan." Ia mengeluarkan Sniper Rifle dari Inventory List. "Mati." Ia menarik pelatuknya.


Dorr!


Peluru Mana melesat mengarah pada Lickers, yang langsung membunuhnya dalam sekali tembak.


Boom!


Granat yang ia lempar meledak sangat keras dengan api yang membumbung tinggi, mulai menyebar dan membakar monster-monster yang berada di sekitar. Asap hitam juga tersebar ketika terkena tiupan angin, menerbangkan aroma busuk.


Natan melihat Mapping untuk melihat berapa banyak lagi monster yang tersisa. "Hanya tersisa setengahnya, mereka terbunuh karena ledakan, terbakar dan saling membunuh." Ia menyimpan Black Katana, menggantinya dengan Assault Rifle.


Assault Rifle yang ia digunakan bukan yang sudah diubah menggunakan Inti Sihir. Ini adalah senjata asli dengan amunisi mesiu. Ia sengaja menggunakan yang belum diubah, karena ada tekanan saat menembaknya, yang membuat DEX miliknya akan meningkat saat mengganti amunisi, tidak seperti Sako TRG Mana yang tidak ada tolakan saat menarik pelatuk.


"Aku masih memiliki dua ribu amunisi, ini lebih dari cukup untuk menghadapi monster yang tersisa." Natan melompat turun dari dinding beton, menghadapi Gelombang Zombie yang tersisa.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2